Mengaku Juru Selamat

Pemimpin Sekte di Siberia yang Mengaku Titisan Yesus Ditangkap Polisi

VICE sempat membuat dokumenter panjang soal Vissarion, bernama asli Sergei Torop. Upaya mantan polisi itu membangun kultus berakhir, gara-gara tuduhan pemerasan jemaat.
24.9.20
Pemimpin Sekte Vissarion di Siberia yang Mengaku Titisan Yesus Ditangkap Polisi
Sergei Torop alias Vissarion [tengah] sosok mengaku reinkarnasi Yesus di Siberia. Foto oleh ALEXANDER NEMENOV/AFP

Sebuah perkampungan bernama Obitel Rassveta di Siberia, Rusia, memiliki sosok Yesus sendiri selama tiga puluh tahun terakhir. Nama sang juru selamat itu adalah Vissarion, yang membangun kultus di pedalaman Hutan Krasnoyarsk. Namun, pada Rabu (23/9) lalu, sang juru selamat ditangkap aparat.

Tempat tinggal Vissarion, bernama asli Sergei Torop, digerebek pasukan gabungan polisi dan beberapa lembaga keamanan Rusia lainnya. Tim khusus itu sampai menggunakan helikopter dan beberapa kendaraan besar untuk merangsek masuk perkampungan Obitel Rassveta (secara harfiah berarti ‘perkampungan sinar mentari’).

Iklan

Vissarion dituding memeras jemaat, melakukan kekerasan verbal, dan merampas kemerdekaan para pengikut gerejanya. Dia dituntut pasal pidana berlapis dan bisa dihukum puluhan tahun penjara.

Lelaki 59 tahun itu, seperti dilaporkan The Guardian, ditangkap bersama dua orang kepercayannya, yakni Vadim Redkin dan Vladimir Vedernikov. Vissarion saat ini ditahan di Rutan Novosibirsk, sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Ribuan pengikutnya menurut pantauan CBS, masih setia menanti perkembangan kasus sang juru selamat di perkampungan mereka.

VICE pernah membuat dokumenter khusus mengenai sepak terjang Vissarion selama berdakwah di Siberia. Dia tidak spesifik mengaku sebagai Tuhan, melainkan reinkarnasi juru selamat yang sebatas meneruskan perintah Allah. “Apa yang Tuhan Bapa ingin sampaikan kepada umat manusia, Beliau sampaikan melalui saya,” ujar Vissarion.

Gereja Vissarion dianggap bidah oleh persekutuan Gereja Ortodoks Timur yang menjadi mayoritas denominasi di wilayah bekas Uni Soviet.

Simak dokumenternya di tautan ini:

Sergei Torop dulunya adalah polisi lalu lintas di Krasnoyarsk. Menjelang runtuhnya Uni Soviet, dia mengaku mendapat “pencerahan Ilahi”, lalu keluar dari dinas kepolisian pada 1989. Vissarion mengumumkan pada masyarakat bahwa dialah sang messias, lantas mendirikan Gereja Perjanjian Hari Akhir pada 1991.

Nilai utama dari gereja ini adalah berupaya menjaga harmoni manusia dengan alam, serta senantiasa hidup sederhana. Alhasil mereka membuat perkampungan jauh dari kota besar.

Kendati demikian, belakangan sekte pimpinan Vissarion memang mulai membuat pernyataan nyeleneh. Misalnya Yesus berada di orbit Planet Bumi untuk mengawasi manusia, serta Bunda Maria secara spesifik mengatur semua urusan di Rusia. Pengikutnya selalu merayakan ulang tahun Vissarion pada 14 Januari, sesuai keyakinan gereja Ortodoks yang berbeda dari asumsi lazim 25 Desember.

Secara fisik, Torop alias Vissarion berusaha memiripkan diri dengan citra Yesus di peradaban Barat. Dia selalu menjaga cambang, senantiasa gondrong, serta saat berkeliling perkampungan kultusnya jarang sekali memai busana selain tunik putih. Terlepas dari kontroversinya, ajaran Vissarion memikat puluhan ribu orang. Sebagian pengikut sektenya bahkan berasal dari mancanegara, mencakup Kuba, Jerman, hingga Bulgaria.