Ada Gudang Menyimpan Benih Dari Seluruh Dunia Seandainya Terjadi Kiamat Kecil
Lingkungan

Ada Gudang Menyimpan Benih Dari Seluruh Dunia Seandainya Terjadi Kiamat Kecil

Bank benih dekat Kutub Utara itu adalah upaya manusia mempertahankan diri saat nanti terjadi bencana alam atau perang skala global.
04 April 2017, 7:18am

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Di Arctic Circle yang berjarak 1.287 kilometer dari Kutub Utara, tepatnya di Pulau Spitsbergen, Norwegia, terdapat Svalbard Global Seed Vault. Svalbard adalah ruang pendingin anti-bencana yang menyimpan segala jenis bibit tanaman di Planet bumi. Ruang berpendingin ini dibangun memakai bahan permafrost yang membuatnya tahan terhadap risiko bencana alam maupun peperangan. Ancaman pemanasan global, penurunan keragaman agrikultur, kepunahan, atau bahkan bencana alam di mana-mana telah meningkatkan kebutuhan untuk gudang penyimpanan bibit. Terlebih jika pengenalan ulang spesies dibutuhkan di masa depan karena terjadi kiamat kecil yang membuat populasi umat manusia berkurang drastis.

Yayasan Guggenheim Foundation dan profesor Dornith Doherty telah mendokumentasikan bibit-bibit bumi di Svalbard sejak 2008. Proyek buku foto itu, Archiving Eden, mencakup foto dan keterangan tanaman dari empat benua, mulai Kings Park & Botanic Gardens di Australia hingga N.I. Vavilov Research Institute of Plant Industry di Rusia. Doherty turut mendokumentasikan tempat-tempat dan proses-proses di balik upaya internasional mengarsipkan dan melindungi kehidupan tumbuh-tumbuhan bumi yang terancam punah.

Buku Archiving Eden karya Dornith Doherty akan diterbitkan pada Mei 2017 oleh Schilt Publishing_._


Pulau terpencil Spitsbergen oleh PBB dicanangkan sebagai lokasi penyimpanan koleksi bibit-bibit seluruh dunia dari risiko perang atau bencana alam. Tidak ada penelitian yang dijalankan di tempat itu; gudang ini hanya sekadar ruang penyimpanan bibit-bibit. Fasilitas ini tidak menerima materi pangan modifikasi genetika dan diawasi dan diatur oleh International Treaty on Plant Genetic Resources for Foods and Agriculture, di bawah pengawasan FAO dan PBB.

Melestarikan variasi liar sebuah spesies, seperti jagung, bisa jadi penting bagi adaptasi agrikultur pada perubahan lingkungan radikal. Gambar ini menunjukkan lebih dari 1.300 bibit individual dari sembilan jenis jagung, termausk jagung manis, popcorn, dan teosinte.

Pemerintah dari seluruh dunia berkolborasi menciptakan sistem sokongan-botani di Svalbard. Gentingnya perubahan iklim dan ketidakstabilan politik telah menciptakan kebutuhan bagi ruang penyimpanan "hari kiamat," yang dibuka hanya selama beberapa hari setiap tahunnya, ketika lebih banyak bibit dipindahkan ke dalam ruang penyimpanan. Ruang ini dapat dimonitor dari jarak jauh, dari Norwegia.

Sebuah inkubator pada tempat yang kini dinamai USDA Agricultural Research Service's Plant Germplasm Preservation Research center, Fort Collins, Colorado. Riset bank bibit berfokus memastikan kelangsungan keragaman genetik dalam kehidupan tumbuh-tumbuhan sebagaimana perkembangan agrikultur untuk memastikan pasokan pangan bagi populasi global yang terus meningkat.

Di Svalbard, bibit-bibit disimpan dalam amplop-amplop dengan segel empat lapis dalam suhu -18 °C oleh negeri asal bibit tersebut. Ruang ini berlokasi di sebuah goa besar di dalam gunung yang amat tinggi, sehingga kalaupun gunung es di kutub meleleh, bibit-bibit ini akan tetap aman.

Sebuah laboratorium biogenik di EMBRAPA Genetic Resources and Biotechnology, Brasilia, Brazil. Kini sebuah produk dominan di dunia agrikultur, jagung digunakan tak hanya sebagai pangan manusia tetapi juga pangan hewan, sirup, ethanol, dan plastik. Hal ini juga merupakan subjek penelitian di banyak bank bibit lainnya.

Kuban Experimental Station of the VIR, di Krasnodar Territory, Rusia. Didirikan pada 1924, lembaga ini mempelajari jagung, sorgum, bunga matahari, tanaman minyak jarak, dan mengadakan penelitian imunologi tentang jelai dan gandum.