Kecantikan

Dunia Fashion Kini Memandang Jerawat Sebagai Hal Positif

Model Starlie Smith berjasa memulai percakapan penuh makna tentang jerawat dan kesadaran tentang kondisi wajah yang dulu dianggap nista.
16.3.17
Foto via @queenstarlie

Artikel ini pertama kali tayang di i-D.

Toilet di kabin pesawat. Ruang ganti toko pakaian. Cermin muka kamar mandi. Bagi mereka yang terobsesi pada 'kesempurnaan' kulit wajah, semua tempat-tempat itu mempunyai kombinasi akses cermin yang sempurna dan pencahayaan yang memungkinkan untuk menginspeksi setiap pori-pori wajah. Dan yang terpenting, setiap tempat ini privat. Karena jujur saja, kebanyakan orang malu bila memiliki jerawat. Berurusan dengan jerawat adalah hal yang kita lakukan di balik pintu kamar. Kita sibuk mengoleskan krim dan cover-up untuk menutupi kehadiran benjolan menyebalkan itu. Setiap mengedit foto, kita menghapus jerawat menggunakan filter di aplikasi pemulus kulit. Ketika jerawat muncul tiba-tiba saat kita berada di ruang publik, kondisi itu bisa membikin siapapun kesal atau bahkan memicu depresi.

Iklan

Untungnya, rasa malu akibat jerawat adalah cerita lama. Generasi baru penulis, seniman dan aktivis sedang mendorong percakapan lebih positif mengenai tubuh kita. Terjadi perubahan secara dramatis beberapa tahun belakangan. Fotografer Petra Collins memulai gerakan yang bertujuan mengubah persepsi publik untuk menerima rambut tubuh perempuan sebagai sesuatu yang alami dan indah. Model-model fashion seperti Myla Dalbesio, Barbie Ferreira, Iskra Lawrence dan Charli Howard berjuang demi diterimanya berbagai bentuk tubuh yang berbeda di acara-acara kampanye fashion dan runway. Aktivis Kiran Gandhi bahkan membuat masyarakat aktif berdiskusi tentang isu menstruasi.

Model Starlie Smith belum lama ini mengunggah foto dirinya tanpa menggunakan make-up di Instagram, yang diberi caption seperti ini: "BODO AMAT KALAU KAMU PUNYA JERAWAT, KAMU TETAP CANTIK (sebuah surat cinta yang ditujukan untuk diri saya sendiri dan kalian semua yang mengalami masalah yang sama)." Foto tersebut mengundang banyak respon di Instagram (dan lebih dari 8.000 likes) dan memulai sikap yang positif terhadap jerawat para pengguna Internet sedunia.

"Terima kasih sudah mengangkat topik jerawat," tulis salah satu pengguna Instagram di bawah foto Smith. "Saya juga berjuang melawan jerawat dan kadang-kadang saya bahkan menangis karena wajah saya jerawatan. Kamu mengingatkan saya bahwa jerawat tidak layak ditangisi :) ❤" Pengguna lainnya berkomentar, "Saya melihat foto ini dan berpikir 'Wah, kalau seorang model seperti Starlie aja punya jerawat, mungkin saya juga bisa punya jerawat dan tetap cantik.'"

Iklan

Kita sekarang hidup di era ketika fenomena tubuh alami seperti selulit dan menstruasi mulai dibicarakan terbuka oleh masyarakat. Sekarang juga waktunya menghapus stigma jerawat sebagai sesuatu yang mengundang rasa malu. Jerawat adalah kondisi kulit wajar yang dialami oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Uniknya, jerawat selama ini dianggap 'kelainan' yang hanya dialami manusia (menghasilkan industri perawatan kulit senilai Rp40 trilliun) dan ini membuat pengujian dan pengembangan obat yang sepenuhnya menghapus jerawat mustahil dilakukan. Dengan kata lain, kemungkinan besar sampai kapanpun jerawat akan masih terus muncul di kulit manusia. Jadi kenapa engga sekalian aja kita bangga kalau punya jerawat?!

Starlie adalah model dan musisi yang tentunya sangat cantik. Dia mempunyai 108 ribu follower Instagram, bermain di band The Atomics, dan sempat berjalan di catwalk untuk katalog musim gugur/dingin Dolce and Gabbana. Sesuai dengan observasi pengguna Internet, di acara tersebut muka Smith tidak mulus seperti porselen. Biarpun mengenakan makeup tebal, tekstur kulitnya masih jelas terlihat.

"Mungkin foto ini bisa menyemangati mereka-mereka yang bermasalah dengan jerawat," kata pengguna Reddit yang mengunggah foto tersebut ke sub-forum Reddit "kecaduan perawatan kulit."

"Mungkin kedengarannya konyol, tapi saya merasa lebih baik tentang diri sendiri setelah melihat foto ini." Sub-forum tersebut berkembang menjadi tempat yang aman bagi pengguna untuk mendiskusikan dampak dari jerawat ke rasa percaya diri, metode dan obat untuk melawan jerawat dan rasa lega melihat jerawat dianggap sebagai hal yang wajar.

Smith bukan satu-satunya pesohor yang membantu membongkar mitos "kulit sempurna." Petra Collins pernah mengunggah tulisan di Instagramnnya yang berbunyi, "Silakan unfollow saya sekarang apabila anda merasa punya masalah dengan jerawat, rambut, selulit, dan segala hal alami yang biasanya dihapus dalam editan foto." Dia dan kolaborator Madelyne Beckles kerap menggunakan model berjerawat dalam karya-karya mereka. Minggu ini, aktris dan aktivis India Menuez mengunggah foto bersama teman perempuannya yang berbulu dengan keterangan "Si jerawat dan si burung parkit." Aktris seperti Bella Thorne, Zendaya, dan Selena Gomez semua pernah menyuarakan masalah kulit mereka.

Tahun lalu, desainer Malaysia Moto Guo menyajikan koleksi pakaian menggunakan model yang wajahnya penuh jerawat merah menyala. (Penata rias Roberta Betti membenarkan bahwa jerawat di wajah model itu asli, biarpun dibuat lebih dramatis berkat sedikit sentuhan make up.) Setelah acara itu, beberapa artikel menulis jerawat sebagai sebuah "tren fashion baru"—yang membuat kita bertanya sesungguhnya seberapa jauh fashion peduli dengan isu-isu tubuh yang riil seperti ini.

Apabila kita ingin membuktikan gerakan body positivity bukan sekedar slogan semata, kita harus mulai mengakui kondisi kulit tubuh kita sendiri—dengan semua 'kekurangannya'—di luar catwalk dan media sosial. Jerawat adalah bagian alami dari setiap manusia dan mungkin sudah saatnya kita tidak perlu lagi merasa malu karenanya.