FYI.

This story is over 5 years old.

Kerusakan Lingkungan

Memburu Ganti Rugi Kapal Pesiar Perusak Terumbu Karang Raja Ampat

Insiden di Pulau Manswar, Papua, ini akibat keteledoran kapten kapal pesiar Cledonian Sky.

Kapal pesiar Caledonian Sky berbendera Bahama kandas setelah menghantam Terumbu karang seluas 1600 meter persegi di dekat Pulau Manswar, Raja Ampat, Papua. Lokasi ini merupakan salah satu pusat  perairan dengan keanekaragaman hayati paling kaya sedunia. Pemerintah Indonesia mengalami kerugian besar akibat insiden tersebut. Pemerintah juga menyiapkan tim untuk menggugat ganti rugi pada Perusahaan Inggris, Noble Caledonia, yang tercatat sebagai pemilik kapal.

Iklan

Rapat koordinasi aksi cepat dilanjutkan di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, dalam rangka menindaklanjuti pertemuan Rabu 15 Maret 2016 atas kemungkinan proses hukum dan valuasi ekonomi terhadap terumbu karang yang hancur. Kementerian Pariwisata, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, Polri, serta Pemerintah Daerah Raja Ampat turut dilibatkan untuk menindaklanjuti gugatan yang akan dilayangkan.

Arif Havas Oegroseno selaku Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman menegaskan pemerintah siap menempuh segala cara agar pemilik kapal MV Caledonian Sky bersedia bertanggung jawab. "Kita siap untuk mengambil segala langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh MV Caledonian Sky bisa segera diatasi," ujarnya setelah melakukan rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman awal pekan ini.

Kapal berbobot 4.280 ton itu dinahkodai Kapten Keith Michael Taylo. Kapal memasuki perairan Indonesia pada 3 Maret 2017. Keesokan harinya, kapal ini selesai mengantar 181 penumpang yang terdiri dari 102 turis dan 79 Anak Buah Kapal berkeliling pulau untuk melihat keanekaragaman hayati di sekitar Raja Ampat, lalu memutuskan kembali berlayar menuju Bitung pada 4 Maret pukul 12.41 WIT. Saat itulah Kapal milik Inggris ini kandas di gugusan terumbu karang Raja Ampat di sekitar area Pulau Manswar, Distrik Meos Manswar, Kabupaten Raja Ampat.

Iklan

Dalam keterangan tertulis Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, kapal ini sempat berusaha ditarik oleh tug boat TB Audreyrob Tanjung Priok, namun tidak berhasil. Kapten kapal memacu kapal keluar dari terumbu karang dan berhasil berlayar kembali pada pukul 23.15 WIT. Imbasnya, banyak sekali terumbu karang di perairan itu dalam kondisi hancur.

Hingga saat ini, menurut informasi yang dirilis resmi Kementerian Koordinator Kemaritiman, kandasnya Kapal Pesiar Caledonian Sky diduga akibat Nahkoda yang hanya memonitor GPS dan radar tanpa memperhitungkan pasang surut sebagai faktor alam di lokasi pelayaran.

Salah satu operator Homestay lokal  Stay Raja Ampat (@gorajaampat) mengunggah reaksinya terhadap kejadian ini.  "So. Today at around 1230 local time, the captain of the Caledonian Sky ran his ship aground on the reef off Kri. How can this happen? Was a 12 year old at the wheel? Anchor damage from ships like these is bad enough, but actually grounding a ship on a reef takes it to a whole new level."

Dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepulauan Raja Ampat merupakan Kawasan Konservasi sesuai dengan Kepmen Nomor 36/KEPMEN-KP/2014 tentang Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat. Direktur Jenderal Pengelolaan ruang Laut, Kementerian Kelutan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan  bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait dengan rencana zonasi di wilayah pesisi dan pulau-pulau kecil sebagai acuan dalam pengelolaan wisata bahari.

Iklan

Akibat status kawasan konservasi Raja Ampat yang merupakan pusat megabiodiversity perairan dunia, tim evaluasi merekomendasikan perusahaan Noble Caledonia membayar kompensasi senilai $800-$1,200 (setara Rp16 juta) per meter persegi.

Namun, jumlah kompensasi tersebut dianggap belum setimpal karena proses pertumbuhan terumbu karang yang hanya beberapa sentimeter saja setiap tahunnya. Belum lagi banyak masyarakat lokal dan investor yang menggantungkan hidupnya pada terumbu karang di Raja Ampat, baik dalam bidang pariwisata maupun perikanan.

Reaksi juga timbul di sosial media Twitter. Jurnalis senior @unilubis melemparkan komentarnya di Twitter yang menganggap tuntutan kompensasi itu tidak sebanding.

Caledonia melalui keterangan tertulis menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan Ahli lingkungan dan terumbu karang untuk menaksir angka yang realistis dan adil untuk gaanti rugi kerusakan terumbu karang yang diakibatkan Kapal Caledonian Sky.

"Kami sedang bekerja sama dengan pakar dari Indonesia untuk mencari solusi agar regenerasi terumbu karang tersebut bisa dilakukan secepat dan sebaik mungkin. Kami meminta maaf karena dampak dari insiden ini terhadap warga dan pengusaha setempat. Noble Caledonia sedang mengupayakan pemberian dana santunan yang akan diberikan kepada warga setempat. Tim dari perusahaan juga akan dikerahkan untuk memastikan regenerasi terumbu karang bisa berjalan baik."