FYI.

This story is over 5 years old.

teknologi

Start Up AS Optimis Bisa Mulai Menjual Mobil Terbang Akhir 2017

Kitty Hawk menampilkan video uji coba produk hovercraft mereka yang bisa dikendarai siapapun tanpa harus sekolah pilot.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Mobil terbang telah menjadi cita-cita petinggi perusahaan teknologi di Silicon Valley sejak bertahun-tahun lalu. Impian utopis itu pelan-pelan mulai terwujud, setelah salah satu perusahaan startup merampungkan hovercraft terbaru mereka yang bisa terbang beberapa meter di atas permukaan tanah.

Nama perusahaan itu adalah Kitty Hawk. Startup ini kurang dikenal. Mereka sempat masuk media hanya karena salah satu investornya adalah Larry Page sang pendiri Google. Awal pekan ini, Kitty Hawk menampilkan video yang memamerkan kemampuan 'mobil terbang' buatan mereka. Hovercraft itu menggunakan tenaga listrik sepenuhnya. Pengguna dapat terbang dari permukaan tanah lalu mendarat di air, begitu pula sebaliknya. Perusahaan ini optimis mobil terbang itu mudah dikendarai siapapun, sehingga tidak perlu ada izin pilot khusus untuk menaikinya. "Semua orang bisa belajar mengendarai mobil terbang ini dalam hitungan menit," tulis Kitty Hawk.

Iklan

Dua pendiri perusahaan ini, Todd Reichert dan Cameron Robertson, menulis surat terbuka kepada publik. Mereka mengatakan mobil terbang yang ada dalam video demonstrasi sudah siap diproduksi massal. "Konsumen bisa mulai membelinya akhir tahun ini."

Kitty Hawk menawarkan program keanggotaan senilai US$100 (setara Rp1,3 juta) yang berlaku tiga tahun bagi calon pembeli. Tujuannya mereka bisa menerima informasi dan pelatihan mobil terbang lebih dulu. Selain itu, ada paket lain senila US$2.000, agar konsumen berkesempatan memperoleh akses eksklusif ke simulator serta uji coba mobil terbang ini secara langsung.

Program Kitty Hawk ini mengingatkan publik saat Tesla—perusahaan mobil listrik yang didirikan Elon Musk—pertama kali muncul sati dekade lalu. Mereka berusaha meyakinkan calon konsumen untuk membayar di awal, melakoni sekian uji coba, menjalani proses inden, sampai akhirnya mendapatkan produk yang dijanjikan.

Pemimpin Kitty Hawk sebenarnya orang yang tidak asing lagi dengan Silicon Valley. Dia adalah Sebastian Thrun, mantan Kepala Divisi Kecerdasan Buatan Google, serta beberapa tahun sempat menjadi asisten pribadi Larry Page.

Uniknya, beberapa perusahaan lain di pusat industri teknologi AS sebenarnya sedang mengerjakan proyek serupa. Zee, perusahaan lain yang turut memperoleh investasi dari Larry Page, menyatakan sedang "merancang alat transportasi baru yang revolusioner."

Sedangkan pada September 2016, salah satu petinggi Uber menyatakan aplikasi taksi online ini mengerahkan sumber daya untuk pengembangan VTOL, yakni alat transportasi yang bisa mendarat dan terbang di berbagai jenis permukaan, alias mobil terbang.