selfie

Phuket Punya Satu-Satunya Pantai di Dunia Ancam Turis Selfie Dengan Hukuman Mati

Ada satu pantai dekat bandara yang selalu ramai. Pemerintah Thailand menutup kawasan padat turis tadi pakai ancaman hukuman berat.
11.4.19
Phuket Punya Satu-Satunya Pantai di Dunia Ancam Turis Selfie Dengan Hukuman Mati
Pantai Mai Khao di Phuket, Thailand. sumber foto via Shutterstock

Phuket sejak lama terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Salah satu pantainya bahkan disebut-sebut sebagai “wisata selfie.” Terletak di samping Bandar Udara Internasional Phuket, pantai Mai Khao menawarkan panorama indah bagi para wisatawan yang ingin berfoto di sana.

Mereka bisa mendapatkan banyak pemandangan dalam sekali foto, mulai dari pantai di bagian depan, Laut Andaman di latar belakang sampai pesawat komersial raksasa yang terbang rendah di atas kepala. Schapelle Corby beruntung bisa mengabadikan momen tersebut. Ribuan pengunjung lainnya berbondong-bondong ke Mai Khao untuk alasan serupa. Namun, pihak berwenang merasa tren wisatawan berswafoto di sana sudah berlebihan.

South China Morning Post melaporkan demi alasan "keamanan", pihak berwenang Phuket memberlakukan zona berbahaya sepanjang sembilan kilometer di pantai Mai Khao. Mereka juga tak ragu menjatuhkan sanksi paling berat, yaitu hukuman mati bagi para pelanggar.

Wakil Presiden Bandara Internasional Phuket Vijit Kaewsaiteam menjelaskan perlindungan turis bukan satu-satunya alasan mereka menerapkan larangan itu. Mereka justru ingin meminimalkan risiko terganggunya pilot yang hendak mendaratkan pesawat. Seperti dilansir ABC, siapa saja yang dianggap membahayakan pendaratan pesawat bisa dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan seumur hidup. Sementara itu, pelanggar serius bakal divonis hukuman mati berdasarkan Undang-Undang Navigasi Udara Thailand.

Iklan

"Para turis tidak akan diizinkan memasuki area ini untuk berfoto," kata Wichit Kaeothaithiam, wakil kepala Bandara Phuket, kepada the Bangkok Post. "Hukuman maksimumnya ialah hukuman mati."

Wichit mengatakan peraturan keselamatannya dikeluarkan sesuai dengan persyaratan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Pihak berwenang juga melarang keras untuk menerbangkan drone dan menyorotkan lampu atau laser ke langit di malam hari. Kegiatan ini dapat mengganggu pilot yang akan mendarat di Bandara Internasional Phuket.

"Pihak bandara ingin meningkatkan pendapatan pariwisata, tapi kami juga ingin memastikan tidak bertentangan dengan peraturan penerbangan," kata Wichit. "Pariwisata harus sejalan dengan keselamatan."

Beberapa meragukan seberapa efektif pemberlakuan zona berbahaya ini. Sukris Koyakradej, anggota komite eksekutif Asosiasi Turis Phuket, mempertanyakan kewenangan bandara untuk menegakkan pembatasan.

"Saya pernah berfoto di sana dua tahun lalu. Waktu itu pantainya belum populer di media sosial. Saya rasa bandara tidak berhak menutup jalan masuk ke pantai karena tidak termasuk landas pacu."

Tharika Nokkaew, pejabat yang mengawasi pengelolaan pantai, menyatakan larangan ketat itu belum berlaku. Dia sendiri tak yakin wisatawan menurut. "Turis akan selalu datang ke sini," tukasnya.

Follow Gavin di Twitter dan Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.