Musik

Lagu Baru Taylor Swift 'You Need to Calm Down' Ramah LGBTQ, tapi Apakah Tepat Sasaran?

Taylor Swift gagal jadi aktivis dalam lagu terbarunya.
18 Juni 2019, 11:08am
T Swift
Rich Fury / Getty Images

Kamis malam kemarin, Taylor Swift merilis single baru berjudul " You Need to Calm Down," yang dianggap sebagian sebagai lagu advokasi komunitas LGBTQ. Lagu ini memang memiliki banyak elemen ramah LGBTQ: liriknya memberi penghormatan pada organisasi advokasi LGBTQ GLAAD; mengkritik budaya pelecehan anonim yang mewarnai internet; dan mengutuk orang yang membawa spanduk anti-LGBTQ ke parade Pride. Sayangnya, nuansa “ramah”, dan ceria tembang top 40 ini justru seperti mengesampingkan pesan penting bahwa homofobia itu salah.

Taylor Swift memiliki pesona pop yang sangat manis dan aman, dan berusaha membedah isu advokasi serius lewat kacamata beliau sangatlah problematik. Dalam satu syair di mana Taylor sepertinya sedang menanggapi kaum homofobik, Taylor bernyanyi: "I ain't tryna mess with your self-expression / But I've learned a lesson that stressin' and obsessin' 'bout somebody else is no fun.” (Aku tidak berusaha mengganggu kebebasanmu untuk berekspresi / Tapi pusing memikirkan urusan orang lain itu enggak ada gunanya). Pernyataannya yang cenderung ringan tentang orang yang suka mendiskriminasi disusul slogan internet yang dicolong dari budaya online komunitas kulit hitam dan LGBTQ membuat pesan yang berusaha disampaikan terdengar maksa dan tidak alami. Melodi dan produksi lagu ini juga tidak beda dengan puluhan lagu Taylor Swift lainnya.

Sebetulnya bukan tidak mungkin Taylor Swift bisa menjadi bintang pop andalan komunitas LGBTQ. Dia baru-baru ini menyumbang uang kepada berbagai organisasi hak LGBTQ, dan Taylor dikabarkan akan mengumumkan dia biseksual pada album berikutnya, Lover. Banyak Lagu-lagu LGBTQ paling ikonik ditulis oleh bintang pop yang merayakan aspek seru kehidupan queer. Tetapi lagu protes setengah hati ini terasa seperti advokasi nanggung yang tidak sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Rasanya kecil kemungkinan komunitas LGBT akan mengagungkan lagu ini, yang tentunya akan bikin lagu anthem ini jadi percuma.

Ikuti Taylor Hosking di Twitter dan Instagram .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.