Penelitian Samsung Bikin Video Palsu Pakai Foto Wajah Seseorang Makin Mudah Saja
Cuplikan gambar via Samsung AI Center

Bahaya Nih, Bikin Video Palsu Pakai Foto Wajah Seseorang Makin Mudah Saja

Peneliti Samsung hanya butuh satu foto beresolusi tinggi untuk menciptakan video editan yang terasa realistis.
24.5.19

Para peneliti di Samsung AI Center, Moskow, baru saja menciptakan “gambar bergerak” menggunakan sedikit foto dalam beberapa modelnya.

Penelitian mereka yang bertajuk “Few-Shot Adversarial Learning of Realistic Neural Talking Head Models” diterbitkan pekan ini pada server preprint arXiv.

Peneliti menyebutnya few- and one-shot learning, yang mana model dapat dilatih menggunakan satu gambar saja untuk menciptakan gambar animasi meyakinkan. Hasilnya bakalan semakin sempurna kalau sumbernya ada banyak—bisa hanya delapan atau hingga 32 gambar.

Berhubung mereka hanya membutuhkan satu gambar sumber saja, peneliti mampu menghidupkan lukisan dan foto terkenal secara mengerikan. Fyodor Dostoevsky—yang menutup usia jauh sebelum tersedianya kamera motion picture—bisa bergerak dan berbicara dalam gambar hitam putih.

Lukisan Mona Lisa dapat menggerakkan mulut dan matanya sambil tersenyum kecil. Sementara itu, Salvador Dali tampak sedang menggerutu. Kumis Dali bergerak-gerak.

"Model kepala bergerak fotorealistik" ini dibuat menggunakan jaringan saraf convolutional. Mereka melatih algoritma pada dataset besar video bergerak dengan berbagai macam penampilan. Dalam studi ini, peneliti menggunakan database VoxCeleb yang tersedia untuk umum dan berisi lebih dari 7.000 gambar selebriti dari video YouTube.

Programnya dilatih agar bisa mengidentifikasi fitur “penanda” wajah, seperti mata, bentuk mulut, panjang dan bentuk pangkal hidung.

Dengan begitu, algoritmanya selangkah lebih maju daripada kemampuan deepfakes atau algoritma lain yang menggunakan jaringan adversarial generatif. Alih-alih mengajarkan algoritma menyalin satu wajah ke wajah lain pakai katalog ekspresi seseorang, peneliti menggunakan fitur umum wajah manusia yang akan dihidupkan ke wajah baru.

Dalam penelitiannya, mereka mengaku sudah mengetahui aplikasi pembentuk avatar wajah realistis dalam konferensi video, gaming, dan special effect (efek khusus). Akan tetapi, uncanny valley sering menghambat kita menerima penggunaan avatar wajah orang sungguhan secara luas. Peneliti berharap hasil ciptaan mereka bisa mengubah itu.

Teknologi baru ini tidak memerlukan banyak sumber, dan hasilnya “sempurna” benar-benar seperti asli. Manusia harus semakin waspada dengan apa yang mereka tonton di Internet.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard