Kalian Dibebaskan Main 23 Game Arcade Klasik di Museum Seru Ini

Pameran Museum of Moving Image di New York berusaha kembali menghidupkan suasana arena permainan video game ala dekade 80-an
30.5.17
Foto oleh Thanassi Karageorgiou. Semua foto dimuat seizin Museum of the Moving Image.

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Selama puncak kejayaan video game arcade dekade 80-an (di Indonesia kita lebih mengenalnya dengan sebutan keliru dingdong), setidaknya ada sekitar 10.000 pusat arcade di Amerika Serikat. Pusat-pusat permainan dan tempat remaja tanggung Amerika Serikat menghabiskan uang ini pada tahun 1982 mengumpulkan sekitar $8 miliar (setara Rp100 triliun) dalam bentuk uang recehan 25 sen dollar. Kalian bahkan belum lahir di era 1980-an? Atau tak cukup dewasa untuk paham betapa kerennya mesin video game arcade? Jangan berkecil hati. Demam dingdong masih bisa kalian cicipi melalui pameran interaktif yang dihelat di Museum of the Moving Image di Queens, New York.

Pameran yang diberi tajuk Video Arcade tersebut menyuguhkan 23 game dingdong klasik dari dekade 1980an, masing-masing game adalah edisi pertama. Game-game legendaris yang sudah jadi ikon budaya populer macam Pac-Man dan Frogger bisa dimainkan oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung pameran juga beroleh kesempatan untuk merasakan serunya bermain game-game dingdong yang tak begitu ternama alias obscure macam Galaxy Force II and Q*Bert. Seperti di era emas dingdong, pengunjung juga diharapkan membawa koin 25 sen supaya bisa bermain dingdong. Ada banyak mesin token yang tersebar di lahan pameran. Jadi, penonton bisa menikmati pameran—dalam hal ini bermain dingdong—sampai bekal koin 25 sen mereka ludes.

Mesin arcade game Donkey Kong/Frogger. Foto oleh Patrick Alvarado

Melalui keterangan pers yang diterima The Creators Project, tim kurator museum membeberkan proses kolaborasi mereka bersama para kolektor game independen, selama melakukan proses restorasi beberapa mesin arcade klasik. "Proses restorasi ini mencakup penggantian dan perbaikan komponen yang rusak, dan penggantian casis monitor asli. Casis yang asli, jikapun masih berfungsi sampai saat ini, tak akan stabil dan tak akan beres karena umurnya sudah tua."

Museum of Moving Image yang menjadi rumah bagi artefak sejarah film, televisi dan media digital sudah aktif mengoleksi video game sejak era 80-an. Sebagain koleksinya dipamerkan pada pameran video game pertamanya, Hot Circuits, yang dirilis pada 1989. Sampai hari ini, koleksi museum video game sudah mencapai angka 400-an artefak, merentang dari masa-masa awal kelahiran video game dekade 1970an hingga video game digital termutakhir yang beredar saat ini.

Out Run. Foto oleh: Thanassi Karageorgiou

Battlezone (1980). Foto: Daniel Love

Battlezone (1980). Foto: Thanassi Karageorgiou

Pameran Video Arcade di Museum of the Moving Image dibuka untuk umum sampai tanggal 15 Januari, 2018. Dapatkan detail informasi tentang pameran tersebut di tautan ini.