προπαγάνδα

Pemerintah Tiongkok Rilis Game Simulasi Menghajar Demonstran Hong Kong

Game ‘Fight the Traitors Together’ diduga berisi propaganda yang mengkriminalisasi gerakan pro-demokrasi anak muda Hong Kong.
9.12.19
Tangkapan layar dari game 'Fight the Traitors Together'​
Tangkapan layar dari game 'Fight the Traitors Together'. 

Media pro-pemerintah Cina Global Times melaporkan game Fight the Traitors Together baru saja diluncurkan. Dengan game ini, para pemain dapat menyerang dan memukuli pengunjuk rasa Hong Kong.

Pencipta gamenya belum diketahui, tetapi artikel Global Times menyiratkan ada unsur propaganda dalam Fight the Traitors Together. Jika dilihat dari media sosial Cina, hampir tak ada bukti orang memainkan game ini. Tak ayal game tersebut mempromosikan kekerasan dan sikap intoleransi terhadap demonstran Hong Kong.

Fight the Traitors Together dapat dimainkan lewat browser web dan HP. Dalam game ini, tokoh kartun aktivis Hong Kong seperti Joshua Wong dan Nathan Law menjadi sasaran serangan. Selain menampar, para pemain juga bisa memukul mereka dengan sandal dan pemukul bisbol. Ini agak bertentangan dengan kenyataan demonstrasi yang bergejolak di wilayah semi-otonom sejak Juni lalu.

Jutaan pengunjuk rasa awalnya turun ke jalan untuk menolak RUU Ekstradisi yang dicabut pada Oktober. Ada kekhawatiran RUU-nya dapat dimanfaatkan pemerintah komunis Cina yang otoriter untuk mengirim narapidana Hong Kong ke Cina daratan.

Iklan

Aksi massa malah makin menegangkan dan dipenuhi keluhan kebrutalan polisi. Demonstran terus berusaha menyingkirkan pengaruh politik Beijing di wilayah itu. Mereka juga menuntut pemilihan demokratis yang belum ada hasil sampai sekarang.

Dalam Fight the Traitors Together, narasinya dipelintir bahwa para demonstran adalah pembangkang “yang dibayar asing” untuk melakukan kekerasan.

Dikembangkan dengan Cocos Creator, aspek terburuk dari game ini adalah karakter kartun orang asing memberikan uang kepada pengunjuk rasa. Mereka menjanjikan bayaran besar bagi siapa saja yang berhasil membunuh polisi dan bunuh diri.

Fight the Traitors Together tak memiliki kredit pencipta dan dijalankan pada situs web mandiri. Game tersebut tampaknya tidak ada hubungan langsung dengan Partai Komunis Cina (PKC), meski media nasional dengan cepat melaporkan peluncurannya padahal belum ada pemain yang membahas game tersebut di Weibo.

Global Times rutin menyebarkan propaganda tentang kerusuhan Hong Kong. Mereka mengutip seorang pemain yang mengatakan, “Ulah para pengkhianat [Hong Kong] sangat menjengkelkan. Mereka mungkin bisa hidup bebas di dunia nyata, tetapi setidaknya mereka mendapatkan balasannya dalam game ini.”

Media nasional diawasi secara ketat oleh PKC. Pemerintah tak tanggung-tanggung memblokir situs web internasional dan menyensor informasi demo Hong Kong di media sosial Cina. Artikel Global Times menandakan adanya keinginan memutarbalikkan fakta tentang aksi massa pro-demokrasi tersebut, baik kepada dunia maupun penduduk di Cina daratan.

Follow Jamie Fullerton di Twitter. Baca semua tulisan Jamie di situsnya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.