Game Baru Ini Tampak Seperti Minecraft yang Dibikin dari Ribuan GIF

“GIPHY World,” sebuah proyek eksperimental baru dari direktori GIF internet, adalah cara baru dan seru untuk menggunakan GIF.
3.9.18

GIPHY, perusahaan tempat penyimpanan GIF tanpa akhir yang menyelamatkan kita dari kewajiban menyapa orang dengan “Hai” pada Tinder dan “selamat ulang tahun” pada pekerjaan Slack, menghabiskan banyak waktu membuat produk keren. Mereka melakukan pertunjukan seni GIF, screensavers, photo booths, dan banyak lagi. Eksperimen terbaru mereka adalah game video virtual reality di mana kita bisa menggunakan GIF untuk membangun dunia tak terbatas yang dapat disesuaikan. Ini seperti Minecraft tetapi dengan lebih dari satu miliar jenis blok berbeda untuk dipilih. Saya mencobanya awal minggu ini, dan itu sangat adiktif.

Game ini disebut GIPHY World. Ini seperti Tilt Brush untuk orang-orang yang online. Pemain dapat memilih salah satu dari tiga lokasi surealis sebagai kanvas: pulau yang indah, papan catur minimalis, atau tempat perkemahan berhutan. Kemudian, tambahkan saja GIF. Mulai dari momen ikonik hingga reaksi GIF dan lingkaran seni yang benar-benar di luar sana, bilah penelusuran adalah batasnya. Seluruh lanskap dapat diubah menjadi metropolis yang ramai, labirin jagung yang berkelok-kelok, atau kiamat bumi hangus. Aspirasi kreatif saya cenderung ke arah yang kedua.

Desainer Ralph Bishop memberi tahu saya bahwa ide untuk aplikasi yang memungkinkan orang menggambar dengan GIF ini berasal dari dua eksperimen VR GIPHY sebelumnya, Museum of GIF Art dan Sticker Time. “Itu tidak ada,” katanya, dan dia membutuhkannya untuk ada. GIPHY membiarkan dia bekerja sama dengan insinyur yang memimpin Planeta untuk membangun game ini, Laura Juo-Hsin Chen di New York. Sebagai perusahaan GIF, ada kepentingan GIPHY untuk menggembalakan format melalui lanskap teknologi yang berubah. “Jika kita dapat membawa GIF bersama dengan teknologi baru dan membuatnya tetap relevan—dan mengajak seniman-seniman untuk proyek ini—maka itu adalah tempat yang asyik,” kata Bishop.

Dia dan produser GIPHY, Jason Clarke, mengajari saya cara mencap, menyemprot, menggambar, dan memahat dengan GIF. Mereka mengajari saya bagaimana mengecilkan dan menumbuhkan tubuh saya untuk membuat GIF yang lebih besar dan lebih kecil, dan bagaimana menghancurkan kreasi saya menjadi terlupakan dengan palu digital. Intinya, mereka mengajari saya bagaimana menjadi dewa di surga tropis ini. Saya dapat menciptakan teman-teman yang tak terbatas untuk berpesta, menggambar struktur yang fantastis menjadi ada, dan menyalakan semuanya dengan api ketika saya selesai. Ada fitur kamera untuk mengambil foto selfie dengan karya kita, yang merupakan fitur yang harus disertakan setiap pengalaman VR. Fitur ini saja dapat memperkuat warisan GIPHY World, meskipun tidak begitu trippy dan menyenangkan untuk dimainkan. Ini adalah video saya mainan game.

Ketika saya menjelajahi alat-alat yang berbeda dan menjepret selfie GIF dengan asisten bot yang sangat intuitif, saya berharap saya bisa mencangkokkan wajah saya ke avatar yang licin dan tersenyum. Bishop mengatakan mereka berencana untuk mengembangkan fitur baru untuk GIPHY World setelah peluncuran, salah satunya mungkin kemampuan untuk mencangkokkan GIF secara langsung ke badan digital. Kemungkinan lain adalah versi smartphone dari aplikasi yang akan memungkinkan orang untuk mengeksplorasi kreasi mereka tanpa headset.

Saat demonya berakhir, saya dengan enggan mencopot headset dan menghapus kreasi saya dari memori komputer. Ini bikin nagih! Game ini rilis di Oculus Rift dan HTC Vive hari ini.