Kalau Kamu Percaya Sampul Album Perdana The Strokes adalah Lutut, Artinya Kamu Suci Banget

Kepribadianmu diukur dari apa yang kamu lihat pada sampul album 'Is This It'-nya The Strokes.
8.9.18
Sampul album The Strokes 'Is This It' 

Kamu udah pernah baca kan ya ulasan buku yang rada snob di koran Sunday Times tentang bagaimana orang yang memakai bahasa Inggris itu terbelah antara yang sudah membaca Lord of The Rings dengan yang belum? Kalau belum baca, ya enggak apa-apa juga. Enggak usah capek-capek langsung cari di internet, abaikan saja. Kamu juga masih bisa memahami keterbelahan publik musik akan perkara besar yang satu ini: bahwa mereka yang telah melihat sampul album The Strokes yang album Is This It pasti terbagi jadi dua kubu: yang pertama mengira lekukan tubuh itu adalah dan bokong dan yang kedua yang yakin betul itu lutut.

Rabu lalu, Guardian mewawancara Colin Lane, yang menjepret sampul album itu dengan mengajak perempuan yang kelak jadi pacarnya jadi model. “Pacarku waktu itu baru beres mandi ketika aku sedang main-main dengan Polaroid lensa besar yang kutemukan di gudang rumah orang tuaku,” kata Colin. Pacarnya lantas mengambil sarung tangan Chanel yang ia temukan sekenanya, lalu berpose mengikuti gaya ibu-ibu yang ada di iklan Asda. Dia membungkuk sedikit, lalu “Jepret,” tuas polaroid itu dipencet oleh Colin.

Setelah itu memang ada sesi pemotretan resmi dengan para personel The Strokes. Colin mengambil gambar mereka berpose di atap-atap apartemen New York yang syahdu, tapi tak satupun personel menyukai hasilnya. Ketika mereka membulak-balik portofolio Colin, dan melihat foto polaroid bokong dengan lekukan yang ambigu itu, mereka jatuh cinta seketika. Foto itulah yang dipilih untuk jadi sampul album pertama The Strokes: Is This It.

Colin sering diajak ikut dalam tur-tur the Strokes sepanjang 2001-2006. “Masih enggak habis pikir sih foto itu dipilih untuk jadi sampul album, yang mana album itu ternyata sangat penting untuk musik di era 2000-an awal,” kata Colin kepada Guardian. Kamu tahu hal apalagi yang bikin kita enggak habis pikir? Sebagian dari kita mungkin mengira itu sebenarnya tangan yang ditaruh di lutut yang sedang ditekuk. Bahkan masih sering kita temui komentar-komentar bernada enggak percaya yang bunyinya: “Itu beneran bokong perempuan?

Percaya enggak percaya, dulu saya ada di kubu yang meyakini itu adalah gambar lutut, dan keyakinan itu saya sebarkan ke orang-orang. Foto di CD yang saya punya agaknya sedikit di-crop, jadi saya makin yakin kalau itu lutut. Ternyata bukan, tengsin banget!” kata seseorang dalam kolom komen Guardian. Saya tergerak untuk menggelar survei kecil-kecilan di kantor, yang tentu saja jauh dari kesan saintifik, sekitar 12% dari orang-orang yang duduk dekat dengan saya percaya bahwa yang di sampul album itu adalah lutut.

Yang paling penting dari semua penjelasan itu adalah kamu sebenar-benarnya bisa membaca kepribadian orang dari apa yang ia lihat pada sampul album The Strokes. Seperti apa penjelasannya, simak dulu nih di bawah ini:

Kalau Kamu Percaya itu Adalah Bokong

Secara alamiah kamu membuat orang-orang di sekitarmu senang berada di dekatmu. Kamu jadi orang yang seperti itu sejak kecil, sejak umurmu baru sembilan tahun. Konsep batang gede yang bikin geger orang-orang belakang itu pasti bikin kamu ketawa-ketawa, dan berkata pada diri sendiri, “kalau ada yang punya, itu pasti kamu.”

Seumur-umur kamu diputusin, itu pasti karena kamu berselingkuh. Kamu pintar di sekolahan tanpa harus banyak berusaha, cukup cerdas untuk memperoleh nilai rata-rata. Orang-orang sering ngerasa gimana gitu kalau kontak mata sama kamu.

Kalau kamu kehilangan sesuatu yang sangat-sangat penting, seperti paspor atau kartu ATM, kamu enggak akan panik, malah ada orang yang tiba-tiba balikkin dan uang di ATM mu masih utuh. Kalau kamu seorang perempuan, kamu pasti bikin 90 persen pasanganmu orgasme di ranjang. Kalau kamu laki-laki, maka 60% saja sayangnya, tapi enggak apa-apa itu tetap keren. Kalau kamu laki-laki yang doyan laki-laki juga, maka angkanya naik jadi 96%.

Kesimpulan: kamu sering gonta-ganti pasangan. Tolong segera mulai terapi atau coba cara-cara lain untuk menghentikan kebiasaan itu.

Kalau Kamu Percaya itu Adalah Lutut:

Kenangan masa remajamu di antaranya adalah memanggang kue, naik gunung, atau menulis puisi yang enggak pernah kamu tunjukkan ke siapa-siapa. Kamu belum pernah nge-mute instastory siapapun sebelumnya. Eh, becanda deng. Yang jelas media sosial enggak begitu penting buatmu, selain twit-twit tentang resep kue atau laporan jurnalisme yang bermutu.

Sekarang kamu umur 27 danmasih jago bikin kue. Kamu menganggap plang jalan yang melarang orang untuk nyetir sehabis minum adalah sebuah perintah yang harus banget ditaati. Kamu sering bilang ke orang-orang bahwa keputusanmu enggak ngedugem selama dua bulan terakhir adalah keputusan terbaik yang pernah kamu ambil seumur hidup. Kamu punya properti dan tabungan bejibun dan menargetkan segera punya rumah. Terakhir, kamu enggak pernah benar-benar memerhatikan lutut dengan seksama.