Teori Konspirasi

Menemui Penganut Kepercayaan Inti Bumi Dihuni Alien Mirip Manusia

Semakin aku mendalami teori 'Bumi Kosong' ini, semakin aku sadar ada banyak orang yang jadi pengikutnya.
29.6.17
Foto ilustrasi via Flickr.

Siapa sih yang enggak suka baca teori konspirasi? Tapi, aku nggak sedang membahas tentang teori-teori ngebosenin macam pemerintah antek illuminati yang hendak menguasai dunia atau Bigfoot. Yang sedang aku gandrungi saat ini adalah teori Hollow Earth (Bumi Kosong). Setelah menemukan bahwa teori sekonyol ini benar-benar ada, sebenarnya ketertarikan untuk menggali segala informasi tentang teori ini sudah muncul. Tapi baru setelah aku bener-bener merisetnya, aku baru tahu kalau penganut teori ini bikin semacam grup yang isinya mereka-mereka yang menyangkal klaim ilmiah—yang tentunya udah dibuktikan—bahwa enggak ada alien canggih di Bumi ini. Malah, ada beberapa buku tentang bumi yang melompong. Banyak juga website yang dibikin untuk mewartakan fakta-fakta tentang Hollow Earth. Dan, enggak tanggung-tanggung, ada komunitas yang bernama I.S.C.E. (International Society for a Complete Earth) dari Kota Ontario yang sudah menggelar kongres pertamanya di Amerika Serikat (ngasih tahu aja, barangkali kalian tertarik).

Iklan

Beberapa orang telah mempercayai keberadaan koloni subterranean sejak dahulu kala. Salah satu orang yang ketahuan menganut kepercayaan macam ini adalah seorang pria bernama John Symmmes. Guna membuktikan keyakinnya, Symmes sempat berencana membawa satu tim "peneliti" ke kutub utara mencari lorong menuju lokasi yang dia percaya sebagai pusat Bumi. Walau ekspedisi ini enggak pernah terwujud, penganut kepercayaan Hollow Earth menghormatinya dengan memberi nama lubang yang diperkirakan benar-benar ada di kutub utara sebagai "Symmes's Hole."

Lubang Symmes, foto via Wikimedia.

Pada tahun 1947, pernyataan tentang Hollow Earth muncul pertama kali dari seorang Laksamana Amerika Serikat Richard E. Byrd. Dia sukses terbang melintasi kutub utara. Byrd dikutip mengatakan bahwa kutub utara adalah "tanah yang penuh misteri". pernyataan ini bagi kita kedengerannya biasa saja, tapi tidak bagi penganut kepercayaan Hollow Earth. Bagi mereka, pernyataan Byrd diartikan sebagai pengakuan akan bumi yang melompong dan berisi alien.

Ngomong-ngomong, setelah menggali semua informasi tentang Hollow Earth, saya masih penasaran bagaimana bentuk kehidupan di inti bumi kita dan kenapa orang-orang ini percaya kehidupan pertama kali di Bumi awalnya dari sana. Daripada mati penasaran, saya menghubungi Dianne Robbins, penulis Messages From Hollow Earth dan Telos, dua buku berdasarkan hasil percakapannya dengan humanoid penghuni Hollow Earth. Harapannya sih sederhana saja: saya bisa lebih memahami kepercayaan unik ini.

Iklan

: perlu diingat, ini bukan teori. Bumi memang nyatanya kosong di bagian dalamnya dan di tengahnya ada sebuah matahari yang tetap berada di posisinya karena ditahan oleh gaya gravitasi bumi. Semua planet juga kosong melompong seperti bumi dan punya matahari di dalamnya. Daratan dalam bumi yang melompong lebih luas dari lautan. Sejatinya, Bumi memang diciptakan seperti ini. Arah gravitasi Bumi berubah setelah kita masuk sejauh 643km menuju inti bumi. Jadi, kamu berdiri seperti ini sekarang, hal yang sama terjadi kalau kamu berada di pusat bumi. Lantaran gravitasi yang sama, kamu juga akan berdiri di atas permukaan bumi di sana.

VICE: Bisa ceritakan lebih jauh inti teori Hollow Earth?

Dianne Robbins

Wow, keren. Bukumu membahas banyak tentang tempat di pusat Bumi bernama Agartha. Kalau boleh tahu, Agartha itu seperti apa dan bagaimana makhluk apa yang tinggal di sana?
Agartha adalah jaringan 100 kota subterranean. Jumlah totalnya 120 kota. Telos merupakan salah satu kota tersebut. Kota-kota subterrean lainnya di Agartha mirip-mirip lah dnegan Telos. Kalau sudah baca bukuku, Telos, kamu pasti mengerti jaringan Telos. Yang tinggal di Agartha adalah manusa seperti kita. Tapi mereka hidup dengan damai dan sengaja mengisolasi diri mereka sendiri. Lewat cara ini, mereka bisa hidup kekal. Alasannya karena kamu hanya bisa berevolusi jika hidup dengan damai. Makanya, kita oleh mereka di isolasi di atas permukaan Bumi.

Patung Laksmana Richard E. Byrd. Foto via Flickr.

Kamu pernah ngobrol secara langsung dengan mereka?
Tentu, aku bisa telepati. Semua pesan yang aku terima didikte langsung oleh Amada, biarawan tertinggi di Telos. Semua pesan ini bisa kamu baca di bukuku. Aku juga mendapatkan pesan langus dari Mikos. Semua yang disampaikannya padaku bisa dibaca di buku Messages From Hollow Earth. Jadi, aku memang terus berkomunikasi lewat telepati dengan mereka.

Menarik, bagaimana awalnya kamu menerima pesan penghuni bawah tanah? Apa pesan-pesan ini datangnya acak?
Ya seperti kita ngomong sekarang ini. Aku mendengarnya kata per kata seperti. Enggak ada yang aku ubah redaksionalnya. Iya sih, aku menambahkan tanda baca dan membaginya jadi beberapa paragraf, tapi semuanya sama seperti yang aku dengar. Malah, pesan-pesan itu langsung ditulis ketika aku mendengarnya. Ketika aku dalam proses penulisan buku, pesan-pesan ini datangnya datang sepanjang satu jam dalam sehari. Tapi itu karena kami janjian dulu. Jadi merekatahu kalau aku siap menerimanya.

Iklan

Mereka kayaknya terorganisasi sekali ya, mereka ramah enggak sih?
Mereka sama seperti kita cuma sudah jauh berevolusi. Secara fisik, mereka manusia biasa cuma kemampuan otaknya jauh lebih berkembang jadi bisa lebih awas.

Kenapa mereka memilih tinggal di dalam inti Bumi?
Karena di sana pemandangannya elok, hampir seperti surga. Di dalam sana, apa yang kita inginkan ada dari mulai udara dan air yang bersih. Enggak ada yang namanya dualitas kualitas. Bahkan air di sana punya kesadaran. Pokoknya, semuanya sempurna lah.

Mereka ini makhluk alien penghuni bumi atau datang dari luar Bumi?
Mereka datang dari sistem bintang lain. Semua spesies dan makhluk di Bumi datangnya dari planet lain. Setelah Bumi terbentuk, mereka baru datang ke sini.

Bisakah kita bilang penduduk Hollow Earth jauh lebih maju dari kita dalam bindang sains, mental dan spiritual? Apa sih yang membedakan kita dengan mereka?
Mereka punya semua yang kita enggak punya. Mereka punya semacam mata batin. Mereka bisa melihat titik mana pun di planet ini, mungkin seperti kalau kamu melihat jauh dengan teropong. Mata mereka bisa menyesuaikan diri di dalam inti bumi atau dalam permukaan Bumi. Saban kali mereka mengirim pesan padaku, mata mereka menatap mataku. Mereka punya samacam dermaga pesawat luar angkasa. Kapal-kapal luar angkasa yang mendarat di sana tak mengeluarkan suara. Dermaga itu bisa diakses lewat kutub utara dan selatan. Penduduk Agartha bisa pergi meninggalkan bumi dan melancong ke bagian mana pun di galaksi yang mereka inginkan. Mereka punya sistem transportasi yang bersih dan gratis. Salah satu alat transportasi mereka mirip seperti mobil salju kecil yang melayang, tak menimbulkan suara apalagi polusi. Kerennya lagi, mobil kecil ini tak perlu bahan bakar.

Iklan

Mereka juga punya air minum murni dan samudra yang punya kesadaran. Mereka akan bisa tenggelam di lautan di sana karena hati mereka sudah menyatu dengan lautan. Penduduk Agartha bisa bernafas di dalam air dan mereka tak pernah membunuh satupun makhluk di lautan. Mereka bisa berkomunikasi dengan beragam kehidupan di lautan lewat telepati.

Bagian mobil salju tadi kedengarannya keren. Tapi, sebentar deh, kalau kita hancurkan kerak bumi, bakal ada dampaknya enggak dengan inti bumi dan penduduknya
Sepertinya sih tidak, tapi dampaknya mungkin terasa sampai beberapa kilometer ke bawah. Yang paling merasakannya adalah kerajaan elemental yang ada di bawah permukaan bumi. Perusakan kerak Bumi akan mempengaruhi batu-batu mulia, emas dan berlian yang dibentuk di bawah permukaan Bumi. yang juga bakal kena dampaknya adakah semburan gas yang menjaga letak lempeng tektonik. Minyak dan gas sebenarnya dikenal sebagai "cahaya cair" dan memiliki fungsi untuk menjaga lempeng tektonik di tempatnya. Semestinya, jika lempeng-lempeng tektonik bergeser, tak ada benturan antara satu sama lain—yang bisa menimbulkan gempa bumi. Gempa bumi tak sering terjadi karena memang ada pelumas di antara lempengan tektonik. Intinya sih, apapun yang kita kerja di permukaan bumi akan berpengaruh di bawah sana. Seperti kalau ada bom yang meledak, getarannya akan merembet ke seluruh penjuru Bumi. Setiap tanaman, makhluk hidup dan elemen di planet ini bisa merasakannya.

Beberapa orang percaya bahwa Hitler kabur ke dalam bumi akhir Perang Dunia II. menurutmu desas-desus ini ada benarnya atau tidak?
Kalau menurut yang aku sudah baca sh begitu. Aku sih belum secara langsung menerima informasi tentang hal ini. Yang pasti sih, aku tahu kalau Hitler tahu tentang Hollow Earth dan tentara Nazi memang pergi ke arah kutub selatan setelah PD II. tapi, biar lebih pasti aku tanya dulu ya.

Masa? Harusnya ini jadi pertanyaan pertamaku. Ngomong-ngomong manusia sudah berkali-kali mengunjungi kutub utara dan selatan, tapi hanya beberapa orang mengaku melihat lubang-lubang ke pusat Bumi, mungkin enggak kalau lubang-lubang ini bakal bisa dilihat lewat foto satelit?
jelas , lubang-lubang itu bakal terlihat lewat foto satelit. Tapi, NASA bakal merahasiakannya. Sebenarnya jalan masuk itu sangat besar tapi dilindungi medan energi supaya tak gampang ditemukan tapi keberadaannya tetap bakal kelihatan kok di foto satelit. Aku sudah pernah lihat banyak foto satelit dan menemukan lubang-lubang itu. Sayangnya foto macam ini pasti dirahasiakan oleh NASA. Intinya sih, kamu bisa menemukan lubang-lubang itu di kutub utara dan selatan.

Ada jalan masuk lainnya?
Sepertinya tidak. Ada banyak terowongan dan jalan masuk di seluruh penjuru planet in tapi semuanya telah disamarkan. Mereka tak ingin kita masuk ke sana, karena Agartha adalah rumah mereka.

Kamu tahu kan kalau semua ini kedengarnnya enggak masuk akal bagi banyak orang. Apa sih yang kamu katakan ke orang yang enggak percaya konsep Hollow Earth?
Aku enggak ngomong apapun. Aku kan enggak punya tugas untuk menyakinkan semua orang, kamu cuma perlu keyakinan dalam batinmu. Semua mungkin terjadi di dunia ini. Aku enggak pernah berusaha menyakinkan orang dan kalau ada yang tak percaya teori ini, aku diam saja kok. Baru kalau ada yang penasaran, aku jawab pertanyaan mereka. Beberapa orang memiliki sistem kepercayaan yang diprogram untuk membuat mereka percaya bahwa kita adalah satu-satunya makhluk hidup di semesta ini. Aku sih enggak peduli dengan mereka. Orang-orang macam ini tak awas dengan dunia di sekitar kita. Pertanyaan terakhir, adakah pesan dari penduduk Hollow Earth untuk umat manusia?
Ya, hentikan perang dan hiduplah dalam kedamaian. Sebab hanya dalam damailah kita bisa berevolusi. Semua penduduk di pusat bumi sudah siap pindah ke dimensi yang lebih tinggi. Mereka menunggu kita yang hidup di permukaan Bumi agar kita bisa pindah bersama mereka. Mereka menunggu kita dan kita hanya bisa menyusul mereka jika kita memiliki pikiran damai.