The VICE Guide to Right Now

Season Baru 'Game of Thrones' Bikin Layanan Streaming Banyak Negara Ambyar

Tak sedikit fans kecewa. Mereka dihalang-halangi nonton via VPN/Torrent, giliran sudah pakai layanan streaming legal eh malah kena gangguan.
18.7.17
Cuplikan adegan via HBO

Layanan streaming televisi yang legal itu ribet, tidak cuma di Indonesia. Ambil contoh Australia. Televisi free-to-air di Negeri Kanguru pasti lelet banget mengimpor program-program yang sedang populer di Amerika Serikat dan Inggris. Apalagi kalau kita bicara semua produksi HBO, serta serialnya yang ngetop banget: Game of Thrones (GoT). Jangan berharap gampang deh nontonnya.

Di Indonesia, satu-satunya pilihan legal saat ini adalah berlangganan TV satelit/kabel kalau ingin nonton episode baru GoT di season ke-7, yang biaya bulanannya tak bisa dibilang murah. Tapi jelek-jelek begini, nasib penonton Indonesia lebih baik daripada warga Australia yang hanya punya pilihan nonton GoT via Foxtel—layanan streaming legal—dengan biaya $100 per bulan. Itupun, kemarin pada tayangan perdana season baru, banyak orang gigit jari. Proses streaming berulang kali crash di tengah siaran. Otoritas Internet Australia sangat ketat menghalangi orang mengakses Torrent.

Jaringan Foxtel meminta maaf secara terbuka lewat akun Facebook resmi mereka. "Akibat permintaan yang luar biasa banyak, kami mengalami masalah dengan layanan online kami malam ini."

Ternyata bukan cuma Foxtel yang gigit jari. Dari data si penyedia layanan streaming, gangguan teknis juga terjadi di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Banyak penonton saluran streaming legal mengalami persoalan ketika ingin menyaksikan GoT. Kemarahan pun disuarakan di Twitter. Gangguan ini bisa dibilang pukulan menyakitkan bagi orang-orang yang sudah menyisihkan uang tak sedikit—sambil berusaha tidak tergoda VPN/Torrent—demi menonton drama tentang naga dan orang yang berebut kekuasaan. Situs HBO.com saja, sebagai pembuat serial ini, ikut down dan sempat sulit diakses beberapa jam kemarin. "HBO melaporkan masalah teknis yang terjadi akibat membludaknya akses streaming sehingga menimbulkan masalah teknis."

Belum ada laporan berapa orang yang menonton episode perdana Season ke-7 GoT. Sebagai perbandingan, awal season enam tahun lalu ditonton 10,7 juta orang (secara legal) dari seluruh dunia, merujuk laporan Fortune. Sementara orang yang mendownload ilegal via Torrent pada 2016 demi episode perdana season baru Game of Thrones mencapai lebih dari 1 juta orang.

Game of Thrones adalah fenomena televisi yang selama lima tahun belakangan sukses menarik puluhan jutaan penonton dari berbagai demografi. Setelah enam musim yang sukses, sungguh mengejutkan bila HBO dan mitra penyedia jaringan streaming online di berbagai negara masih saja gagal memprediksi kemungkinan lonjakan penonton di episode perdana season baru. Kalau layanan streaming legal mengecewakan kayak gini, yah siap-siap saja mencari alternatif lain. Apa itu? Saya tidak bisa bilang secara terbuka. Tapi, ssttt, intinya tidak melibatkan layanan berbayar dan kreatif memanfaatkan internet demi memuaskan ambisi kita menonton acara televisi terpopuler sedunia.