Menengok Teleskop Radio Raksasa Pencari Alien di Cina
Sudahkah Kalian Tahu?

Menengok Teleskop Radio Raksasa Pencari Alien di Cina

Teleskop FAST selebar 500 meter mengubah provinsi kecil di Cina menjadi pusat pencarian kehidupan makhluk luar angkasa. Benarkah teleskop ini benar-benar bisa menangkap sinyal alien?
12.7.17

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Sekilas, teleskop metal berbentuk mangkok ini menyerupai sebuah wok.

"Wah keren banget. Saya belum pernah melihat wajan logam sebesar ini," kata Mr. Fu, seorang pekerja barang persediaan militer berumur 60 tahun sambil berdiri di atas sebuah platform kayu sambil melihat Teleskop Berbentuk Bulat seluas 500 meter, biasa disebut FAST, di jantung pedesaan Cina, Provinsi Guizhou.

Iklan

"Sesuai dengan reputasinya lah," tambahnya seiring hujan mulai membasahi kacamatanya.

Mr. Fu adalah salah satu dari 50 turis berpayung yang sedang mengagumi FAST di satu hari di bulan Mei. Teleskop ini didesain untuk membantu mengeksplor dan memetakan ruang angkasa dan mencari pesan dari alien seiring meningkatnya ambisi Pemerintah Cina mengeksplorasi luar angkasa.

"Saya ingin bertanya ke alien seperti apa sih planet mereka," kata Mr. Fu sambil menyeka kacamatanya agar bisa melihat teleskop dengan lebih jelas. "Tapi saya gak bisa ngebayangin alien kayak apa ya bentuknya."

Tidak jauh dari situ, Liu Qingwen, seorang bocah lelaki berumur 10 tahun dari Guiyang, ibukota Guizhou memiliki pendapat yang berbeda soal interaksi dengan alein. "Saya mah gak mau ngobrol sama alien," kata Liu malu-malu. "Mereka itu musuh manusia."

Pusat Teleskop. Foto: Matjaz Tancic

Menurut display museum astronomi, panel metal terakhir FAST dipasang awal Juli 2016, menandai akhir dari masa konstruksi (biarpun pengumuman resminya baru dilakukan di bulan September). Teleskop radio ini masih butuh waktu bertahun-tahun sebelum bisa operasional seutuhnya, tapi bentuknya yang luar biasa sudah menangkap perhatian dunia internasional. Selebar 500 meter, FAST adalah teleskop radio terbesar di dunia, melampaui teleskop terbesar kedua: Arecibo Observatory di Puerto Rico milik AS yang lebarnya 305 meter.

FAST memang pemandangan yang luar biasa. Dibangun dalam 5 tahun, kabarnya pemerintah Cina mengucurkan dana pembangunan Rp2,4 trilliun biarpun ada spekulasi bahwa biaya sesungguhnya lebih tinggi. Untuk bisa menuju fasilitas ini, anda harus melewati gerombolan petani setempat yang sedang menggiring sapi di sepanjang daerah Pingtang, daerah pedesaan di Guizhou yang memiliki pemandangan hijau yang menawan. Jalanan akses baru saja diaspal dan dikelilingi oleh pembangunan pompa bensin dan pusat turis bertemakan roket luar angkasa.

Semua alat elektronik tak boleh diaktifkan dalam jarak 5 kilometer dari teleskop. Semua wajib disimpan di loker. Foto: Matjaz Tancic

Secara kontroversial, sekitar 9.000 penduduk lokal digusur demi pembangunan zona bebas manusia di sekitar FAST guna mencegah intervensi dari alat elektronik. Semua pengunjung diminta meninggalkan peralatan elektronik sebelum memasuki zona FAST. Daerah tersebut dipilih karena populasi penduduknya yang rendah dan formasi pegunungan yang menyerupai lokasi astronomi ultra-sensitif macam Green Bank Telescope di West Virginia yang juga melarang penggunaan ponsel dan radio.

Petugas kebersihan melewati ruang interaktif museum FAST. Foto: Matjaz Tancic

Seorang petugas yang bekerja di dekat loket tiket FAST mengatakan bahwa kebijakan relokasi mendapat sambutan yang bermacam-macam dari penduduk setempat. Banyak generasi muda menyambut prospek lapangan kerja baru yang dibawa FAST, namun banyak generasi tua yang sedih karena harus meninggalkan rumah keluarga yang sudah berdiri sejak lama.

Petani setempat menggembalakan kerbau di jalanan Desa Pingtang, dekat teleskop FAST. Foto: Matjaz Tancic

Di berbagai penjuru Cina, prospek FAST menemukan alien telah menimbulkan banyak antusiasme, didorong oleh museum astronomi besar yang dibangun di dekat FAST, menampilkan patung alien humanoid berkepala bulat. "Alien mungkin sudah berusaha mengirim pesan ke manusia selama beberapa dekade, tapi kitanya aja yang gagal menerima," berikut pernyataan yang tertera di sepanjang museum.

Tapi begitu nanti FAST beroperasi sepenuhnya, seberapa besar sih kemungkinan teleskop radio ini benar-benar bisa menerima pesan dari alien?


"Ayah" dari teleskop ini, Nan Rendong, kepala ilmuwan FAST tidak malu-malu menyerukan semangat akan hasil kreasinya. "Sebagai teleskop terbesar dunia yang berada di lokasi minim gelombang radio, kontribusi FAST terhadap dunia sains astronomi akan luar biasa dan merevolusi area sains yang lain," ujarnya saat diwawancarai Xinhua pada 2016.

Banyak ahli setuju bahwa pernyataan Nan memang bisa dibenarkan. Dia menargetkan penemuan 1.000 pulsar baru; mempelajari bintang-bintang ini dapat memberikan informasi seputar exoplanet (planet di luar tata surya), jarak di luar angkasa dan fenomena seperti lubang hitam dan lainnya. Apabila ini berhasil dicapai, kontribusinya luar biasa besar terhadap 2.500 pulsar yang sejauh ini sudah ditemukan.

Iklan

"Setiap kali ada peningkatan jumlah pulsar yang ditemukan, selalu ada fenomena baru yang terkuak," jelas Dick Manchester, seorang astronomer radio di Australia's Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation ke Motherboard. "Target menemukan 1.000 pulsar itu realistis kok. Menemukan pulsar dalam jumlah banyak seperti itu sudah pasti akan menyingkap banyak obyek-obyek yang tidak terduga."

Turis memandang salah satu fitur interaktif museum FAST. Foto: Matjaz Tancic

Manchester mengatakan bahwa menemukan pulsar yang mengorbitkan lubang hitam akan menjadi penemuan yang signifikan dan memberi kita jawaban seputar entiti misterious tersebut. Memonitor pulsar juga dapat membantu kita mengkonfirmasi dan menjelaskan eksistensi materi gelap, materi yang diduga banyak ilmuwan merupakan bagian penting dari alam semesta. FAST juga akan menyelidika gelombang gravitasi, semacam "riak" di medan luar angkasa yang disebabkan oleh obyek berkecepatan tinggi. Teleskop radio ini juga akan mencari ledakan cepat radio di langit, semacam denyut radio pendek tanpa sumber jelas yang menarik perhatian para ahli astronomi.

Namun kalau ngomongin kemampuan FAST, orang paling bersemangat tentang potensinya menerima pesan dari alien. Peng Bo, kepala dari Badan Observasi Astronomi Nasional Cina mengklaim bahwa "Potensi FAST untuk menemukan peradaban alien 5 hingga 10 kali lebih tinggi dibanding peralatan yang ada saat ini karena FAST dapat melihat planet yang lebih jauh dan lebih gelap."

Iklan

Douglas Vakoch, president dari METI International, organisasi yang bertugas berusaha menghubungi alien mengatakan ke Motherboard bahwa usaha FAST dalam bidang ini tidak akan hanya semata pasif menunggu pesan "Halo manusia!" dari para alien. Teleskop radio tersebut akan membantu usaha pemetaan distribusi hidrogen di Bima Saktu dan galaksi terdekat lainnya mengingat bentuk hidrogen bisa menjadi indikator bagi planet yang layak ditinggali.

Vakoch menambahkan bahwa limitasi dari teknologi radio saat ini berarti sinyal radio dari peradaban alien baru bisa terdeteksi FAST apabila sinyal tersebut kuat dan dikirim memang untuk membuka komunikasi dan bukan sekedar sinyal random dari radio atau peralatan TV.

"FAST baru bisa menerima sinyal yang kuat, sesuatu yang memiliki banyak energi di media pembawanya," jelasnya. "Semacam suar antar bintang yang mengatakan: Kami disini lho."

Memang seru mencoba menemukan alien menggunakan teleskop radio besar, tapi apabila memang ada kehidupan lain selain di Bumi, memangnya kita berbicara dengan bahasa yang sama? Emangnya mereka punya teknologi untuk mengirim pesan radio ke kita? Kalaupun ada, tujuannya apa?


Banyak faktor yang harus mendukung agar FAST bisa menerima pesan berarti dari peradaban alien. Namun tetap saja banyak ilmuwan percaya bahwa kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi lumayan tinggi. Manchester bahkan mengatakan bahwa kemungkinan ini "sudah hampir pasti."

"Probabilitas bahwa hanya Bumi yang memiliki kehidupan sangatlah rendah. Tidak ada yang spesial tentang evolusi kehidupan di sini. Tapi jarak di luar angkasa memang sangat jauh, jadi kemungkinan untuk bisa berkomunikasi dengan makhluk lain [bolak balik] itu sangat kecil dan hampir tidak mungkin."

Iklan

Tidak hanya pencipta FAST yang percaya bahwa kemungkinan kecil ini layak dicoba. Bilyuner asal Rusia, Yuri Milner telah menghabiskan Rp1,3 trilliun untuk Breakthrough Listen, sebuah proyek eksplorasi antar bintang yang juga mencari sinyal radio dari alien.

Villager at local market shows off a photo of the dish. Photo: Matjaz Tancic

Manchester dan Vakoch mengatakan apabila memang ada kehidupan lain di atas sana, maka kemungkinan besar mereka memiliki teknologi yang jauh lebih canggih dari manusia. Jadi mestinya mereka dengan mudah bisa mengirim sinyal radio, dan mungkin sudah tahu tentang peradaban manusia di planet Bumi.

"Peradaban manusia baru berevolusi selama puluhan ribu tahun," kata Manchester. "Peradaban lain mungkin saja sudah berevolusi selama miliaran tahun lamanya. Sudah pasti peradaban lain yang kita temukan akan jauh lebih maju dari manusia. Sejarah evolusi manusia masih sangat muda."

Menurut Vakoch, apabila peradaban alien 300 tahun lebih maju dibanding manusia dalam hal pengembangan teknologi, maka kemampuan komunikasi mereka pasti sudah sangat canggih dan sulit kita mengerti.

"Peradaban lain mungkin saja sudah berevolusi selama milyaran tahun lamanya. Sudah pasti peradaban lain yang kita temukan akan jauh lebih maju dari manusia."

Lalu sebesar apa peluang alien super canggih ini mengontak manusia lewat FAST? Vakoch mengatakan biarpun peluangnya kecil, banyak penemuan astronomi di masa lalu juga dulunya terasa tidak mungkin.

Misalnya, setelah pulsar ditemukan di 1967 mereka diberi nama LGM (kependekan dari "little green men") karena ahli astronomi sebelumnya belum pernah menemukan obyek asing yang bisa berdetak secara reguler. Exoplanet pertama ditemukan di 1992 dan sekarang banyak exoplanet yang berpotensi bisa menyokong kehidupan. FAST sudah pasti akan menambah pembendaharaan ilmu astronomi.

Iklan

So, what are the odds of these potentially super-advanced aliens making contact through FAST? Vakoch said that although it feels like a long shot, many previous astronomical discoveries also once seemed improbable.

For example, after pulsars were discovered in 1967 they were nicknamed LGM (short for "little green men") because astronomers had never before observed anything not created by humans that pulsed with such regularity. The first exoplanet was discovered in 1992, and now many exoplanets that are potentially able to sustain life have been documented. FAST is almost certain to add richly to the timeline of astronomy.

Teleskop di balkon hotel dekat kawasan FAST. Foto: Matjaz Tancic

"Kita harus optimis dong. Semua hasil penemuan manusia itu menunjukkan bahwa kemungkinan besar ada kehidupan lain di luar sana," kata Vakoch. "Tapi kita bahkan belum punya satu bukti pun bahwa ada bakteria di luar angkasa."

Seorang turis berumur 46 tahun yang mengenalkan diri di museum astronomi FAST sebagai Mr Yu malah lebih yakin lagi.

"Kayaknya teleskop radionya bakal menemukan alien deh," sebutnya, berdiri di dekat display yang menampilkan sosok alien abu-abu yang menyeringai . "FAST merupakan terobosan dalam dunia eksplorasi alam semesta. Saya ingin menyambut alien dan membahas asal usul kehidupan manusia dan evolusi dengan mereka. Saya ingin tahu kita itu dari mana dan kita mengarah ke mana sebetulnya."