Persoalan Rumah

Pemerintah Jepang Bagi-Bagikan Rumah Kosong Buat Warga Agar Tak Terjadi Krisis

Delapan juta rumah kosong yang tersebar di seluruh Jepang dijual dengan harga sangat murah. Banyak penduduk jompo masuk panti, rumahnya pun terbengkalai.
5.12.18
Rumah tradisional Jepang
Foto ilustrasi via Wikimedia user Cy21, CC licence 3.0

Kalian anak muda yang enggak punya cukup uang untuk beli rumah? Pindah ke Jepang saja. Kalian bebas makan sushi kapan pun kalian mau di sana. Udaranya juga bersih. Ditambah lagi, kalian bisa dapat rumah gratis. Kurang enak apalagi coba?

Insider melaporkan bahwa jumlah rumah kosong yang dijual di database online bernama “akiya banks” — “akiya” berarti “rumah kosong” — semakin meningkat. Ribuan rumah yang kondisinya masih bagus dijual sangat murah, sebagian bahkan scuma-cuma. Harga rumah di salah satu database akiya tidak lebih dari 30 juta Yen. Sementara itu, ada juga properti yang terdaftar “gratis transfer”. Kalian hanya perlu bayar pajak dan komisi ke agen untuk memiliki rumah “gratis” itu.

Iklan

Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menangani krisis perumahan yang unik di Jepang. The Japan Times mewartakan bahwa laporan pemerintah pada 2013 menemukan lebih dari delapan juta rumah yang terbengkalai di seluruh Jepang. Kebanyakan rumah tersebut berada di daerah-daerah dan pinggiran kota-kota besar. Fujitsu Research Institute telah memproyeksikan bahwa jumlahnya akan melebihi 20 juta pada 2033—melibatkan hampir sepertiga rumah di Jepang.

Bertambahnya rumah kosong ini disebabkan populasi Jepang yang menua. Rumah-rumahnya terbengkalai karena pemiliknya sudah meninggal atau pindah ke panti jompo. Jumlah generasi muda di Jepang belum cukup untuk mengisi kekosongan tersebut. Parahnya lagi, banyak anak muda Jepang saat ini tak kunjung mau berkeluarga.

Selain itu, ada juga faktor takhayul. Budaya Jepang meyakini kalau rumah yang dipenuhi tragedi seperti bunuh diri, pembunuhan, atau kematian bisa membawa kesialan. Akibatnya, rumah-rumah kosong tersebut semakin sulit untuk dijual. Dalam beberapa kasus, pemerintah sampai menawarkan subsidi bagi pemilik baru dan bersedia merenovasi bangunan lama. Dalam kasus lain, menurut blog properti Jepang Rethink Tokyo, rumahnya baru dikatakan “gratis” dan menjadi milikmu seutuhnya setelah disewa selama beberapa tahun.

Tawarannya sih memang menarik, tapi masalah akiya di Jepang diprediksi malah akan memburuk. Dengan pasokan yang tinggi dan permintaan yang rendah, harga yang ditawakan bakal semakin turun.

Follow Gavin di Twitter atau Instagram

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Australia.