FYI.

This story is over 5 years old.

hari belanja online

Alasan Buat Orang Cupet Supaya Enggak Usah Ikutan Harbolnas

Apalagi kalau kalian kemarin mendukung petisi menolak iklan Blackpink, hhe....
Ilustrasi harbolnas
Ilustrasi oleh Ilyas Rivani

Saya mau bahas soal 212… atau yang biasa kita kenal dengan Harbolnas!

Tanggal 12 Desember adalah hari di mana banyak orang Indonesia dimanjakan berbagai situs e-commerce yang memotong harga jualnya besar-besaran. Ada yang benar-benar diskon habis-habisan jauh dari harga jual tanpa diskon di pasaran. Ada juga barang yang gembar-gembor diskon 70 persen padahal harganya sama saja dengan harga pasaran. Intinya sih riset dulu harga sebelum kena euforia diskon tahunan.

Iklan

Diskon besar-besaran di situs e-commerce ini rutin terjadi sejak lima tahun lalu. Saat itu berbagai e-commerce meluncurkan gagasan satu hari di mana mereka mengadakan diskon besar-besaran. Konon tujuannya untuk mengedukasi masyarakat soal kultur belanja online yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Sejak saat itu agenda ini menjadi ajang rutin tahunan yang ditunggu-tunggu online shopper di Indonesia.

Promosi besar-besaran pun digalakan hampir semua situs e-commerce di Indonesia. Mulai dari memasang iklan-iklan yang ganggu banget dan muncul manasuka di browsermu, hingga mendapuk selebriti mancanegara macam Blackpink membintangi iklan promosi Harbolnas mereka. Ya ajang tahunan ini memang marak perayaan buat mereka yang punya akses internet dan punya uang buat belanja. Namun satu.. Satu jenis orang yang sebaiknya tidak perlu ikut-ikutan semarak Harbolnas, yakni mereka wahai orang-orang cupet.

Berikut adalah alasan mengapa orang-orang cupet sebaiknya enggak perlu ikutan Harbolnas. Ini bukan larangan ya, saya hanya sekedar mengingatkan…

BUDAYA BARAT

Hari Belanja Online Nasional dimulai 12 Desember 2012, tepatnya 12-12-12. Acara ini diikuti oleh ratusan marketplace di Indonesia. Lazada, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan BliBli yang merupakan lima situs belanja paling terkenal di Indonesia turut berpartisipasi. Sejarah acara ini tuh nggak jelas dimulai dari mana, tapi sangat erat dikaitkan dengan Black Friday atau Cyber Monday yakni hari diskon gede-gedean di negeri Paman Sam sana di hari Jumat keempat November, setelah Thanksgiving. Konsep begini pun ada di Cina, yang dikenal dengan Singles Day.

Jadi kalau kalian memang cupet dan anti budaya asing dan aseng, sepertinya Harbolnas bukan buat kalian. Enggak ada yang protes soal Harbolnas karena toh hari itu bikin semua sama-sama enak, emang yah kalo enak dapet diskon kan nggak diprotes. Padahal itu budaya asing tuh!

Iklan

CUMA HADIR DI BULAN DESEMBER, INI TIDAK ADIL!

Salah satu ciri orang cupet, mereka biasanya adalah bagian dari kelompok mayoritas dan punya privilese yang kerjannya menuntut keadilan buat mereka. Kurang apa lagi toh bos buatmu?

Para juragan-juragan e-commerce di Tanah Air mungkin enggak kepikiran sebelumnya bahwa mencetuskan hari belanja online di bulan Desember bisa menimbulkan kecemburuan dan ketidakadilan bagi para orang-orang cupet. Masa bulan Desember doang sih? Ini kan sama saja diskon besar-besaran bagi kelompok tertentu saja yang merayakan hari raya natal pada Desember dan 1 Januari? Coba, bagaimana nanti kelompok mayoritas lainnya di negara ini yang tidak merayakan natal? Masa harus menunggu hari raya berputar sampai Desember?

Padahal nih ya aku kasih tahu saja, kan musim belanja kebanyakan datang dari kelompok mayoritas. Mayoritas kan yang paling banyak, harus diutamakan dan harus dibela dong ya? Bukan apa-apa sih ini kan namanya tidak adil.

Akan lebih asik sih sebetulnya kalau Harbolnas muncul tiap menjelang hari raya apapun. Hehehe.

TIDAK UNTUK MEREKA YANG MUDAH SAKIT HATI

Alasan lain mengapa Harbolnas bukan buat mereka yang berpikiran cupet, adalah hal ini bisa jadi menimbulkan sakit hati yang mendalam buat sebagian orang, jika dan hanya jika orang tersebut merasa tertipu. Masalahnya, sepertinya bukan penjual yang sengaja menipu tapi memang orang-orang berpikiran cupet tidak banyak riset sebelum Harbolnas.

Banyak di antara mereka yang malah marah-marah akibat faktor-faktor teknis seperti internet yang payah, atau faktor-faktor internal terkait kesiapan mereka ikut Harbolnas seperti telat nge-klik, atau kesulitan bayar akibat kurang riset bagaimana metode pembayaran marketplace yang paling nyaman dan gampang. Belum lagi buat mereka yang kurang riset harga pasaran dan tiba-tiba merasa tertipu karena harganya tak semurah diskonnya.

Iklan

Yaiyalah emang penjual mau rugi apa biarpun bikin diskon gede-gedean. Untung saja UU ITE belum menyentuh perkara diskon di marketplace. Kalau sudah, bisa jadi UU terus-terusan dipakai untuk menyerang salah satu pihak yang sakit hati akibat nggak dapat diskon di marketplace online.

ADA BLACKPINK!

Di harbolnas tahun ini ada perseteruan lain yang lebih seru di luar masalah belanja-belanja online, yaitu soal penolakan Blackpink! Karena, maaf, sekadar mengingatkan, enggak pantas televisi kita dinodai oleh perempuan-perempuan yang mengumbar aurat dan menodai anak-anak kita yang suci dan putih.

Tenang kamu enggak perlu segera marah-marah kalau enggak setuju sama gerakan boikot Blackpink di change.org karena sekarang ada pilihan lain, kamu bisa dukung Maimon Herawaty agar diterima jadi anggota baru Blackpink.

Ibu Maimon, mohon dengarkan aspirasi yang satu ini, karena perubahan terbaik apalagi kalau bukan perubahan yang datangnya dari dalam, jadi ubahlah Blackpink dari dalam, kami mendukungmu!