Streaming Musik

Spotify Resmi Berperang Melawan Apple

Layanan streaming musik itu merasa dirugikan oleh kebijakan Apple mengelola App Store—yang terkesan mengutamakan Apple Music. Gugatan monopoli pun dilayangkan ke otoritas Uni Eropa.
14.3.19
Spotify resmi berperang dengan Apple Music
Aplikasi-aplikasi streaming musik yang biasa ada di sebuah iPhone. Searah jarum jam dari atas kiri, Apple, Spotify, Amazon, Pandora dan Google Music. Foto oleh Jenny Kane/AP Photo

Spotify mengumumkan pada Rabu (13/3), telah mengajukan gugatan antitrust (keluhan terkait praktik tidak adil sebuah perusahaan) melawan Apple di Uni Eropa. Gugatan yang menandai peningkatan persaingan antara kedua perusahaan.

Layanan streaming musik Spotify sudah lama kecewa dengan cara Apple menangani mode langganan pada App Store-nya. Dalam keluhan resminya, yang diajukan kepada Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa, Spotify mengklaim peraturan App Store "membatasi pilihan dan menghalangi inovasi, dengan mengorbankan pengalaman para pengguna."

Pendiri spotify Daniel Ek, dalam sebuah postingan blog yang mengumumkan keluhan tersebut, menuduh Apple “berperan sebagai pemain sekaligus wasit demi secara sengaja menimbulkan kerugian pada pengelola aplikasi streaming musik kompetitor."

Apple menuntut potongan sebesar 30 persen dari semua subskripsi yang dibayar langsung melalui aplikasi di App Store, biaya ini menurut Spotify akan membuat tawaran ongkos langganan mereka tak bisa dipertahankan.

Iklan

Spotify secara langsung bersaing dengan Apple Music, dan kedua layanan ini mendominasi pasar streaming musik. "Apple terus menguntungkan dirinya sendiri dalam kebijakannya di pasar app," tulis Ek dalam postingan blognya.

Tuduhan bahwa Apple memanfaatkan posisi dominannya di pasar untuk secara tidak adil mempromosikan produknya sendiri, dengan cara merugikan kompetitor, menarik perhatian anggota legislatif di AS. Para pemangku kebijakan—terutama dari Partai Demokrat—mendorong pemecahan Industri teknologi besar seperti Apple.

Perusahaan akan dilarang mengelola platform sekaligus jadi pemain pada platform itu,” ujar anggota senat Elizabeth Warren dari Partai Demokrat. Dia secara tegas menyatakan Apple masuk dalam kategori ini.

Menurut Ek, Spotify tak berhasil menyelesaikan isu ini melalui pembicaraan bersama Apple, dan kini terpaksa mengambil jalur hukum.

Gugatan Spotify bergantung pada fakta bahwa Apple memiliki platform iOS juga App Store, yang menguntungkannya secara tidak adil dibanding para pesaingannya.

Spotify bukan satu-satunya pengelola aplikasi yang mengeluhkan kebijakan kalkulasi harga Apple. Tahun lalu, pengelola game Epic menyatakan biaya yang ditagihkan Apple, "tidak proporsional dengan nilai layanan yang ditawarkan toko-toko app lainnya."

Spotify akhirnya menerima pembayaran di luar App Store, karena menurut Ek, “pajak” sebesar 30 persen akan memaksanya menaikkan harga langganan premium, sehingga melebihi harga langganan Apple Music. Sebagai tanggapan pada keputusan ini, Ek mengklaim Apple telah menerapkan “berbagai pembatasan teknis yang membatasi pengalaman para pengguna di Spotify,” termasuk membatasi komunikasi Spotify dengan pelanggannya.

Spotify juga menduga Apple mencegah peluncuran aplikasi Spotify Apple Watch, memblokir Spotify dari pengelolaan untuk speaker smart HomePod Apple.

Bersama dengan pengajuan gugatan tersebut, Spotify meluncurkan kampanye humas berjudul “Waktunya Bermain Dengan Adil,” yang menyertai situs web yang merinci praktik Apple yang mereka anggap tidak adil.

Apple tidak membalas permintaan wawancara VICE News mengenai keluhan Spotify. Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa mengatakan telah menerima keluhan tersebut. Saat diwawancarai Wall Street Journal jubir komisi ini menyatakan akan "menilai gugatan [Spotify] tersebut sesuai dengan prosedur standar kami."

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News