FYI.

This story is over 5 years old.

Indonesia Banget

Pola Absurd Pemilihan Duta-Duta Kebudayaan di Indonesia

Rupanya ada pola baku dalam pengangkatan berbagai duta di Indonesia. Semakin bertentangan, semakin besar potensi jadi duta.
ilustrasi oleh Dini Lestari

Perselisihan antara Dewi Perssik dan Transjakarta sepertinya belum juga ada ujungnya. Setelah Transjakarta melaporkan penyanyi dangdut tersebut atas tuduhan menerobos jalur Transjakarta dan mengancam petugas, kini Dewi Perssik melaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Kasus yang menyulut kontroversi ini pun sempat membuat Wakil Gubernur Sandiaga Uno berniat mendapuk Dewi Perssik sebagai duta tertib Transjakarta. Usulan perekrutan Dewi Perssik sebagai “duta” kampanye menambah daftar panjang pertanyaan, kenapa sih kita doyan banget menjadikan tokoh kontroversial sebagai duta kampanye? Kejadian ini bukan sekali saja!

Iklan

April 2016 lalu, pedangdut Zaskia Gotik juga mengalami hal serupa. Ia didapuk jadi duta Pancasila setelah Zaskia dilaporkan ke Polda Metro Jaya sebuah LSM atas dugaan penghinaan lambang negara Pancasila. Dalam sebuah acara televisi, Zaskia menyebut lambang sila ke-5 sebagai “bebek nungging”. Sebulan kemudian, Zaskia didaulat oleh Ketua Fraksi PKB MPR, Abdul Kadir Karding sebagai Duta Pancasila.

Si eneng yang membuat goyang itik jadi terkenal mendadak diberi beban besar untuk mempromosikan Pancasila ke mana-mana. "Buat saya sih berat karena memang saya tidak terlalu tahu tentang Pancasila, tiba-tiba Neng malah ditunjuk dari Fraksi PKB MPR RI jadi duta,” kata Zaskia pada Kompas.

Selain Dewi Perssik dan Zaskia Gotik, ada kasus lain tahun lalu yang menyita perhatian publik. Sonya Depari, asal Medan, Sumatera Utara tiba-tiba didapuk jadi duta anti-narkoba Medan setelah sebuah video kontroversial viral di media sosial. Sonya yang baru saja lulus SMA mengadakan konvoi bersama kawan-kawannya, ketika dirazia polisi, Sonya membentak polisi sambil mengaku sebagai anak jenderal polisi yang menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Arman Depari. Sialnya, kejadian tersebut direkam dan viral. Sonya langsung mendapatkan hujatan dan perundungan di sosial media.

Jika dugaanku benar, perekrutan-perekrutan duta ini ada pola yang dibakukan: semakin kontroversial, semakin bertentangan dengan nilai-nilai yang hendak dipromosikan, semakin besar kemungkinan ia didapuk jadi duta.

Iklan

“Ambassador itu kan semestinya memang peduli di bidang tersebut, kampanyenya harus berbasis pada karya, dia harus bekerja nyata di dalam zona itu,” kata Akademisi kajian Public Relations dari Universitas Padjadjaran, Anwar Sani. “Kalau konsepnya enggak kayak begitu, bagi saya itu hanya duta karbitan, hanya memanfaatkan momentum hits saja,” katanya.

Anwar Sani pun memberikan kritik soal konsep ambassador sebagai komunikator. Alih-alih menjadi komunikator untuk menyebarluaskan pesan akan perubahan, ‘pemilihan duta’ terjebak di seremoni dan formalitas, yang penting ada duta kampanyenya. Efektivitas keberadaan duta pun dipertanyakan, bahkan terkesan hanya menjalankan fungsi protokoler (mendampingi pejabat pemerintahan) dalam acara seremonial.

Agar tidak terjebak memilih duta-duta karbitan. Aku tergerak untuk mencoba merekomendasikan beberapa calon-calon duta untuk berperan serta dalam menyebarkan semangat pergerakan sosial. Track record mereka tak perlu diragukan.

DUTA ANTI-PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI: RIZIEQ SHIHAB

Urusan pornografi dan pornoaksi Indonesia selalu terdepan di lapangan. Sensor di program-program televisi jadi yang utama. Jangankan perempuan, puting susu lelaki di acara pernikahan adat Jawa saja disensor televisi.[ ](https://www.brilio.net/duh/tak-hanya-wanita-pria-berbusana-adat-jawa-pun-disensor-dadanya-duh-1602267.html#creator)Dalam urusan duta anti-pornografi dan pornoaksi, aku mengusulkan Rizieq Shihab menjadi dutanya! Persona online dan aktivismenya dalam memberantas pornografi tidak diragukan lagi. Pada 2010, Komnas Perempuan, LSM, dan kelompok adat mengajukan uji materi UU Pornografi yang dianggap potensial mengkriminalisasi pihak paling rentan seperti perempuan dan anak. Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq, ada di garis terdepan lantang menolak uji materi tersebut. Efeknya? Tentu saja pihak pro uji materi yang kalah.

Iklan

Bentuk aktivisme melawan pornografi lainnya tentu masih banyak. Pada 2005 FPI pernah memaksa karya foto dan instalasi dalam CP Bienalle diturunkan yang menampilkan foto orang nyaris telanjang. Pada 2006 FPI menggeruduk majalah Playboy Indonesia sehari sebelum majalah tersebut diluncurkan. Pemimpin redaksinya, Erwin Arnada divonis penjara dua tahun.

Jika mengikuti pola perekrutannya dengan metode kontroversi, maka Rizieq adalah sosok sempurna! Beberapa bulan lalu, sebelum Rizieq pergi ke Arab Saudi dan tak kunjung kembali, Ia terjerat kasus pornografi dan ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Firza Husein. Ini menjadikan Rizieq sebagai sosok kontroversial di bidang yang sudah Ia tekuni sejak lama bukan? Penobatan Rizieq sebagai duta, beserta beragam prestasinya memerangi pornografi justru bisa jadi alat perlawanan!

Alangkah heroik bukan jika Rizieq kembali ke Indonesia dan langsung dinobatkan duta anti-pornografi? Hanya satu kata, LAWAN!

DUTA ANTI-KORUPSI : SETYA NOVANTO

Sudah sebulan ini semua mata tertuju pada sosok Setya Novanto. Dari semua kriteria calon duta anti-korupsi, tidak ada yang lebih pantas dibandingkan dengan dirinya! Persona online-nya mumpuni. Selebriti seperti Ayu Ting Ting yang punya pengikut instagram paling banyak se-Indonesia saja kalah popularitasnya. Aku sih berasumsi tidak pernah ada selebriti Indonesia manapun yang bikin beberapa trending topic dalam semalam seperti yang dilakukan Setya Novanto dalam tagar #IndonesiaMencariPapa dan #SaveTiangListrik.

Iklan

Sepak terjang Setnov selama ini pun menciptakan benih-benih aktivisme anti-korupsi lainnya. Berkat Setnov, warganet Indonesia melawan korupsi lewat meme. Belum lagi, jika mengikuti pola perekrutannya. Duta anti-korupsi ya setidaknya pernah diduga terjerat kasus tersebut. Dalam kasus e-KTP misalnya, Setya Novanto kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia beberapa kali dipanggil KPK meskipun mangkir.

Seorang duta juga harus punya concern dan konsisten di suatu bidang. Dalam konteks kasus korupsi namanya pernah disinggung beberapa kali. Meskipun tidak pernah terbukti dan terang-terangan dijerat kasus pidana, paling banter kasus etik. Karena namanya disebut terlibat dalam kasus #PapaMintaSaham Freeport.

Terpidana kasus korupsi Wisma Atlet, Nazaruddin pada 2013 pernah menyebut keterlibatan Setnov dalam beberapa kasus. “Orang ini (Setnov) namanya tidak ada di mana-mana. Tapi kalau soal bagi-bagi duit di APBN dia (Novanto) yang selalu mengatur di mana-mana. Dan 2000 persen orang ini dilindungi oleh orang-orang yang sangat kuat,”kata sebagaimana disampaikan oleh eks Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin. Kebenaran ‘nyanyian’ Nazaruddin tentu belum bisa dibuktikan sekarang. Namun setidaknya bisa jadi referensi bahwa Setnov punya concern di bidang “anti-korupsi”.

DUTA TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL: BUNI YANI

Halaah jangan bilang mau sebut nama Roy Suryo! Kayak infotainment aja kalian tiap lihat video porno dikit…Roy Suryo. Foto syur artis… Roy Suryo. Aku bukan mau mengabaikan Roy Suryo, jujur saja aku lebih suka Buni Yani yang jadi duta teknologi.

Iklan

Coba kita bandingkan Buni Yani dengan jagoan IT seperti CEO Gojek, Nadiem Makarim. Ia mengembangkan Gojek sejak tahun 2010. Oktober lalu Nadiem mengklaim bahwa kini ada lebih dari 1 juta keluarga Indonesia yang pendapatan utamanya berasal dari ekosistem Gojek.

Itu Nadiem, coba Buni Yani. Ia ngedit video sebentar saja, enggak perlu kelola bertahun-tahun seperti Nadiem, efeknya luar biasa! Efek viralnya video editan Buni Yani berhasil mendatangkan massa membentuk aksi demonstrasi terbesar yang pernah ada sejak reformasi, #212. Perlu diingat, acara #212 berdampak pada pemenjaraan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tajahja Purnama. Saking luar biasanya, aksi ini sampai punya jaringan ikatan alumni. Panitianya reuni aksi #212 sanggup mendatangkan 7 juta massa yang disebut “alumni 212”. Kampus tempat saya kuliah dulu, yang berdiri sejak 1957 aja kalah cuy ikatan alumninya!

Tidak cukup sampai di situ. Buni Yani effect sanggup merombak peta politik Indonesia, kini politik sektarian makin ngetren jadi acuan. Konon, #212 pun kini membawa berkah jadi gurita bisnis. Ada koperasi syariah 212, minimarket 212. Kerja efisien Buni Yani sesuai dengan prinsip kabinet saat ini “kerja, kerja, kerja!”.

DUTA UDAH DARI SANANYA : YA SI DUTA

Yak, terakhir, aku mendaulat Akhdiyat Duta Modjo a.k.a Duta Sheila on 7 sebagai “duta dari sananya”. Udah deh jangan serius-serius amat lah!