Di dunia ini rasanya tidak ada manusia yang lebih memahami mitologi monster Loch Ness dibandingkan Steve Feltham. Beneran deh. Dia sudah mengorbankan nyaris segala-galanya karena terobsesi mendapat bukti keberadaan monster danau Skotlandia yang sering dijuluki media massa sebagai ‘Nessie’ itu.
Foto ilustrasi monster Loch Ness dari akun Flickr unukorno.
Videos by VICE
Dia terpaksa cerai karena istrinya tak tahan sama obsesinya. Feltham bahkan keluar dari pekerjaan kantoran, menjual rumahnya, lalu hidup di sebuah mobil van demi mendapatkan rekaman Nessie. Selama 25 tahun dia meneliti setiap sudut Loch Ness, untuk mencari kemungkinan adanya mahluk raksasa tinggal di danau tersebut. Bisa dibilang, Feltham adalah pakar paling bisa dipercaya untuk urusan Nessie.
Setelah mengorbankan seperempat abad, Feltham bikin pernyataan mengejutkan. Seperti dikutip kantor berita Reuters, dia mengaku sudah punya jawaban atas teori konspirasi Loch Ness yang terus menarik perhatian turis dari berbagai negara maupun fans kriptozoologi manapun.
Lantas, benarkah ada monster atau malah sisa dinosaurus yang masih tinggal di Loch Ness? Kesimpulan Feltham sayangnya tidak sedramatis itu. “Monster Nessie” yang sering dilihat pengunjung danau hanyalah ikan lele besar.
“Saya harus jujur dengan data yang saya temukan. Tidak ada sama sekali indikasi bila Nessie adalah monster dari masa prasejarah yang masih hidup di masa kini,” kata Feltham, saat diwawancarai Times. “Obyek hitam bergerak di permukaan danau yang direkam atau dilihat banyak orang itu hanyalah punggung ikan lele.”
Cuma, lele di Loch Ness bukan lele biasa. Menurut Feltham, ukuran lele jenis Wels bisa mencapai nyaris empat meter. Ketika bergerak dekat permukaan, dapat muncul kesan kalian sedang melihat hewan yang berukuran jauh lebih besar. Nah, dari penelusuran Feltham, biang kerok dari teori konspirasi soal Nessie adalah beberapa petani asal Inggris era Victoria seabad lalu. Merekalah yang datang ke danau sunyi di Skotlandia itu, lalu membuang begitu saja benih ikan lele. Hasilnya, lele itu berkembang di ekosistem Loch Ness, dan punya ukuran jauh lebih besar dari yang normal.
Dengan berbagai temuan itu, Feltham merasa sudah saatnya mengakhiri petualangan memburu Nessie. Dia sampai mendapat penghargaan rekor Guinness atas dedikasinya mencari kebenaran di balik isu Monster Loch Ness. Apakah dia sedih karena Nessie dari kesimpulannya cuma ikan lele?
Barangkali keterangan ‘about me’ di situs pribadinya (yang merekam juga semua data seputar ‘monster’ Loch Ness), bisa menjawab pertanyaan di atas. Kalimat yang ditulis Feltham terasa sangat puitik, mengharukan, sedih, dan indah sekaligus.
“Jika kau memiliki mimpi, tak peduli walau orang lain meremehkannya, maka lakukan yang terbaik untuk mewujudkannya,” kata Feltham. “Apakah aku pernah menyesali keputusanku memburu Nessie? Hal itu tak pernah terpikirkan sedetikpun.”
Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard
More
From VICE
-

Courtesy of Godsmack -

Photo by Steve Jennings/Getty Images -

-

(Photo by Matt Jelonek/Getty Images)