penyakit menular

Selain Corona dan Flu Babi, Tiongkok Peringatkan Ancaman Wabah Pes Lintas Negara

Padahal orang udah panik dengar kabari risiko penularan virus flu babi, sekarang ganti datang potensi wabah hitam yang pernah menghabisi Eropa. Bakalan ada penyakit menular apalagi sepanjang 2020?
07 Juli 2020, 7:22am
Marmot di balik kandang Kebun Binatang Moskow, Rusia. Nina Zotina / Sputnik via AP
Marmot di balik kandang Kebun Binatang Moskow, Rusia. Foto oleh Nina Zotina / Sputnik via AP

Belum selesai pandemi Covid-19 menjangkiti jutaan orang dan melumpuhkan perekonomian dunia, kini muncul ancaman wabah lain di Tiongkok.

Seorang gembala di kota Bayannur, Mongolia Dalam belum lama dilaporkan terinfeksi virus bubonik (alias pes yang berasal dari tikus). Mendengar berita ini, otoritas Tiongkok memperingatkan agar semua orang waspada terhadap kemungkinan “wabah Pes”, yang menelan 50 juta jiwa pada Abad Pertengahan.

Pihak rumah sakit melaporkan kasusnya kepada pejabat kota pada Sabtu, dan otoritas setempat langsung mengeluarkan peringatan pencegahan wabah Level 3 untuk seluruh kota pada Minggu (5/7) lalu.

“Ada risiko penyebaran wabah antar manusia saat ini,” ujar pejabat kesehatan setempat, dikutip dari surat kabar pemerintah China Daily. “Warga harus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika merasakan gejala-gejala yang tidak biasa.”

Pemerintah menganjurkan dihentikannya perburuan, konsumsi atau pengangkutan hewan yang berpotensi terinfeksi, serta menyarankan warga untuk langsung melaporkan hewan pengerat yang mati atau sakit kepada pihak berwenang.

Otoritas Bayannur menduga ancaman virusnya berasal dari marmot, segolongan tupai besar yang sering menjadi santapan di sejumlah daerah Tiongkok dan Mongolia. Marmot banyak ditemukan di daerah pedesaan, dan tak jarang membawa virus.

Virus Pes dapat ditularkan melalui kutu yang hinggap pada hewan pengerat terinfeksi, atau lewat kontak langsung dengan jaringan terinfeksi. Manusia yang terjangkit virus akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, demam, menggigil, dan batuk-batuk.

Penyakit ini bisa sembuh, tapi harus cepat diobati dengan antibiotik. Jika tidak, dapat berakibat fatal hingga 60 persen kasus. Wabah pneumonia yang menyerang paru-paru adalah bentuk lebih parahnya, dan bisa berakibat fatal pada 90 persen orang yang terinfeksi jika tidak diobati.

Otoritas kesehatan Bayannur mengabarkan pasien berada dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan.

Wabah ini masih bisa muncul meski sudah ada antibiotik yang dapat memusnahkannya.

Ini adalah kasus ketiga yang dilaporkan di Mongolia dalam beberapa pekan terakhir. Pada Senin, otoritas mencabut pembatasan di Provinsi Khovd setelah dua kasus penularan pes terkait konsumsi daging marmot dilaporkan sepekan lalu.

Virus pes menewaskan pasangan di Mongolia pada pertengahan Mei 2020. Kedua orang ini dikabarkan memakan ginjal marmot mentah, yang dipercaya bagus untuk kesehatan. Pada November, dua bulan sebelum virus corona jenis baru melanda Wuhan, Beijing mengumumkan dua orang Mongolia Dalam terinfeksi virus pneumonia.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News