Jepang

Lelaki di Jepang Bisa Disewa Jasanya Buat Gak Ngapa-Ngapain

Klien biasa meminta Shoji Morimoto menemani nongkrong atau curhat, ga perlu ngomong, yang penting ikut aja. Bisnis kayak gini kliennya bejibun kata Morimoto.
18.1.21
Shoji Morimoto, lelaki Jepang yang menawarkan dirinya untuk tidak ngapa-ngapain
Kolase: VICE / Semua foto oleh Shoji Morimoto

Di saat kebanyakan orang membenci pekerjaan mereka yang tidak ada habisnya, lelaki 37 tahun di Tokyo justru bisa menghasilkan uang tanpa perlu bekerja ekstra.

Shoji Morimoto bersedia “meminjamkan” dirinya kepada siapa saja yang membutuhkan. Meskipun terdengar konyol, usahanya lancar jaya. Dia telah menerima sekitar 3.000 pesanan sejak memulai bisnis ini pada 2018. Akun Twitter Morimoto kini memiliki lebih dari 268.000 pengikut.

Iklan

Dia memasang tarif 10.000 yen (Rp1,3 juta), plus uang transport dan makan, untuk setiap sesi. Dia bisa melayani dua sampai tiga klien dalam sehari, dan menghabiskan sekitar dua-tiga jam untuk masing-masing orang. Walaupun begitu, Morimoto tidak pernah memberikan batas waktu kepada mereka.

Lalu apa yang dia lakukan selama disewa? “Saya menemani klien untuk melakukan apa saja. Saya menjawab pertanyaan mereka, mendengarkan ceritanya dan menganggukkan kepala ketika dibutuhkan,” katanya kepada VICE. “Awalnya memang malu, tapi lama-lama terbiasa juga.”

Pekerjaan Morimoto tak pernah membosankan. Ada yang mengajaknya nonton bioskop bareng, ada juga yang minta ditemani ke Disneyland naik helikopter. Dia bahkan pernah menyaksikan orang ke-gep selingkuh. Morimoto terkadang juga memberikan dukungan moral, seperti ketika dia menemani klien mengurus perceraian atau pasien yang baru saja melakukan percobaan bunuh diri. 

japan-unique-jobs-rent-person-do-nothing-shoji-morimoto

Foto oleh Shoji Morimoto

japan-unique-jobs-rent-person-do-nothing-shoji-morimoto

Foto oleh Shoji Morimoto

“Alasan klien menyewa jasaku berbeda-beda tergantung kebutuhan mereka,” Morimoto melanjutkan. “Semacam ada kebutuhan akan ‘kehadiran seseorang’ dalam situasi tertentu.”

japan-unique-jobs-rent-person-do-nothing-shoji-morimoto

Foto oleh Shoji Morimoto

“Semacam ada kebutuhan akan ‘kehadiran seseorang’ dalam situasi tertentu.”

japan-unique-jobs-rent-person-do-nothing-shoji-morimoto

Foto oleh Shoji Morimoto

Dia mendapat inspirasi untuk membuka jasa ini setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai penulis dan editor bahan ajar.

“Dulu saya merasa harus melakukan sesuatu, tapi saya tidak jago apa pun. Saya mencoba segalanya yang saya kira sesuai kemampuan, tapi tidak ada yang berhasil. Saya akhirnya berpikir, ‘Saya tidak bisa ngapa-ngapain, jadi mungkin saya lebih cocok tidak melakukan apa pun.’” 

“Saya sudah mencoba segalanya yang saya kira sesuai kemampuan, tapi tidak ada yang berhasil. Saya akhirnya berpikir, ‘Saya tidak bisa ngapa-ngapain, jadi mungkin saya lebih cocok tidak melakukan apa pun.’”

Jasanya menarik perhatian seantero Jepang. Berbagai media nasional telah memberitakan tentang Morimoto. Kisahnya bahkan diangkat menjadi seri drama televisi, Rental Nan mo Shinai Hito (Sewa Orang yang Tidak Melakukan Apa-Apa).

Morimoto akhirnya bisa menemukan pekerjaan yang membuatnya bahagia.

“Saya tidak pernah bosan dengan pekerjaan ini. Saya bisa melakukan apa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.”