Musik

Betapa Dara Puspita Tetap Relevan Sampai Sekarang

Band perempuan pertama Indonesia itu berhasil menghindari bui, membangun karir di mancanegara, dan tetap menjadi salah satu band berpengaruh dalam sejarah musik Tanah Air.
24 Mei 2017, 7:55am

Musik pop bagus tidak pernah kadaluwarsa. Buktinya? Dara Puspita, band pertama Indonesia yang semua anggotanya perempuan masih terus meraih penggemar baru setengah abad kemudian. Baru-baru ini, video musik "Surabaya," salah satu lagu hit mereka, muncul di dunia maya, memperkenalkan musik garage rock penuh melodi manis ke generasi baru.

"Surabaya" terdengar santai, penuh sound gitar jangly, dan nuansanya lebih kalem dibanding lagu-lagu garage rock dalam diskografi mereka, contohnya "A Go Go" atau "Hallo, Kawan." Dalam video tersebut, band empat perempuan bersaudara ini mengenakan seragam bergaya militer sebagai bentuk penghormatan terhadap kota kelahiran mereka, Surabaya, Kota Pahlawan.

Biarpun penuh melodi manis dan suara gitar jernih, jangan lupa bahwa band ini sempat diwarnai kontroversi pada masa kejayaannya. Band seangkatan Dara Puspita pada dekade 60-an, Koes Bersaudara, ditangkap oleh pemerintahan Soekarno setahun sebelum lagu "Surabaya" dirilis. Soekarno terang-terangan membenci rock'n roll. Presiden pertama RI itu menyebut band-band populer negara Barat seperti The Beatles mengalami "gangguan mental."

Dara Puspita akhirnya pergi sebelum ikut diserang oleh Rezim Orde Lama. Mereka melalang buana dan manggung di berbagai kota mancanegara, kebanyakan Eropa, sebelum akhirnya kembali ke tanah air setelah Soekarno lengser. Tak lama kemudian, mereka merilis Jang Pertama—album garage rock klasik Indonesia yang menampilkan versi awal lagu "Surabaya."

Lebih dari setengah abad, musik mereka tetap relevan. Terpujilah Internet, generasi muda di Tanah Air lebih mudah bergoyang dalam iringan musik rancak Dara Puspita.