UFO

Lelaki yang Mengaku Pergi ke Luar Angkasa dan Tak Pernah Kembali

Tiga puluh lima tahun lalu, Granger Taylor meninggalkan pesan bahwa dia hendak naik pesawat alien menjelajahi semesta. Taylor seperti lenyap ditelan bumi setelahnya.
20.5.17
Foto oleh Grace Anne Young.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Canada.

Robert Keller melongok keluar jendela kantornya, mengingat-ingat saat terakhir kali bertemu karibnya Granger Taylor lebih dari 30 tahun lalu.

"Granger dan saya akrab sekali selama beberapa tahun lamanya..kami ke mana-mana bareng. Kami seperti saudara kandung saja."

Malam 29 November 1980, Granger yang waktu itu berusia 32 meninggalkan pesan aneh sebuah pesan aneh sebelum menghilang dari kawasan pertanian orang tuanya di Duncan, sebuah kota kecil di Vancouver Island.

Iklan

Berikut isi pesan yang ditulis Granger.

"Teruntuk Ibu dan Ayah,
Aku pamit pergi naik pesawat alien, seperti yang terlihat dalam mimpiku. Aku akan menjelajahi semesta selama 42 bulan lalu kembali ke Bumi. Semua barang milikku aku tinggalkan pada Ibu dan Ayah karena aku tak lagi memerlukannya. Ayah dan Ibu bisa membaca surat kuasaku jika butuh penjelasan.

Anakmu, Granger."

Granger Taylor. Foto oleh Grace Anne Young

Dalam surat tersebut, Taylor mencoret kata "kematian" dan menggantinya dengan "kepergian."

Menurut keterangan yang dilansir oleh surat kabar setempat Times Colonist, Taylor juga menggambar sebuah peta di balik suratnya. Sampai saat ini, tak ada yang tahu apa maksud dari peta itu.

Artikel di Time Colonist juga merinci bahwa Taylor terakhir terlihat meninggalkan restoran setempat, Bob's Grill, sekitar pukul 6:30 petang. Tak lama setelah itu, Taylor hilang bagai ditelan bumi.

Kasus ini segera dilaporkan ke polisi. Pencarian Taylor digelar oleh aparat. Tapi hasilnya nihil. Jangankan Taylor. Mobil Datsun warna pinknya pun tak kunjung ditemukan.

"Kami berharap minimal mobilnya bisa ditemukan," ujar Corporal Mike Demchuck dari Royal Canadian Mounted Police (RCMP) pada surat kabar setempat. "Mobil itu tak bisa begitu saja dibuang tanpa ada yang menemukannya."

Surat yang ditinggalkan Taylor mengejutkan banyak orang. Meski demikian, obsesi menahun Taylor akan alien dan luar angkasa bukan lagi rahasia bagi orang-orang yang dekat dengannya. Sebelum menghilang, obsesinya memuncak. Bahkan sampai Taylor membuat sebuah replika 1:1 pesawat luar angkasa di kawasan pertanian orang tuanya. Pada malam-malam tertentu, Taylor menyempatkan tidur dalam "pesawat alien" buatannya. Pada Vice, Robert Keller, sohib Taylor, "Taylor sempat bermimpi didatangi Alien."

Saudara perempuan Taylor tengah memeriksa sayap pesawat. Foto oleh Grace Anne Young

Granger Ormond Taylor lahir tanggal 7 Oktober 1948 di Vancouver Island. Masa kecilnya dibayangi tragedi; saat masih belia, ayahnya tenggelam dalam sebuah kecelakaan dekat kabin keluarga Taylor di Horn Lake.

Taylor tumbuh sebagai lelaki berpostur tinggi, tegap dan kuat. Dalam album foto keluarganya, Taylor beberapa kali diabadikan membikin keok lawannya dalam pertandingan gulat. Meski demikian kepribadian Taylor sangat kontras penampakannya. Taylor adalah lelaki pemalu lagi pendiam. Tak sedikit yang menganggapnya eksentrik.

Iklan

Taylor putus sekolah saat menginjak kelas 8 dan mulai bekerja di toko mekanik dekat rumahnya. Dari sini, obsesi Taylor akan mesin tumbuh. Tak butuh waktu lama buat Taylor untuk menunjukkan pada semua orang—teman atau anggota keluarganya—bahwa dia piawai memperbaiki apa saja.

Usia Taylor baru 15 tahun ketika dirinya berhasil merestorasi mobil satu silinder dan menghidupan kembali sebuah traktor yang kelak digunakan untuk membantu pekerjaan bangunan dan sejeninya di lingkungan tempat tingalnya. Tak lama kemudian, Taylor unjuk gigi lagi, merombak lokomotif uap tua yang dia angkut dari semak-semak. Mesin tua itu akhirnya dipamerkan di BC Forest Discovery Centre, Duncan. Salah satu capaian tertinggi Taylor adalah ketika berhasil memperbaiki pesawat udara P-40 Kitty Hawk dari perang dunia kedua yang kemudian dibeli oleh seorang kolektor seharga puluhan ribu dollar.

Foto oleh penulis.

"Menurutku sih, Taylor itu jenius," tegas Keller, yang membantu Taylor merevitalisasi Kitty Hawk, pada VICE.

Keller bertemu Taylor karena sama-sama punya hobi yang sama: ngegele. Dan salah satu percakapan yang sering keluar ketika mereka sedang teler adalah tentang luar angkasa dan alien.

"Dia benar-benar membimbing sayaa," ujar Keller. Seperti Taylor, Keller juga tak terlaku menyukai sekolah dan DO ketika masih sangat muda. Keduanya menjadi teman dekat tak lama setelah berkenalan. Bagi Keller, menghabiskan waktu bersama Taylor adalah hal yang menyenangkan. Tapi,Taylor sebaliknya selalu serius dalam bekerka. "Aku rasa Taylor itu seorang jenius yang hampir gila," imbuh Keller.

Iklan

Popularitas UFO, alien dan angkasa luar meningkat tajam dalam lanskap budaya mainstream di tahun 1940an dan 1950an. Selama kurun Perang Dunua II, banyak pilot mengaku melihat bola raksasa terbang—kelak disebut "foo fighters—di langit saat mereka terbang. Keberadaan foo fighter tak bisa dijelaskan pada saat itu (para pakar kemudian akan menganggap fenomena muncul karena eletrostatik dan medan magnet atau disebabkan oleh pantulan cahaya. Beberapa pakar lainnya bahwa fenomena ini ada hubungannya dengan kondisi psikologis para pilot),

Setelah perang akhir, meruak beberapa kasus penampakan dan penculikan oleh UFO yang legendaris. Salah satu contoh yang paling banyak dikenal adalah laporan tentang pesawat alien yang jatuh di Roswell, New Mexico (konon yang jatuh adalah balon pengintai mili Angkatan Udara Amerika Serikat—atau bisa jadi ini cuma tipu-tipu pemerintah AS saja). Pada tahun 1961, sepasang kekasih, Barney dan Betty Hill, mengaku diculik oleh alien di daerah pedeaaan New Hampshire. 13 tahun kemudian, dua orang pilot F-4 Phantom II Iran melaporkan mengalami kerusakan mesin dan komunikasi ketika terbang di atas Teheran. Keduanya mengaku melihat "cahaya terang di langit" dan UFO dituduh sebagai penyebab kerusakan mesin dan alat kemunikasi pesawat. Menjelang akhir dekade 90an,UFO dan alien sudah menjadi fenomena budaya tersendiri, menyusup dalam film-film blockbuster buatan Hollywood seperti Close Encounters of the Third Kind, Star Wars, dan Star Trek.

Foto oleh Grace Anne Young.

Taylor mengatakan pada Keller bahwa dia akan membangun kapal luar angkasanya sendiri. Pada VICE, Keller mengatakan bahwa Taylor banyak menghabiskan waktunya di akhir dekade 70an untuk mengelas sendiri spare part yang diambil dari tempat pembuatan barang untuk membangun sebuah replika pesawat luar angksa besar.

Douglas Curran, penulis buku In Advance of the Landing: Folk Concepts of Outer Space, sempat mengunjungi pesawat luar angkasa buatan Taylor sebelum pemiliknya menghilang. Dalam bukunya, Douglas merinci apa yang dia lihat di dalamnya.

Iklan

"Taylor membangun pesawat ini dari dua lempengan cakram satelit penerima dan mengisisnya dengan TV, sofa dan tungku kuku. Taylor sangat penasaran darimana daya yang menggerakan piring terbang berasal. Pertanyaan itu terus ia pikirkan dalam pesawat buatannya. Kadang sampai dia tertidur di dalamnya."

Time Colonist menulis sebulan sebelum menghilang, Taylor mengaku pada temannya, Bob Nielsen, bahwa dia bisa berkomunikasi secara langsung dengan alien. "Dia berbaring di sana dan mulai melakukan komunikasi mental dengan orang lain di galaksi lain pula…dia tak bisa melihat dengan siapa dia bicara..mereka bicara lewat pikiran." Nelson mengatakan bahwa mayoritas orang menganggap Taylor cuma sedang bermimpi.

Fakta selanjutnya mungkin tak akan bikin anda kaget. Dari keterangan yang diperolah dari anggota keluarganya, sebelum pergi entah kemana, Taylor getol mengkonsumsi LSD dan jumlahnya tak sedikit.

"Taylor menggunakan LSD beberapa kali dalam sehari beberapa bulan sebelum menghilang," ujar saudara perempuan Taylor pada VICE.

Hal yang serupa juga terungkap dalam surat dari sepupu Taylor, Jaclyn Sandiford, kepada Ibu Taylor, Grace Taylor.

"[Teman-teman Granger] bilang Granger mengkonsumi LSD meski sedikit sepanjang musim panas. Memang sih,Granger tak pernah kena bad trip dan tak ada sakit-sakitan karenanya. Mereka juga bilang Granger sering ngoceh tentang perjalanan ke luar angkasa dan tentang percakapannya dengan alien. Granger menceritakannya dengan sungguh-sungguh kata mereka. Granger juga bilang bakal pergi beberapa hari sebelum menghilang. Teman-temannya percaya saja apa yang dikatakan Granger—dia dipercaya sebagai seorang yang jujur. Dan setelah mengecek semuanya, aku juga sepakat dengan mereka," tulis Sandiford.

Foto oleh penulis.

Maret 1986, nyaris enam tahun semenjak Taylor menghilang, beberapa pekerja perhutaan setempat menemukan lokasi bekas ledakan Mount Prevost, tak jauh dari kediaman keluarga Taylor

Menurut artikel yang dimuat Montreal Gazette, kerangka manusia ditemukan di tempat itu. "Sampai bukti lain ditemukan, RCMP berasumsi bahwa ini adalah tengkorak Taylor," begitu tertulis di dalam artikel tersebut. Montreal Gazette juga menyebutkan bahwa Taylor membawa dinamit—untuk meledakkan tunggul pohon—dalam truknya.

Iklan

Hasil pemeriksaan resmi koroner menyebut bahwa merujuk bukti yang ada, kerangka tersebut adalah milik Talyor. Penyebab kematiannya? Kantor koroner menyimpulkan bahwa Taylor tewas karena dinamit yang dibawanya meledak.

Keller membenarkan Taylor kerap menyimpan dinamit di truknya untuk meledakkan tunggul pohon. Dinamit adalah cara praktis mengeyahkan beberapa tunggul sekaligus. Keller menambahkan bila Taylor sering menggunakan dinamit dan terhitung piawai dengan bahan peledak itu.

Foto oleh Grace Anne Young.

Laporan koroner merinci semua bukti bahwa Taylor tewas karena ledakan. Namun, alasannya Taylor menghilang masih jadi misteri bagi keluarga dan karib Taylor.

Saudari tiri Taylor, Joan Mayo, percaya bahwa Taylor sedang kesepian saat itu.

"Dia selalu punya caranya sendiri…dia memang berbeda," ujarnya pada VICE.

Mayo sering pergi ke pesta-pesta ketika remaja. Kini, dia menyesal tak pernah lebih serng mengajak Taylor. "Kalau dipikir-pikir sekarang, aku merasa bersalah tak sering mengajaknya pergi…maaf aku sering melupakan Taylor."

Pendapat berbeda keluar dari mulut saudari Taylor, Grace Anne Young. Bagi Young, LSD punya andil dalam kematian Taylor. Bukankah kecelakaan bisa diakibatkan karena Taylor sedang teler LSD hingga tak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak?

Kenangan terakhir Young dengan saudaranya adalah ketika Taylor memintanya menginap di tempatnya di Vancouver. Saat itu, Young tak yakin teman sekamarnya akan setuju jika Taylor ikut menginap.

Foto oleh Grace Anne Young.

Pada akhirnya, kehilangan Taylor adalah pukulan berat bagi Keller.

"Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki atau seorang ayah..kehilangan Granger sangat membuat saya tersiksa. Granger itu mentor saya. Tanpanya aku tak akan seperti aku sekarang."

Sampai hari ini, tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi pada Taylor. Ada desas-desus yang menyebutkan bahwa tubuh Taylor ditemukan menggantung di pohon, tak jauh dari lokasi ledakan. Dugaan lain lebih gila lagi: konon, Taylor kini hidup dengan identitas baru di Amrika Selatan.

Tapi, masih ada yang memegang teguh teori konspirasi yang melingkupi hilangnya Taylor. Situs-situs tentang UFO, seperti Mysterious Universe, punya banyak teori tentang kasus ini. Di antaranya, alien memang sengaja meledakkan truk Taylor supaya dia kelihatan benar-benar bunuh diri, atau bahwa Taylor tak akan pernah kembali karena ini cuma perjalanan satu arah. Taylor konon menggunakan dinamit agar bisa meluncur ke luar angkasa. Pun, ada teori yang mengatakan bahwa karena terlalu jenius, Taylor direkrut menjadi agen rahasia.

Tak ada yang tahu pasti apa yang tiga dekade lalu menimpa Taylor. Namun, jika relativitas ruang dan waktu benar-benar nyata, mungkin saat ini Taylor tengah di jalan kembali ke rumahnya, mencari lahan yang pas untuk mendaratkan pesawat alien.

Follow Tyler Hooper di Twitter .