Bertanya Buat Teman

Bahaya Enggak Sih Kalau Kita Malas Gosok Gigi Sebelum Tidur?

Pasti kalian pernah merasa malas menyempatkan sikat gigi habis pulang kerja. Pengennya langsung rebahan di kasur. Eits, tapi harus siap sama risikonya sesuai penjelasan dokter gigi ya!
12.9.17
Foto ilustrasi dari Ulrich Baumgarten / Getty

Jadi ceritanya kamu enggak pernah lihat gigi temanmu bernoda, kotor atau semacamnya. Gigi dia kotor cuma pas dia abis makan lalapan lele bakar di dekat kantor sebelum lembur. Tapi ketika kamu nginep di hotel bareng dia waktu liburan, temen kamu langsung ngeloyor tidur, melewati ritual gosok gigi.

Kamu gatel nanya kenapa dia enggak gosok gigi dulu. Dia dengan enaknya ngejawab "ya gitu deh, kadang aku gosok gitu, kalau males ya enggak hehe." Terus dia nambahin, "kalau lagi males banget, aku langsung bobo sih." Kamu orangnya baik jadi enggak gampang memberi cap negatif ke orang lain. Cuman teuteup, dalam hati kami gatel nanya "emangnya enggak jorok ya enggak sikat gigi sebelum bobo?' Okelah, kamu kadang males pakai dental floss. Tapi, kalau masalah sikat gigi sebelum tidur, kamu yakin banget kalau itu wajib. Fungsinya jelas: untuk membasmi biang karang gigi dan bakteri jahat. Temanmu, sebaliknya, bilang kalau giginya baik-baik saja. Ia malah mengimbuhkan kalau ritual sikat gigi cuma akal-akalan kapitalisme. Imbasnya, kamu jadi mikir, jangan-jangan kamu udah membuang lima menit berharga dalam hidupmu cuma buat sikat gigi doang (yang kemungkinan enggak ngaruh-ngaruh amat).

Faktanya:
Seperti yang kita duga, rongga mulut adalah tempat yang sangat jorok. Lantaran lengket dan hangat, rongga mulut jadi tempat ideal berkembangnya berbagai macam bakteri. "Salah satu penyakit gigi yang paling umum, namun juga gampang dicegah, adalah gigi berlubang yang disebabkan oleh bakteri Streptococus mutan," kata Alex Shalman, dokter gigi kosmetik dan instruktur klinik di NYU College of Dentistry. "Kendati semua orang punya bakteri S. mutan dalam mulutnya, jumlahnya baru bakal melonjak dalam lingkungan yang asam." Jika kita memasukan karbohidrat, kopi dan gula, mulut kita perlahan-perlahan jadi asam dan menyuburkan pertumbuhan bakteri seperti S. mutan dan bakteri lainnya yang mengakibatkan gigi berlubmg. Jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh untuk mengacaukan usaha bakteri-bakteri mengudeta kesehatan gigi adalah dengan rajin menggosok gigi. Asosiasi Kesehatan Gigi Amerika Serikat (ADA) merekomendasikan kita menggosok gigi minimal dua kali dalam 24 jam agar bakteri-bakteri nakal ini tak berulah dan merusak gigi. "Menggosok gigi punya fungsi ganda," ujar Shalman. Pertama, menggosok gigi bisa memecahkan karang gigi dan mengusir bakteri yang menggantung di gigi. Kedua, dengan menggosok gigi, kita menyapu bersih sisa-sisa makan dalam mulut. Pendeknya, kita bisa menunda pembusukan gigi dengan rajin menggosok gigi. Risiko terburuk kalau malas gosok gigi sebelum tidur:
Shalman mengatakan bahwa hal paling buruk yang bisa terjadi gara-gara kurang gosok gigi (minimal sehari di pagi hari dan satu kali lagi sebelum tidur) adalah pembusukan gigi yang parah. "Pembusukan bisa mengakibatkan infeksi parah yang harus diatasi dengan prosedur penanganan yang ekstensif. Paling parah, gigi yang rusak harus dicabut." Efek samping negatif lainnya dari malas gosok gigi? Periodontitis atau penyakit gusi dan jika ini terjadi, efek buruk lainnya tinggal tunggu waktu saja. "Jika bakteri yang menyebabkan gangguan gusi memprovokasi sistem kekebalan kita, risiko yang kita hadapi adalah kerusakan gigi, tulang, serta gangguan sistemik pada organ dalam," Shalman mewanti-wanti. Dia menambahkan bila sistem kekebalan kita bisa memberikan respon yang enggak mengenakkan saat memerangi bakteri. Sistem ini tak peduli kalau proses pemberantasan bakteri-bakteri nakal di mulut meminta korban tulang dan gigi. Ada juga bukti yang menunjukkan kalau rongga mulut yang enggak bersih bisa memicu penyakit jantung. syuerem. Ini dampak riil enggak pernah gosok gigi sebelum tidur:
Jikalau temenmu keukeuh tetep langsung ngeloyong tidur tanpa sikat gigi, sebenarnya dia enggak akan langsung menderita pembusukan gigi atau tulang rahang. Yang paling mungkin terjadi adalah adalah dia bakal kena penumpukan karang gigi yang bisa memicu penyakit gusi dan gigi berlubang. Lebih dari itu, ada alasan kenapa sikat gigi sebelum tidur sangat penting: "Di malam hari, aliran ludah sangat minim. Ludah punya fungsi sebagai pelumas alami. Ludah mem-flush kotoran yang menempel di gigi," jelas Mazen Natour, professor periodontology dan implant dentistry di NYU College of Dentistry. "Karena kuantitas ludah sangat minim di malam hari, apapun yang ada di dalam mulut akan mudah lengket dalam waktu singkat." Natour juga menambahkan jika kita hanya menyikat gigi di siang hari, sepanjang hari ada banyak sekali makanan yang masuk ke mulut sampai akhirnya kamu kembali menggosok gigi di malam hari. "Ini pendapat pribadi sih, tapi kalau memang mau sikat gigi cuma sekali, lakukanlah di malam hari." Apa yang harus kamu bilang ke temanmu:
Bilang ke temanmu kalau mereka harus benar-benar mempertimbangkan menyikat gigi sebelum tidur. Dan ingatkan diri sendiri, karena kita pada dasaranya adalah manusia yang suka sembrono, bahwa idealnya kamu menyikat gigi setelah bangun tidur, setelah makan siang dan sebelum tidur. "Sikat gigi sekali sehari itu masih mending dari tidak menyikat gigi sama sekali, tapi itu kurang ideal karena kita makan tak cuma sekali," kata Natour. "Saban kali kita makan, kita memberi makan bakteri dalam mulut yang bisa menyebabkan penyakit gusi dan gigi berlubang." Penelitian terbaru mengungkap bahwa penduduk berusia dewasa di Korea yang disarankan menyikat gigi selama tiga menit tiga kali sehari lebih jarang menderita penyakit gusi daripada penduduk Amerika Serikat dan Australia yang terbiasa sikat gigi sehari dua kali. Jadi, sikatlah gigimu sebelum tidur karena sakit gigi, meski tak sesakit sakit hati, tetap saja enggak enak. Mazen Natour menjabat sebagai direktur implant honors program di NYU College of Dentistry, sekaligus profesor periodontology dan implant dentistry.