Sekadar Suka atau Udah Ketagihan Bokep, di Mana Batasnya?

Kalau kamu konak pas lihat laptop, tapi layu pas bareng pasanganmu, berhati-hatilah.
24.9.17
ilustrasi oleh Nico Teitel

Oke, skenarionya begini:

Selayaknya generasi milennial, kamu tahulah caranya pakai Google dan aturan bokep di internet: Kalau kamu punya suatu fantasi seksual, kemungkinan besar fantasi itu sudah ada yang buatin dalam format video.

Di era digital ini, kita bisa mendapatkan apapun yang diinginkan hati dan titit hanya dengan sekali swipe atau klik. Berbekal gel pelumas, kamu bisa saja menghabiskan akhir pekan dengan menonton video bokep di situs favorit. Tapi, ya, emang kamu enggak pernah ngerasa kamu sudah kebablasan?

Faktanya:
Bokep itu seperti wahana bermain yang super lengket: warnanya neon, flashy, dan bikin deg-deg-ser. Saat nonton bokep, kamu enggak perlu mendengar atau mengeluarkan suara aneh, mengalami momen-momen canggung, dan terpaksa mengalami jeda padahal lagi nafsu banget gara-gara harus masang kondom. Kalau di dunia nyata… ya tahu sendirilah. Kalau kamu menghabiskan seharian dan setiap hari di wahana bermain, pas kamu balik ke rutinitas, pasti bosan kan? Nah, kadang bokep rasanya juga begitu.

Bokep adalah barang yang bisa dikonsumsi dan sangat menstimulasi, jadi tentu saja bokep bisa bikin kecanduan. Meski begitu, bukan berarti kamu akan kecanduan. Bagi sebagian besar orang, kunjungan ke wahana bermain yang memompa adrenalin bisa jadi seru abis. Tapi, tetap aja, rasanya enggak bisa gantiin sensasi pulang ke rumah.

Hal Terburuk Yang Bisa Terjadi:
"Durasi yang dihabiskan seseorang untuk menonton bokep bisa berdampak negatif pada hidup, hubungan asmara, keintiman, dan kemampuannya orgasme atau sange tanpa bokep. Dampak negatif ini memiliki gradasi dan subjektivitas, sehingga setiap orang mungkin memiliki standar yang berbeda soal yang parah dan sekadar 'mengganggu'," ujar Juliana Morris, alias Dr. Juliana, terapis pernikahan dan keluarga serta penggagas Be Your Own (S)expert.

"Bagi sebagian orang, standarnya adalah, selama masih bisa konak tanpa bokep, itu masih aman. Tapi kalau susah konak tanpa bokep, itu artinya udah ketergantungan, jadinya mereka enggak bisa berhubungan seks dengan pasangan mereka."

Morris juga mencatat bahwa mungkin bagian dari masalah seputar kecanduan dan ketergantungan pada bokep adalah, bahwa ini merupakan subjek yang amat sensitif. "Sulit menemukan pusat perawatan dan terapis yang ahli di bidang adiksi bokep, serta kekerasan dan seks. Adiksi bokep dan kekerasan adalah masalah yang umum. Hal ini bersifat tersembunyi, dikitari stigma-stigma negarif sehingga mereka yang mau curhat jadi malu."

Hal ini berarti jika seseorang sudah ketergantungan, akan butuh waktu dan upaya untuk pulih.

Hal Yang Kemungkinan Akan Terjadi?

Jadi, apa yang akan terjadi kalau kamu nonton bokep terus terusan? "Sejujurnya, kamu bakal orgasme dan mungkin bakal dapet inspirasi soal posisi dan teknik merayu," ujar Lynsey G, penulis buku Watching Porn yang baru terbit.

Dia bilang bahwa hasrat seksual manusia sangat beragam sampai-sampai kita bisa menyakiti diri sendiri kalau berusaha keras menjadi "normal." Jumlah energi seksual yang dimiliki seseorang berbeda-beda.

"Pertanyaan utama yang harus kita selalu ingat adalah, 'apakah saya masih bisa berfungsi dalam hidup' dan 'apakah saya atau orang lain tersakiti dengan yang saya lakukan'," ujar Lynsey. "Kalau segalanya OK-OK saja, dan kamu bahagia, ya bisa jadi kamu sedang memenuhi kebutuhanmu dengan cara yang sehat. Banyak nonton bokep bukan hal buruk jika membantumu hidup dengan cara terbaik."

Meski demikian, para ahli menyarankan, mencurahkan sebagian waktu untuk menemukan perusahaan produksi bokep yang kamu sukai, alih-alih mengandalkan klip atau potongan gratis dari video tertentu. Bukan hanya kamu bisa menikmati video dalam format berkualitas dan erotika dari websitus berbayar, tapi kamu juga bisa mendukung orang-orang yang bekerja dalam industri tersebut.

"Saya juga menyarankan untuk membahas hal ini dengan orang lain," ujar Morris. "Coba tanyakan hal-hal yang membuatmu resah. Tanya juga soal istus favorit. Tanya seberapa sering orang lain nonton bokep. Tanya pendapat mereka. Obrolin aja. Mulai pembicaraan dan bantu hilangkan stigma yang ada."