Geliat Anak Muda Beirut Terekam dari Mata Kamera
All photos by Gogy Esparza
Fotografi

Geliat Anak Muda Beirut Terekam dari Mata Kamera

Gogy Esparza dan Jey Perie menampilkan foto-foto yang bersifat universal tentang anak muda di Ibu Kota Libanon.
12.6.17

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

"Tatapan media Barat" pada budaya asing seringkali berujung pada fetish, dan menyajikan narasi hitam putih yang sesuai dengan pemahaman sebagian besar masyarakat kita. Fotografer Gogy Esparza dan pekerja kreatif Jey Perie telah berupaya secara aktif memberantas fenomena ini dalam proyek mereka Beirut Youth, yang baru-baru ini dipamerkan di Adidas Originals Store di New York.

Sesuai namanya, Beirut Youth adalah eksplorasi fotografis hiper-fokus dari kerserbaragaman anak muda di Lebanon. Proyek ini tidak berusaha menyajikan narasi tipikal yaitu kondisi terpencil atau indoktrinasi berbahaya yang biasanya ditampilkan dalam eksplorasi Barat terhadap Timur Tengah. Karya-karya ini menampilkan anak muda Beirut dari berbagai bentuk dan sisi, dari pergelutan sehari-hari hingga aktivitas yang lebih liar.

"Kami ingin mengeksplor di balik stigma bahaya, dan menembus batasan itu," ujar Esparza pada Creators. "Kami ingin jiwa, wajah, dan emosi."

Duo ini pertama kali mengunjungi Beirut pada Agustus 2016 dan langsung terpana dengan kota itu: "Beirut sangat indah dengan cara yang tidak tedeng aling-aling. Terpecah karena perang selama sejarahnya, orang-orang Lebanon amat bangga akan tradisi mereka," ujar Esparza. Namun di samping keindahan kota ini, mereka berusaha menangkap esensinya pula: "Kami merasa generasi kami butuh wawasan soal energi dan jiwa anak muda di sini; untuk melucuti mereka yang tegang dan mengundang mereka yang penasaran dan familiar.

Kalau bukan karena jejak-jejak perbedaan budaya (anak-anak merokok Hookah, tulisan Arab, dan lain-lain), sebagian besar foto-foto Esparza bisa disangka penggambaran anak muda Barat, karena masa seperti ini dalam hidup seseorang biasanya berputar sekitar perpaduan pembelajaran diri, pencarian kenikmatan, dan sedikit onar, di manapun orang ini berada. Konteks masyarakat dan spesifikasi budaya berubah, namun tidak dengan jiwa anak muda.

Namun, terlepas dari kemiripan tersebut, duo ini meninggalkan ibukota dengan perubahan: "Perjalanan ini mengubah saya banget lah, dan saya yakin Jey juga begitu," ujar Esparza. "Kami hanya pengin tahu kisah-kisah nyata; mata mereka dan pandangan mereka, untuk memastikan kamu menyadarinya saat melihat foto-foto kami. Namun beberapa hal fakta belaka. Kondisi yang kami lihat di kamp-kamp pengungsian sangat buruk dan selalu buruk selama didirikan untuk para warga Palestina sejak 1940-an."

Dampak kota ini pada diri Esparza amat kentara sampai-sampai sang fotografer kembali untuk kali kedua pada Maret 2017: "Saya menangkap lebih banyak kisah karena kini saya merasa lebih terhubung dengan mereka," ujarnya. "Mereka merasakan energi saya dan percaya pada saya, sehingga mau menceritakan kisah mereka. Mereka membutuhkan bantuan saya."

Meski pameran di Adidas Original Store ini baru saja selesai, Esparza dan Perie telah membuat photobook berisi karya-karya mereka, yang bisa ditemukan sekalian dengan informasi lebih lanjut soal proyek ini, di situsweb Beirut Youth. Karya-karya Gogy Esparza lainnya bisa ditemukan di sini.