Pembajakan

Menurut Penelitian, Pembajakan Online Bisa Untungkan Pelaku Industri Hiburan Lho

Para peneliti memperingatkan serangan copyright berlebihan terhadap pembajak online mungkin kontraproduktif bagi produsen maupun konsumen.
30.1.19
bendera bajak laut
Gambar: Shutterstock

Menurut industri hiburan, pembajakan itu seperti momok jahat yang menghancurkan pasar, tapi nyatanya tidak selalu begitu, berdasarkan sebuah penelitian bersama oleh Universitas Indiana.

Industri hiburan telah menghabiskan puluhan tahun mencemarkan aksi pembajakan, hingga nyaris menyerupai parodi. Lembaga-lembaga industri layaknya Asosiasi Film AS secara rutin mengusulkan “solusi” agresif dan mahal untuk masalah pembajakan (misalnya, gugatan hukum yang mencurigakan dan mengusir pembajak dari internet), yang tidak membantu menghalangi pelanggaran hak cipta.

Namun, dalam studi baru, peneliti Universitas Indiana seperti Antino Kim berkata bahwa pembajakan online justru dapat berdampak positif terhadap pemasaran, dan pengaturan pembajakan yang terlalu ketat, terlebih menghukum pembajak bisa kontraproduktif.

“Ketika barang informasi dijual kepada konsumen melalui penjual, dalam situasi tertentu, tingkat pembajakan yang sedang tampaknya mempunyai pengaruh positif pada keuntungan produsen dan penjual, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para konsumen,” ujar Kim dan sesama penelitinya.

Iklan

Contohnya, studi Kim (“ The "Invisible Hand" of Piracy: An Economic Analysis of the Information-Goods Supply Chain”) mengacu pada serial populer HBO, Game Of Thrones, yang terus-terusan memecahkan rekor pembajakan berkat pembagian file di BitTorrent.

Para peneliti menemukan bahwa pembajakan cenderung berperan sebagai bentuk kompetisi tak terlihat, yang mencegah kenaikan harga produsen (HBO) dan operator TV satelit (misalnya First Media) dalam membuat semacam margin keuntungan dobel. Kalau harganya dinaikkan terlalu tinggi, para pelanggannya akan memilih untuk membajak serialnya, yang akan menimbulkan kerugian lebih besar.

Ide bahwa tindakan pembajakan berfungsi sebagai pengatur kompetisi pasar bukan argumen baru. Tak terhitung jumlah perusahaan (layaknya Good Old Games) yang telah menemukan solusi terbaik untuk menangani pembajakan adalah menawarkan produk yang lebih murah, lebih baik, dan bebas DRM (pengelolaan hak digital) yang akan menurunkan daya tarik pembajakan. Namun ini belum memang belum banyak dipahami oleh petinggi industri hiburan.

Para peneliti mengaku penemuan mereka masih terbatas, dan bahwa mereka tidak menganjurkan perusahaan hiburan untuk merangkul pembajakan. Mereka berpendapat bahwa jika kamu memahami keuntungan pembajakan sebagai bentuk kompetisi sehat, maka upaya anti-pembajakan yang ketat justru berpotensi berdampak negatif pada pasar.

“Penelitian kami tidak merekomendasikan usaha legal kemudian tiba-tiba menganjurkan pembajakan,” kata para peneliti. “Implikasinya hanyalah bahwa dalam konteks dunia nyata, produsen dan penjual harus mengakui bahwa tingkat pembajakan tertentu serta ancamannya mungkin dapat menguntungan. Oleh karena itu, mereka harus memoderasi upaya anti-pembajakan.”

Iklan

Petinggi HBO telah mengakui bahwa pembajakan terbukti bisa menguntungkan dengan meningkatkan publisitas dan ketertarikan konsumen. Mirip dengan cara eksekutif Netflix dan HBO melihat pembagian sandi sebagai sarana promosi dan bukan perilaku jahat yang harus diberantas (yang cenderung menjadi persepsi anggota industri hiburan zaman dulu).

Tetapi itu bukan berarti HBO belum pernah terlibat dalam upaya anti-pembajakan yang meragukan selama bertahun-tahun, termasuk upayanya untuk meng-seed file-file BitTorrent “beracun” untuk menghalangi bagi-bagi file. Tetapi perusahaan tersebut percaya bahwa pelanggaran hak cipta merupakan sesuatu yang dapat berkonsekuensi positif ataupun negatif, dan bukan kiamat.

Kim menulis dalam sebuah email kepadaku bahwa HBO mungkin melihat lebih banyak insentif untuk bertindak keras melawan pembajakan setelah AT&T memperoleh HBO. Kini AT&T (perusahaan telekomunikasi AS) berperan sebagai produsen sekaligus penjual (melalui AT&T dan DirecTV, yang juga dimiliki AT&T), yang berpotensi memperkecil keuntungan-keuntungan yang diusulkan laporan ini.

Namun, ada dampak positif lain dari pembajakan, misalnya efek jaringan positif (artinya, semakin banyak orang yang mengkonsumsi produkmu, semakin tinggi nilainya) dan pembelajaran (artinya, pengguna konten bajakan belajar lebih banyak tentang produknya, dan memilih untuk membeli produk aslinya),” lanjut Kim. “Ini penemuan lama dari laporan lain. Yang kami temukan di sini hanya tambahan.”