Donald Trump

Dibajak, Akun Twitter McDonald's Sebut Trump 'Presiden Menjijikan'

Cuitan tersebut sekarang sudah dihapus. Si pembajak menumpahkan semua uneg-uneg sampai bilang “tangan lo kecil Trump!”
17.3.17
Foto oleh Justin Sullivan/Getty Images

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

Kejutan baru diperoleh mantan bintang iklan McDonald's dan presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump. Selepas membuka matanya Kamis (16/3) pagi waktu setempat,  Trump niscaya terperangah gara-gara restoran waralaba terbesar seantero jagat itu mengolok-oloknya di dunia maya. Barisan kata-kata kasar itu dilontarkan McDonald's lewat akun twitter resmi mereka.

Iklan

Kita sebagai penonton di jagat Twitter tentu saja cuma bisa main tebak-tebakan kenapa akun McD sampai melontarkan rentetan kata-kata kasar ini. Barangkali Ronald McDonald—simbol jaringan resto waralaba itu—agak keki dan pernah gontok-gontokan dengan para pendukung kubu "Make Amerika Great Again".

Dugaan lain yang lebih masuk akal: tim admin @McDonaldsCorp tak becus bekerja sehingga akun Twitter mereka diretas.

Informasi dilansir oleh The Hill, Robert Gibbs selaku mantan pejabat humas pemerintah Barack Obama ternyata kini menjabat Global Chief communications officer Kantor Pusat McDonald's.

Apakah Gibbs punya andil dalam kecaman ganas akun Twitter McDonald's terhadap Donald Trump? Entahlah. Yang jelas, McDonald's belum menggubris pertanyaan kami hingga artikel ini dipublikasikan.

Twit-twit itu, yang awalnya dipajang di urutan paling atas feed twitter McDonald, kini sudah dihapus. Akun @McDonaldsCorp belum memberikan komentar tentang hal ini meski terus menjawab berbagai pertanyaan lain yang dilayangkan oleh para pelanggakan ke akun twitternya. Sementara itu, Netizen tentu ramai menanggapi insiden ini dengan berbagai cara. Mulai dari bersorak riang, menduga-duga apa yang yang terjadi, sampai tentu saja marah-marah membela Trump.

Okelah, mari kita tunggu perkembangan selanjutnya dari kasus ini.


PEMBARUAN DATA: @McDonaldsCorp telah mengunggah komentar resmi mengenai kasus tersebut. "Twitter menyatakan akun kami telah diretas. Kami segera menghapus tweet tersebut dan mengamankan akun kami. Kami juga tengah menyelidiki insiden ini."