Mata-Mata Laut

Militer AS Memanipulasi Mikroba di Laut Untuk Mendeteksi Kapal Musuh

Gila emang Amerika. Duit setara Rp647 miliar digelontorin buat bikin sistem pertahanan berbasis modifikasi genetik.
19.12.18
Kapal perang Amerika Serikat
Foto ilustrasi kapal perang AS via Shutterstock

Laboratorium Penelitian Angkatan Laut (NRL) Militer Amerika Serikat mengembangkan organisme-organisme laut yang dimodifikasi secara genetik. Harapannya, mikroba tersebut akan mampu mendeteksi kapal selam, kapal perang, hingga penyelam musuh. Demikian merujuk laporan yang diterbitkan di Jurnal Defense One.

Percobaan ini merupakan bagian dari inisiatif senilai US$ 45 juta (setara Rp647 miliar) yang meliputi semua cabang militer AS. Tujuannya adalah menjajal penerapan sistem pertahanan berbasis laut lewat modifikasi genetik.

Iklan

Motherboard sebelumnya melaporkan rencana militer AS memanfaatkan binatang-binatang laut besar untuk mendeteksi kapal musuh, tapi rupanya Negeri Paman Sam juga ingin menciptakan senjata biologis pada skala mikro.

NRL, saat dikonfirmasi oleh Motherboard lewat email, menyatakan para penelitinya berencana memanfaatkan mikroorganisme yang sering ditemukan di laut, lalu memodifikasinya secara genetik agar mereka bereaksi pada berbagai zat yang ditinggalkan kapal atau peralatan musuh, seperti bahan bakar dan logam.

Jadi, reaksi organisme tersebut kelihatannya seperti apa? Peneliti NRL, Sarah Glaven, saat dikonfirmasi Defense One mengatakan jenisnya bisa berbentuk reaksi kimia, di mana mikroba menyerahkan beberapa elektron. Elektron-elektron tersebut lalu terdeteksi drone kapal selam, yang dapat memberi indikasi jenis kapal atau musuh apa yang menyentuh mikroba.

"Kami percaya bisa memanipulasi mikroba karena kami mempunyai basis data mendalam yang dikumpulkan dari pertumbuhan sistem-sistem alami ini," ucap Glaven.

Dalam pernyataan terpisah, NRL menyatakan Glaven kini berfokus pada bakteri marinobacter sebagai calon yang cocok untuk inteligensi macam ini, tetapi bahwa "mikroba lain mungkin cocok juga."

Memodifikasi bakteri dan mikroorganisme secara genetika untuk menciptakan sensor biologis sudah sering dilakukan. Tetapi mereplikasi hasil tersebut di luar laboratorium lebih sulit. Satu tantangan adalah memodifikasi mikroorganisme tersebut untuk bertahan melawan kondisi lingkungan.

Iklan

"Jika Anda ingin memindahkan sensor berbasis biologis ke lapangan… kamu harus mencoba melindungi mereka," ujar Dimitria Stratis-Cullum, ilmuwan biomaterial di NRL kepada Defense One. "Kamu berusaha mendorong mikroba agar masa hidupnya lebih lama dalam lingkungan di luar lab. Ini sulit dilakukan dengan organisme biologis."

Stratis-cullum menyatakan NRL berfokus pada pengembangan tipe-tipe selaput yang dapat dipasang pada mikroorganisme yang telah dimodifikasi secara genetika untuk meningkatkan ketahanan mereka di lapangan. Secara ideal, selaput tersebut akan dipasang dengan mesin pencetak 3D agar para tentara dapat memproduksi mikroba termiliterisasi di lapangan.

Namun untuk sementara, seorang juru bicara NRL dalam sebuah email menyatakan pekerjaan mereka, "masih berada di tahap dasar, dan masih terbatas pada laboratorium."

Rencana manipulasi ini tidak mencakup memasang perangkat laser di kepala ikan hiu, tapi mengingat kecenderungan NRL untuk mengejar teknologi militer ajaib, seharusnya kita semua tidak kaget kalau itu sampai benar-benar coba diwujudkan oleh militer AS yang kian hari kian liar saja ide-ide pertahanannya.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard