Wonderfruit 2018

Festival Wonderfruit di Thailand Kembali Lagi Dengan Lebih Gempita

VICE ngobrol bareng penggagas festival ini, membahas definisi kesuksesan, strategi menumbuhkan sebuah festival, serta bagaimana EO harus belajar menghadapi perubahan.
Thailand Wonderfruit festival
All images courtesy Wonderfruit  

Festival Wonderfruit di Thailand kembali digelar untuk kelima kali berturut-turut. Acara unik skala regional ini berhasil menarik pengunjung dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mengingat festivalnya pelan-pelan punya reputasi kokoh, sang penggagas Pranitan Phornprapha mulai merenungkan lagi definisi kesuksesan.

Wonderfruit sejak awal dirancang sebagai festival empat hari untuk merayakan gaya hidup berkelanjutan. Selain promosi gaya hidup, Wonderfruit juga diniatkan menjadi ajang memperkenalkan publik pada musik, seni, dan tradisi kuliner dari ranah avant garde. Phornprapcha merasa, sudah saatnya di tahun kelima Wonderfruit memindahkan acara ke lokasi permanen yang lebih besar. Tujuannya jelas: Wonderfruit harus menjadi acara tahunan yang penting dikunjungi siapapun saat berada di Asia Tenggara.

Iklan

"Sukses itu wujudnya tentu macam-macam," kata Pete, demikian panggilan akrab otak di balik Wonderfruit itu, saat ngobrol bareng VICE. "Saya sejak awal sudah mengantisipasi kalau Wonderfruit akan disambut baik oleh khalayak. Namun nyatanya, ada elemen sambutan dan apresiasi yang masih mengejutkan buat saya. Padahal, sebagian elemen dalam festival ini menurut saya masih belum berhasil hadir maksimal."

1543292206089-44D17BF1-4173-48E7-A640-88E069BE9676

Wonderfruit sejak awal berusaha membedakan diri dari acara-acara sejenis, apalagi dibandingkan festival musik skala massif yang sedang tren di Asia. Contohnya saja, pemilihan lokasi. Wonderfruit selalu digelar di luar Kota Pattaya, kawasan wisata yang lebih dikenal karena hal-hal lucah dibanding keindahan alamnya. Selain itu, ketika festival lain berusaha mengandalkan pendekatan komersial dan penuh sponsor agar bisa menghadirkan DJ-DJ EDM ternama, Wonderfruit memilih pendekatan etis. Semua penampil diharap mendukung pesan utama festival dan tiap acara di empat hari penyelenggaraan dikurasi agar memberi pengalaman baru bagi pengunjung. Pete dan kawan-kawan lebih suka bila tiap pengunjung merasakan sensasi gaya hidup berkelanjutan secara utuh, dibanding hanya menonton nama-nama besar tampil menghibur mereka.

Faktor-faktor itulah yang justru membuat Wonderfruit berhasil dapat tempat di hati para penggemar festival se-Asia Tenggara. Nilai festival ini, betapa tiap orang bisa bersenang-senang dan hedon sembari tetap menjaga keseimbangan alam, sulit ditiru penyelenggara festival lain. Dari lini musiknya sendiri, festival tahun ini makin berani bereksperimen. Panitia mengkombinasikan nama-nama dari regional maupun internasional. Bintang tamu Nightmares on Wax, Horse Meat Disco, dan Young Marco akan berbagi panggung dengan like Stars & Rabbit (Indonesia), Toshio Matsuura (Jepang), dan Adisak (Thailand).

Iklan

Tentu saja, sesuai konsepnya, Wonderfruit bukan semata soal festival musik. Ada banyak wahana yang cocok dikunjungi oleh keluarga, masakan lezat tersedia selama empat hari dihadirkan oleh chef kenamaan dari resto Bo.lan dan Gaa, serta ada suguhan forum diskusi dan lokakarya yang bisa memperkaya wawasan, mengenai orgasmic yoga, blockchain, hingga perubahan iklim.

1543292348404-HL-15-12-17-28

Semangat holistik itulah yang menjadi DNA utama Wonderfruit. Atas dasar itu pula, Pete tidak ragu untuk selalu bereksperimen dengan format acara, hingga barangkali tak sepenuhnya sama seperti ketika festival ini pertama kali diselenggarakan.

"Saya tidak khawatir Wonderfruit akan kehilangan etos yang membesarkannya," ujarnya. "Saya justru percaya etos Wonderfruit terus berevolusi dan semakin terintegrasi dengan banyak hal. Semakin kami belajar dari pengalaman sebelumnya, saya dan rekan-rekan lain bertambah paham apa yang harus dilakukan."

"Dulu niat awal ketika kami memulai Wonderfruit masih samar-samar. Sekarang kami justru tambah yakin apa yang hendak kami capai. Langkah selanjutnya adalah merancang proses yang bisa membuat semua pemangku kepentingan, termasuk pengunjung festival, untuk menyelami semangat festival."

1543292495728-HL-16-12-17-

Jadi, apa semangat yang kini semakin dipahami Pete dkk? Menurutnya, Wonderfruit harus menjadi festival yang bisa memberi sesuatu kepada lingkungan sekitar. Seluruh piranti dan perlengkapan yang dipakai dalam fesrival ini bebas emisi karbon. Tiap masakan yang disantap pengunjung disajikan dalam piring yang bisa didaur ulang. Bahkan, panggung dan instalasi yang mewarnai pertunjukan musik memakai bahan alami yang didirikan tanpa paku ataupun semen. Komitmen macam itu yang ingin ditunjukkan penyelenggara festival dan diharap menular pada para pengunjung. Mereka tidak sekadar terhibur, melainkan juga tergerak melakukan perubahan. Harapannya, semangat yang menjunjung tinggi keseimbangan dengan lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan ini akan menular ke seluruh Asia Tenggara. Dan, dengan demikian, Pete dan rekan-rekan panitia berharap upaya mereka semakin menabalkan reputasi Wonderfruit sebagai festival kenamaan di kawasan.

"Saya berharap dengan festival kami, orang-orang tergerak dan terinspirasi pada tujuan yang baik," tandasnya.


Artikel ini ditulis dalam rangka kerja sama antara VICE Indonesia dan Wonderfruit. Untuk membeli tiket masuk festival tersebut, klik tautan ini. Jika bingung bagaimana mengatur rencana trip kalian dari Indonesia ke Thailand, jangan ragu baca panduan kami hasil meliput festival ini tahun lalu.