Arab Saudi

Arab Saudi Resmi Punya Bioskop Lagi, Tapi 'Black Panther' Tetap Kena Sensor

Kenapa 'Black Panther'-nya lebih pendek 40 detik dari versi yang beredar di negara lain? Berikut adegan yang dipotong oleh rezim konservatif Saudi.
Salah satu pengunjung keluar dari mobil Lexus di lobi bioskop perdana Saudi, di Riyadh, Rabu (18/4) lalu yang memutar 'Black Panther'. Foto oleh Amir Nabil/Associated Press.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Arab Saudi resmi mengakhiri larangan operasional bioskop selama 35 tahun terakhir pada Rabu (18/4) pekan ini. Film perdana yang diputar untuk penduduk Negeri Petro Dollar itu adalah Black Panther. Namun, ternyata warga Saudi tak otomatis memperoleh kebebasan menikmati sinema tanpa campur tangan negara. Black Panther yang diputar di Saudi lebih pendek 40 detik dibanding versi negara lain. Setidaknya itu menurut laporan Hollywood Reporter.

Iklan

Memang adegan apa sih dari film adaptasi komik blocbuster sukses meraup US$1,3 miliar itu yang kena gunting sensor di Saudi? Berikut bocorannya:

Di ending film ini, dua tokoh utama Black Panther yakni Pangeran T’Challa (Chadwick Boseman) dan Nakia (Lupita Nyong’o) berciuman. Nah, adegan itulah yang dipangkas sama otoritas Saudi. Menurut laporan Associated Press adegan ini dianggap tak sesuai standar moral kerajaan yang didominasi ulama mazhab Wahabi. Uniknya, berbagai adegan kekerasan sepanjang durasi film aman dari sensor.

Pada dekade 1970'an, Saudi pernah punya bioskop. Tapi, satu dekade berikutnya, akibat tekanan ulama Sunni ultrakonservatif, kerajaan sepakat melarang semua jenis bisnis pemutaran film di ruang publik. Larangan kaku itu akhirnya longgar berkat kebijakan Pangeran Mohammed bin Salman yang mengupayakan reformasi menyeluruh di negara tersebut. Sejak resmi menjadi pewaris tahta Juni tahun lalu, Salman mengguncang berbagai status quo di kerajaannya. Termasuk mengizinkan perempuan mengemudi mobil dan dapat SIM.

Black Panther per pekan ini resmi menjadi film dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah, hanya kalah dari Avatar-nya James Cameron yang tayang 2009 lalu. Bioskop anyar Saudi ini dikelola oleh jaringan AMC, perusahaan asal Amerika Serikat. Dalam acara pemutaran perdana dua hari lalu, penonton hanya terbatas untuk tamu undangan. Akhir pekan ini bioskop itu resmi terbuka untuk umum, namun perempuan dan lelaki tetap dipisah.

AMC rencananya akan membangun 40 komplek bioskop di seluruh wilayah Saudi. Harapannya target tersebut tercapai dalam lima tahun ke depan.

Selain mengizinkan bioskop buka, Pangeran Mohammed Salman berjanji mendukung pengembangan industri kreatif di negaranya.

Pemerintah Saudi rencananya akan mengucurkan dana hingga US$64 miliar ke industri hiburan lokal yang skalanya masih rumahan. Saudi punya Youtuber dan beberapa sutradara lokal, namun mereka mayoritas berkarya untuk penonton luar negeri karena khawatir kena sensor. Dengan dana sebesar itu, total ada 300 layar dan peningkatan film lokal di negara itu pada 2030.