Komputer Astronomi Canggih Ditemukan dari Peradaban Yunani 1.000 Tahun Lalu

Mesin berjuluk Antikythera ini benar-benar mendahului zamannya. Diduga kuat, ilmuwan masa itu memakainya untuk memahami 'cara kerja galaksi'.
18.8.17

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard. Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1900 oleh para penyelam di Pulau Antikythera, perangkat jam rumit yang dijuluki "Mekanisme Antikythera" membuat banyak kalangan—mulai dari arkeolog hingga penggila UFO—pusing tujuh keliling.

Beragam teori diajukan, mulai dari yang bilang ini cuma jam biasa sampai yang menduga perangkat ini merupakan hadiah alien bagi umat manusia. Sampai saat ini para ilmuwan berusaha mereka ulang fungsi alat ini dengan menafsirkan ukiran berbahasa bahasa Yunani kuno yang tertera di pinggiran perangkat misterius tersebut. Hasilnya, apa yang ditemukan para ilmuwan sama mengejutkan seperti teori-teori yang selama ini beredar.

Proses pemindaian rumit yang dilakukan selama satu dekade menyimpulkan Mekanisme Antikythera "merupakan semacam batu bertuah yang digunakan untuk memahami cara kerja galaksi. Bisa dibilang ini adalah komputer mekanik paling tua dalam peradaban manusia."

Terdapat aksara Yunani kuno di lempengan mesin Antikythera. Sumber foto: Getty Images

Temuan ini menunjukkan masyarakat Yunani pada tahun 200 Sebelum Masehi memiliki kemampuan mewujudkan teknolongi rumit, yang 1.000 tahun mendahului masanya.

"Teks ukiran kecil itu sangat berharga bagi kami," ujar peneliti bernama Alexander Jones saat diwawancarai kantor berita Associated Press. "Ukiran-ukiran aksara ini punya banyak detail yang harus kami terjemahkan, karena alat ini berasal dari masa yang perkembangan astronomi dan teknologi tak kita ketahui, kecuali yang bisa terungkap dari alat ini."

Fungsi Antikythera Mechanism, yang dideskripsikan oleh tim penelitinya sebagai alat ajar, ternyata sangat banyak. Mesin kuno ini bisa melacak pergerakan bulan dan matahari, posisi keduanya dalam sistem zodiak, serta posisi lima planet yang sudah diketahui oleh masyarakat Yunani saat itu: Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus. Alat ini juga mampu memprediksi momen terjadinya gerhana matahari.

Upaya merekonstruksi bentuk asli Antikythera pada 2007. Sumber foto: Mogi Vicentini/Wikimedia Commons

Tim peneliti mulai membedah dengan seksama fungsi alat ini sejak 2004. Tujuan utamanya adalah mencari tahu bagaimana cara kerja komputer kuno tersebut. Dengan menggunakan sinar x dan teknologi pemindaian terbaru, mereka menyisir 82 pecahan alat tersebut demi mendapatkan pemahaman yang rinci tentang fungsi sejati Antikythera Mechanism. Menurut salah satu anggota tim peneliti, alat yang mereka teliti "bukanlah sekadar mainan kalangan elit Yunani kuno", tapi lebih sebuah alat sains yang jauh lebih serius.

Walaupun para peniliti kini punya pemahaman yang lebih dalam tentang Antikythera Mechanism, masih banyak misteri yang perlu diungkap. Rongsokan kapal tempat piranti misterius ini ditemukan 115 tahun lalu masih terbaring di bawah permukaan laut.

Hingga artikel ini ditulis, para arkeolog masih terus melakukan pencarian di dasar laut. Tim peneliti yang berhasil mengungkap pemahaman baru atas Antikythera Mechanism, dengan harapan ada serpihan yang bakal ditemukan di lautan sana. Atau malah mungkin, beberapa mesin misterius lainnya dari era Yunani kuno.