Apollo 11

NASA Merilis Rekaman Misi Apollo 11 Supaya Kalian Bisa Mendengar Sendiri Suasana di Bulan

Data yang dirilis itu lebih dari 19.000 jam rekaman suara misi pendaratan manusia pertama kalinya di satelit bumi.
2.8.18

Semua orang mengenali kata-kata legendaris "Satu langkah kecil untuk manusia," yang diucapkan Neil Armstrong pada momen 21 Juli 1969, saat dia turun dari tangga pendarat untuk pertama kalinya, lantas menjejakkan kaki ke hamparan debu permukaan Bulan.

Meski demikian, apa yang telah hilang selama bertahun-tahun, adalah berjam-jam percakapan, perintah, dan gurauan yang disampaikan dari para astronot Apollo 11 dan Houston. Sekarang, publik dapat mendengar semuanya: Peneliti, bersama dengan NASA, baru saja merilis lebih dari 19.000 jam (atau lebih dari dua tahun) audio dari Apollo 11, termasuk Armstrong, Michael Collins, dan Buzz Aldrin.

Kalau kamu memilih koleksi audio secara acak di arsip NASA, sebagian besar audio ini adalah udara mati, menunggu seseorang untuk mengatakan sesuatu, dan kemudian seseorang di kontrol misi memicu radio dengan "roger" atau serangkaian angka dan arah. Tetapi, bahkan hal-hal biasa lewat dari bumi ke astronot tampak penting. Kamu mendengarkan melalui waktu dan, secara harfiah, ruang—ke percakapan yang diadakan hampir lima dekade lalu, antara tiga pria yang mengambang 238.000 juta mil dari rumah.

Iklan

Peneliti University of Texas Dallas mengembangkan teknik untuk menganalisis dan mengenali arsip suara besar-besaran dari misi Apollo: lebih dari 200 kaset analog berdurasi 14 jam, masing-masing dengan 30 trek audio. Menambah tantangan, kaset asli hanya dapat diputar pada peralatan dari tahun 60an yang disebut SoundScriber, yang terletak di NASA Johnson Space Center di Houston.


Tonton dokumenter VICE mengenai sosok yang bertugas memburu satelit mata-mata negara musuh di angkasa:


John H.L. Hansen dan ilmuwan peneliti Dr. Abhijeet Sangwan memimpin tim untuk mendigitalkan algoritma audio dan mengembangkan untuk mengurai dan mentranskripsikan semuanya.

Para peneliti menggambarkan proses melelahkan dari digitalisasi kaset:

Perangkat ini hanya bisa membaca satu trek pada satu waktu. Pengguna harus memutar pegangan secara mekanis untuk memindahkan kepala pita yang terbaca dari satu trek ke trek lainnya. Menurut perkiraan Hansen, diperlukan setidaknya 170 tahun untuk mendigitalkan hanya audio misi Apollo 11 menggunakan teknologi ini.

"Kami tidak dapat menggunakan sistem itu, jadi kami harus mendesain yang baru," kata Hansen saat dikutip blog UT Dallas. "Kami merancang kepala baca 30-track kami sendiri, dan membangun solusi paralel untuk menangkap semua 30 track sekaligus. Ini adalah satu-satunya solusi yang ada di planet ini."

Kamu bisa mendengarkan sendiri di halaman arsip NASA atau website UT Dallas “Jelajahi Apollo” yang jauh lebih mudah digunakan.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard