Hubungan Internasional

Laki-Laki dari Sydney Dicokok Karena Membantu Korea Utara Menjual Rudal

Laki-laki berusia 59 tahun ini oleh jaksa dianggap terbukti membantu Pyongyang jualan komponen senjata pemusnah massal.
19 Desember 2017, 3:30am

Ini adalah berita normal yang 2017 banget: Australian Federal Police menangkap seorang laki-laki asal Sydney dengan landasan hukum Weapons of Mass Destruction (Prevention of Proliferation) Act yang jarang digunakan, atas perannya menjadi agen ekonomi Korea Utara. Lebih spesifiknya, laki-laki berusia 59 tahun ini memfasilitasi penjualan senjata kelas atas dari Korea Utara ke negara-negara lain… dari halaman belakang rumahnya di bagian luar suburban utara Eastwood, New South Wales.

Menurut AFP, laki-laki itu—warga Australia naturalisasi keturunan Korea—dituduh menghasilkan pendapatan untuk Pemerintah Korea Utara sebagai makelar untuk “penjualan dan komponen rudal” dari Korea Utara ke entitas internasional lainnya, dan mencoba mentransfer batu bara dari Korea Utara ke entitas lainnya di Indonesia dan Vietnam. Hadeuh.

FYI aja nih ya, aktivitas macam gini ilegal menurut hukum Australia—ini kali pertama Australia menuntut seseorang dengan landasan hukum tersebut. Hal itu juga merupakan pelanggaran sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Setelah investigasi berbulan-bulan, petugas AFP menggerebek rumah laki-laki tersebut pada hari Sabtu dan menahan dia. Dia akan hadir di pengadilan hari ini, dan jaksa agung menuntutnya karena menghasilkan pendapatan untuk rezim Korea Utara di Pyongyang, dan mendiskusikan rencana untuk melatih spesialis rudal balistik di luar Korea Utara. Dia menghadapi hukuman penjara maksimum sepuluh tahun.

“Masyarakat Australia perlu diyakinkan bahwa kepolisian telah bertindak untuk memastikan tidak ada risiko langsung terhadap masyarakat. Upaya AFP untuk mendukung upaya internasional untuk menjaga keamanan dan perdamaian,” ujar Asisten Komisioner AFP, Neil Gaughan.

“Siapapun yang berusaha melarikan diri dari sanksi tidak bisa dan tidak akan dibiarkan di Australia.”
Sip dah!