Musik Baru

Video Klip 'Fix' dari Beeswax Mengajarkan Cara Bikin Iklan Terselubung yang Baik dan Benar

Hasil rekaman ulang single lawas dari band asal Malang ini menampilkan produk-produk yang relevan buat kisah cinta muda-mudi zaman sekarang.

Beeswax, kuartet emo asal Malang, tahu betul cara bikin Hanung Bramantyo kelihatan bak sutradara amatir soal product placement. Begitu kesimpulan saya setelah nonton video terbaru mereka: “Fix.”

“Fix” sesungguhnya bukan single anyar. Versi awal lagu ini lebih dulu nongol di EP pertama Beeswax yang beredar 2014 lalu. Kali ini, lagu tersebut diaransemen ulang dan dipoles dengan sound lebih nendang (atau dibuat sedemikian rupa agar lebih hmm… American Football?). Seyogyanya, “Fix” versi 2.0 ini bakal jadi salah satu track dalam album ketiga Beeswax yang bakal dirilis oleh label lokal Fallyears Records.

Iklan

Liriknya berkisah tentang romansa menyenangkan remaja, namun cuma berlangsung seumur jagung doang. Adegan-adegan dalam “fix” dengan cepat bergantian menggambarkan siklus pacaran singkat remaja masa kini. Mulai dari lari-lari kecil di trotoar, make out di salah satu bagian sebuah bar, minum-minum di sisi jalan, pre-coital pillow talk (cek menit 2:36 deh), ribut di depan vinyl album American Football (weits, ini wajib banget ada), hingga galau di bathtub entah di mana (tentu karena kamar mandi kosan kurang emo bin sinematik) dst. Daya tarik utama video ini justru terletak pada kepiawaian sutradara Bagas Yudhiswa menempatkan pariwara tersembunyi di sepanjang video ini.

Selama empat menitan durasi video ini, beragam brand—mulai dari banner Prudential, dua botol Bir Bintang, signboard Heineken, hingga plang kantor cabang BNI—dibiarkan Bagas bersliweran begitu saja. Hanya saya, tak seperti Hanung yang maksa banget mau masukin Chocolatos ke hagiografi Habibie dan Ainun, Bagas cuma memasukkan produk-produk yang relevan buat kisah cinta muda-mudi zaman sekarang. Bir bintang (yang tampak paling kentara) misalnya sampai kapanpun mungkin relevan sebagai oli percakapan antara dua sejoli. Lalu, Heineken juga patut diselipkan sebab pacaran sambil minum bir yang itu-itu saja bakal jadi pacaran yang nyebelin. Tentu saja BNI juga sama relevannya. Pasalnya, terlepas kalian anak emo atau bukan, pada akhirnya kita semua cepat atau lambat menjadi budak bank saat mencicil KPR.

Terus, apa dong relevansi Prudential bagi kehidupan anak emo? Eits jangan salah. Asuransi adalah bagian penting dalam kehidupan anak emo yang konon hatinya rapuh. Malah, saya menduga Beeswax sebenarnya sedang ngirim subliminal message kalau satu-satunya cara agar band emo bisa kaya raya—selain bubar dan reuni 14 tahun kemudian seperti Mike Kinsella dkk—adalah dengan mengasuransikan kesehatan “jiwa” sebab tiap hubungan percintaan kandas, mereka bisa dapat 1) santunan dari perusahaan asuransi serta dan 2) energi dan inspirasi bikin lagu. Brilian!

Tonton “Fix” alias videoklip yang cerdas menyisipkan “product placement" di tautan awal artikel ini.