Aplikasi Tepat Guna

Kini Sudah Ada Aplikasi Buat Bersedekah ke Gelandangan

Pengguna diharapkan tak cuma menyumbangkan uang saja, tetapi juga berinteraksi dengan tunawisma. Tapi aplikasi bernama Samaritan ini baru tersedia di Amerika Serikat.
8.7.19

Bayangkan kalau fungsi Gopay dan kitabisa.com digabungkan dengan antarmuka mirip aplikasi kencan online. Apa jadinya? Ternyata kita bisa "menuntaskan" masalah tunawisma.

“Samaritan” adalah startup baru di Seattle yang menyediakan “beacon” (kunci fob yang berfungsi sebagai dompet cerdas) kepada para tunawisma. Beaconnya tersedia di organisasi nirlaba setempat. Pengguna aplikasi ini nantinya akan menerima notifikasi setiap kali berpapasan dengan gelandangan. Mereka bisa membaca kisahnya dan memberikan uang lewat aplikasi.

Iklan

“Pemegang beacon” dapat menggunakan dana mereka untuk membeli sesuatu dari mitra Samaritan di Seattle — seperti kedai kopi, supermarket, thrift shop, dll. — atau meminta bantuan penasihat mereka dalam membayar sewa atau melakukan pembelian berbeda.

Masalah tunawisma di Seattle sudah memasuki tahap krisis, yang mana perkiraannya ada 12.000 orang setiap malam dan ratusan kamp tunawisma tidak sah di seluruh kota. Jonathan Kumar pernah bekerja di sebuah startup teknologi di Seattle, dan dia yakin teknologi bisa menjadi solusi tepat mengatasi masalahnya. Dia terpikir menciptakan Samaritan pada 2015.

Kumar mulai menjalankan aplikasinya dengan didanai oleh Vulcan, perusahaan real estate milik co-founder Microsoft Paul Allen yang sering mendanai program untuk mengakhiri masalah tunawisma. Aplikasinya kini memiliki sekitar 10.000 pengguna di Seattle dan 500 pemegang beacon (separuhnya merupakan pengguna aktif).

Samaritan masih beroperasi sebagai aplikasi nirlaba yang didanai oleh hibah swasta dan publik, tetapi Kumar berkeinginan menghasilkan keuntungan ke perusahaan dengan melisensikan teknologinya ke berbagai kota lain di seluruh Amerika Serikat.

Dengan aplikasinya, Kumar berharap orang-orang bisa lebih sering berinteraksi dengan populasi tunawisma di sekitar mereka. “Memberi sumbangan itu gampang, yang susah mengajak mereka ngobrol atau minum kopi,” tuturnya.

Staf VICE News menyambangi Seattle untuk menjajal aplikasinya. Kami ingin tahu apakah aplikasi ini benar-benar bisa membangun koneksi, atau sekadar memberikan platform bagi orang-orang untuk bersedekah tanpa perlu berinteraksi dengan para tunawisma.

Tonton dokumenter VICE soal aplikasi tersebut lewat tautan di awal artikel, segmennya dimulai menit 20.46

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News