Penipuan

Ratusan Pekerja Film Barat Tertipu Info Loker di Indonesia, FBI Terpaksa Turun Tangan

Banyak pekerja industri film asal AS dan Eropa ditipu perempuan misterius menyamar menjadi petinggi rumah produksi Hollywood. Modusnya korban disuruh berangkat ke Indonesia, lalu dikuras duitnya.
17.7.19
Ratusan Pekerja Film Bule Tertipu Info Loker di Indonesia, FBI Terpaksa Turun Tangan
Kolase oleh VICE. Ilustrasi pekerja film dan penipu via Shutterstock

Seorang penipu yang diduga berjenis kelamin perempuan Asia sukses bikin Biro Kepolisian Federal Amerika Serikat (FBI) kelimpungan. Sejak 2013 dia konsisten menipu ratusan orang, rata-rata korbannya pekerja industri perfilman. Modalnya hanya email dan telepon. Modusnya selalu sama: korban dijanjikan pekerjaan bergengsi, mengharuskan mereka terbang ke Indonesia. Profesi korbannya mulai dari penulis skenario, aktor, pemeran pengganti, juru rias, fotografer, selebgram, influencer medsos, sampai mantan tentara AS.

Iklan

Aksi ini membuat si penipu dijuluki 'Con Queen Hollywood' alias Ratu Penipu Hollywood. Saking banyaknya yang tertipu, pada 15 Juli 2019 FBI membuat laman resmi pengaduan korban dan memberi travel warning kepada siapa saja yang hendak ke Indonesia agar tak gampang tergiur iming-iming pekerjaan di bidang hiburan dan sejenisnya.

"Harap dimengerti, tawaran pekerjaan ini adalah kasus penipuan. Siapa saja yang berencana bepergian ke Indonesia karena kabar lowongan pekerjaan di bidang industri entertainment harus melakukan pemeriksaan dahulu dan lebih berhati-hati," FBI memperingatkan.

Pelaku selalu mengaku sebagai orang penting Hollywood. Nama yang dicatut semuanya perempuan high profile, seperti Kathleen Kennedy, presiden rumah produksi Lucasfilm; Victoria Alonso, pejabat Marvel; Amy Pascal, mantan petinggi Sony Pictures; Wendi Deng Murdoch, produser film; Sarah Finn, casting director langganan Marvel; Gigi Pritzker, produser; Sherry Lansing, bekas bos Paramount; Stacey Snider, CEO 20 th Century Fox; hingga Lesli Linka Glatter, sutradara dan produser kawakan.

Pelaku selalu berusaha meyakinkan korban untuk bergabung dengan proyek film yang sedang ia kerjakan. Setelah sepakat, korban diminta pergi ke Indonesia karena di sanalah pekerjaan itu dilakukan. Korban juga harus membayar biaya perjalanannya sendiri untuk kemudian di-reimburse.

Sesampainya di Indonesia, korban dijemput sopir lokal dan kadang bersama seorang penerjemah. Keduanya meminta uang ribuan dolar yang sudah disiapkan korban agar mereka bisa menguruskan hotel dan akomodasi macam-macam. Selama menemani si sopir juga akan meminta upah kerja kepada korban. Sampai kemudian si sopir dan penerjemah itu menghilang.

Iklan
1563363868934-penipuan

Ini sosok sopir gadungan yang menjemput Carley Rudd di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rudd adalah korban jaringan penipuan pekerja film di Indonesia. Foto dari arsip pribadinya saat diwawancarai VICE Australia.

Kekuatan si penipu ada pada penyamarannya yang nyaris sempurna. Dia disebut bisa menirukan persis cara bicara orang yang ia catut sampai ke logat-logatnya, udah kayak aktris legendaris Merryl Streep aja. Selain itu si Con Queen kayaknya sudah riset mendalam background korbannya sehingga ketika informasi-informasi pribadi itu disampaikan, korban tidak curiga bahwa ia penipu.

"Dia meyakinkan banget," kata aktor Brandon Wegryznek yang Maret lalu dikontak Sarah Finn gadungan, kepada The Hollywood Reporter. Untungnya, walau senang banget karena dikontak direktur kasting Avengers dan Black Panther ini, Wegryznek masih sempat melakukan kroscek ke temannya sesama pekerja film. Dia segera sadar iming-iming kerjaan itu cuma penipuan.

"Saya tidak menyangka karena semuanya terlihat sangat profesional," kata Wengrzynek.

Barangkali saking jagonya ngibul, seorang fotografer bule yang juga jadi korban baru sadar telah ditipu enam bulan kemudian. Waktu dia sadar, uangnya US$65 ribu terlanjur amblas.

Modus penipuan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, tapi FBI baru turun tangan belum lama ini. Alasannya, meski ada sejumlah korban yang melapor, besaran kerugian uangnya terlalu kecil, di kisaran US$3 ribu sampai US$150 ribu (setara Rp40 juta sampai Rp200 juta).


Tonton dokumenter VICE soal bisnis pemakaman palsu di Korea Selatan:


Investigasi serius justru dimulai duluan oleh firma investigasi asal New York, K2 Intelligence, yang sejak 2017 disewa tiga orang petinggi Hollywood yang namanya dicatut. K2 merahasiakan nama penyewa mereka.

Sejumlah indikasi telah dipegang K2, berdasarkan investigasi mereka. Si penelepon ditengarai satu orang yang sama. Ia perempuan berkebangsaan Asia, kemungkinan memiliki anak, dan pernah bekerja sebagai juru rias di Hollywood. Rangkaian kasus yang terjadi sejak 2013 ini juga dipercaya didalangi tim penipu yang sama.

Menurut temuan K2, kurang lebih 100 orang menjadi korban penipuan ini. Rata-rata mereka kehilangan uang US$15 ribu sampai US$20 ribu. Korbannya tersebar di Eropa dan Amerika Serikat. Todd Hemmen, agen FBI yang bertanggung jawab atas kasus ini, mengatakan kepada The New York Times bahwa Indonesia satu-satunya negara yang jadi tujuan modus penipuan tersebut.