FYI.

This story is over 5 years old.

Pengungsi Suriah

CEO Perusahaan Kanada Menampung Puluhan Keluarga Pengungsi asal Suriah

Ketika AS menutup pintu bagi imigran muslim, Jim Estill sengaja menyediakan tempat tinggal dan menawarkan pekerjaan bagi 58 keluarga dari Suriah yang kelimpungan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penutupan imigrasi tanpa batas waktu bagi pengungsi Suriah sejak awal tahun ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan negaranya dengan senang hati akan menerima limpahan pengungsi yang ditolak Amerika Serikat. Banyak warga Kanada yang melakukan upaya swadaya tanpa menunggu sang PM menepati janjinya. Jim Estill, CEO perusahaan perkakas rumah tangga, Danby, yang berlokasi di Ontario, melakukan upaya massif membantu pengungsi bertransmigrasi. Estill, satu dari ratusan warga Kanada yang mensponsori kedatangan para pengungsi Suriah dengan uang pribadi, dilaporkan mengalokasikan dana sebesar US$1,5 juta (setara Rp20 miliar) untuk membiayai ongkos tempat tinggal dan pengeluaran seluruh 58 keluarga pengungsi yang dia tanggung.

Namun upaya Estill tidak berhenti di situ saja; dia juga menawarkan pekerjaan bagi para pengungsi. Faktanya, 16 dari 150 orang yang bekerja di gudang Danby adalah pengungsi Suriah. Berikut video tentang upaya Estill menolong orang-orang yang kabur dari kekejaman perang di Timur Tengah, agar mereka bisa membangun kembali hidupnya di Kanada: