Perlawanan Gigih Vespa 'Mad Max' Bertahan di Jalanan Indonesia
Semua foto oleh Orly Even
Fotografi

Perlawanan Gigih Vespa 'Mad Max' Bertahan di Jalanan Indonesia

Vespa gembel modifikasi sebagai antitesis gaya hidup burjuis—walau dimusuhi polisi—mengubah jalanan menyerupai setting film 'Thuderdome'.
27.3.17

Skuter merek Vespa dari pabrikan Piaggio, Italia, memiliki segmen penggemar fanatik di Indonesia. Vespa selalu menempati sudut tersendiri dalam hati pecinta otomotif di Tanah Air. Dari semua jenis pecinta Vespa, tak ada yang mengekspresikannya lebih ekstrem dibanding komunitas Vespa Gembel. Itu adalah sebutan untuk skuter Vespa yang dimodifikasi menjadi sebobrok mungkin tampilannya. Komunitas punk, rastafarian, hingga metalhead termasuk ceruk penggemar Vespa Gembel. Vespa yang bisa menggambarkan gaya hidup antikemapanan secara paripurna. Skuter tersebut kadang diberi ornamen sampah dan barang rongsokan lainnya supaya menjadi lebih kumuh. Terlepas dari penampilannya, komunitas penggemar Vespa Gembel dikenal sangat kompak di jalanan.

Iklan

Akhir tahun lalu, ratusan pengendara Vespa gembel menggelar jambore di Desa Tukadaya, Jembrana, Bali. Acara kumpul-kumpul itu mengubah lapangan Tukadaya menyerupai setting film Mad Max.Sebab bagi penikmat film barat, tampilan vespa gembel akan mengingatkan mereka pada kendaraan manusia pascakiamat yang muncul di cerita tersebut.

Vespa Gembel (sebagian lebih nyaman menjulukinya vespa sampah atau vespa anker) bisa dibilang Frankestein bidang otomatif: mereka tidak didukung dan diakui oleh banyak kalangan—bahkan mungkin oleh pabrikan Vespa—tapi eksistensinya tak bisa dinafikan. Polisi Indonesia bahkan sangat memusuhi vespa gembel. Sudah berulang kali pemilik vespa kumuh ditilang. Polrestabes Surabaya resmi melarang vespa gembel beredar di jalanan, sedangkan di Depok, belasan vespa gembel pernah dihancurkan.

Digencet otoritas seperti itu, vespa gembel tetap bertahan dan malah menarik fanatik-fanatik generasi baru. Bagaimanapun vespa rongsok ini memang memiliki estetika unik tersendiri. Para pemilik mengendepankan semangat modifikasi DIY, serta sentuhan lokalitas, sesuai daerah asal pengendara masing-masing. Dalam jambora vespa gembel yang kami datangi, modifikasi ini mencapai titik esktrem. Setiap pemilik berusaha mengubah tunggangannya menjadi lebih kumuh dan lebih gila daripada rekan-rekan lainnya. Modifikasi unik bakal kita saksikan sejauh mata memandang. Ada satu vespa gembel dalam jambore ini memiliki 20 roda serta semua joknya diganti dudukan kayu. Kami juga bertemu vespa yang sekilas mirip penjara bambu, vespa penuh ornamen tulang hewan, serta vespa hasil kanibal dari kendaraan lain yang betul-betul beratmosfer post-apocalyptic. Kemungkinan modifikasi yang betul-betul tanpa batas.

Iklan

Sampai sekarang belum jelas kapan budaya vespa gembel mulai berkembang massif di Indonesia, walau mungkin perkembangan signifikan bisa tercatat pada awal 90-an. Angka perkiraan pengguna vespa kumuh semacam itu di seluruh Indonesia juga sulit ditaksir. Yang jelas, pasti lebih dari ribuan vespa gembel melaju di atas jalanan Tanah Air.

Salah satu faktor pendukung popularitas vespa gembel adalah murahnya ongkos menjalani hobi semacam ini. Vespa bekas dari dekade 70 atau 80-an bisa ditebus seharga Rp700 ribu, masih terjangkau oleh kebanyakan orang. Berkat kekompakan komunitas vespa, suku cadang juga tetap mudah didapatkan. Karena itulah, batas dalam mendalami vespa gembel hanya imajinasi. Siapapun bisa mengubah skuter rongsokan reyot dari era 1970-an jadi sebuah tunggangan yang sangat unik. Selain itu, tak ada batasan bagi siapapun yang ingin bergabung dalam komunitas Vespa. Asal kamu mengendarai salah satu varian motor 98 CC buatan Piaggio, kamu langsung dianggap bagian keluarga besar Vespa.

Untuk berbagi momen ajaib jambore Vespa gembel kepada kalian semua, kontributor Steve Gamboa bersama fotografer Orly Even dari VICE Indonesia menampilkan sederetan foto-foto dari Jambore Vespa Gembel di Bali.