Oscars

Pembuat Film Dokumenter asal Suriah Pemenang Oscar Dilarang Masuk AS

Paspor Khaled Khatib—yang bertaruh nyawa memfilmkan "White Helmets"—dianggap bermasalah oleh otoritas Negeri Paman Sam.
27.2.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.

Sutradara Khalid Khatib tidak bisa menghadiri malam penghargaan Academy Awards alias Oscars yang digelar Minggu (26/2) malam waktu Amerika Serikat. Dalam gelaran Oscars ke-89 ini, filmnya—'The White Helmets'—berhasil menang untuk kategori dokumenter pendek terbaik. Otoritas Imigrasi AS menyatakan ada masalah dengan status paspornya. "Dokumen perjalanan yang valid menjadi syarat mutlak seseorang diberi izin masuk ke Amerika Serikat," kata Gillian Christensen, juru bicara Kementerian Keamanan Dalam Negeri, ketika dihubungi kantor berita Associated Press.

Iklan

Film garapan Khatib berjudul 'White Helmets', masuk kategori dokumenter terbaik Oscars 2017. Film itu mengangkat profil kelompok relawan sipil—yang seringkali menggunakan helm warna putih—mengevakuasi sesama warga yang terjebak reruntuhan akibat perang Suriah. Kelompok White Helmets selalu yang pertama datang setelah terjadi serangan udara di kota-kota basis pemberontak Suriah. Organisasi kemanusiaan ini beranggotakan 3.300 relawan di seluruh Suriah. Berkat keberadaan White Helmets, stasiun televisi NBC memperkirakan 82 ribu orang selamat dari kematian. White Helmets disebut-sebut masuk nominasi peraih Nobel Perdamaian tahun lalu, kendati akhirnya mereka tidak menang.

Khatib, selain merekam seluruh proses evakuasi selama Perang Suriah berlangsung lima tahun terakhir, turut menjadi anggota White Helmet di kala senggang.

Pemerintah Suriah memusuhi White Helmets. Kelompok relawan ini dianggap mengeksploitasi kerusakan akibat perang serta korban-korban serangan udara untuk kepentingan propaganda Al-Qaeda. White Helmets membantah bila mereka terafiliasi dengan kelompok politik maupun teroris apapun. Presiden Suriah, Bashar Al-Assad saat diwawancarai Associated Press menyatakan White Helmets banyak berdusta saat merekam video insiden serangan udara. "Mereka menggunakan kedok gerakan kemanusiaan untuk menjalankan agenda-agenda tertentu," kata Assad. Tak cuma Assad yang memusuhi White Helmets. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut para relawan ini sebagai teroris.

Iklan

Persoalan Khatib awalnya diduga akibat dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump melarang warga dari tujuh negara—termasuk Suriah—masuk ke Negeri Paman Sam. Namun, keppres diskriminatif itu sudah dihentikan sementara oleh keputusan Pengadilan Banding Federal. Ternyata, setelah diselidiki lebih lanjut, Khatib tidak memperoleh visa khusus ke AS akibat persoalan lain.

Sepanjang 2016, pengungsi asal Suriah yang masuk AS mencapai 12.587 orang, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Mengingat sikap Trump, kemungkinan jumlah pengungsi yang diterima tahun ini akan turun drastis.

Walau Khatib tidak bisa hadir akibat mengalami masalah, namun kebijakan Trump soal imiragn membuat perayaan Oscars diwarnai aksi protes sejak jauh-jauh hari. Banyak sutradara, terutama asal Timur Tengah, memboikot penghargaan paling prestisius di dunia film tersebut.

Para sutradara yang menolak datang ke Oscars membuat surat terbuka mengecam keppres Donald Trump. "Semua orang, mulai dari seniman, jurnalis, dan aktivis, mari kita merapatkan barisan. Kita semua yang berusaha mempromosikan toleransi, kebebasan berekspresi, dan juga hak manusia, semua nilai itu sedang diserang dari berbagai arah."

Khatib adalah pemuda 21 tahun yang belajar merekam film secara otodidak. Dia awalnya iseng merekam kegiatan White Helmets di kala senggang dengan kamera video seadanya. Khatib kemudian mendapat pelatihan dari jurnalis asing untuk meningkatkan mutu gambarnya.

Rekaman Khatib kemudian disunting menjadi serial dokumenter "The White Helmets" yang tayang di Netflix. Dokumenter berdurasi 40 menit itu menunjukkan sisi gelap Perang Saudara Suriah yang berdarah-darah.

Khatib sebetulnya berusaha datang ke acara penghargaan Oscar itu. Apalagi dia memperoleh visa khusus untuk datang ke perayaan di Los Angeles. Namun dia tertahan di Bandara Istambul, Turki. Petugas imigrasi mendapat informasi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, jika paspor Khatib bermasalah. Berdasarkan informasi terbaru, paspor Khatib mendadak dicabut oleh pemerintah Suriah.

Tonton trailer 'The White Helmets' di sini