Kisah Petinju Muda India Melawan Stereotipe Gender
Tinju

Kisah Petinju Muda India Melawan Stereotipe Gender

Mirip kisah film 'Dangal', petinju perempuan 11 tahun dari Haryana bernama Kasish Mehta berusaha menjadi yang terbaik di seantero Negeri Sungai Gangga.
13 Maret 2017, 11:59am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Oleh: Daniel Bruce

Jika kalian terus berjalan menuju ujung selatan perbatasan ibu kota India, New Delhi, kita akan sampai di Negara Bagian Haryana. Saya mengunjungi klab tinju Dronacharya di kota terbesar Haryana, Faridabad. Di situ saya amat terkejut ketika tahu bahwa bintang terbesar klab itu adalah perempuan berusia 11 tahun, bernama Kasish Mehta. Dengan kaki bergantungan pada bagian ujung ring tinju, dia menunggu sesi latih tanding dengan kawan-kawannya. Ketika saya bertanya, bagaimana sih rasanya menjadi stau-satunya perempuan seumurannya di pelatihan tinju, salah satu laki-laki yang duduk di sampingnya menyela dan bilang dia tidak bisa berbicara Bahasa Inggris. "Stttt bawel," ujar Kasish. Laki-laki itupun langsung menurut. "Laki-laki mungkin lebih berani dari perempuan, tapi keluarga saya senang dan bangga ketika tahu saya mulai bertinju," ujarnya.

Daerah Haryana terkenal atas kekerasan berbasis gender dan rasio kekerasan seks pada anak terparah (angkanya adalah, untuk setiap perempuan ada 1,000 laki-laki berusia 0-6 tahun) di India. Meski begitu, Haryana amat terkenal karena telah memajukan para atlet India dan terutama melatih petinju dan pegulat terbaik India, termasuk perempuan. Baru-baru ini, ada tren film baru di Bollywood yaitu tentang petinju dan pegulat perempuan muda, yang berdasarkan kisah nyata. Kesuksesan paling baru pada Desember 2016 adalah film Dangal (film India dengan pendapatan tertinggi) menceritakan dua pegulat perempuan muda dari Haryana menolak dominasi laki-laki dalam cabang olahraga tersebut.

Kasish berlatih selama dua jam setiap pagi dan sore—kecuali hari Minggu, di mana dia hanya berlatih pada pagi hari di pukul 5-7. Sang pelatih dan mantan petinju profesional Rajiv Godara, meminta Kasish berlatih tanding beberapa ronde dengan seorang laki-laki seusianya. Kasish terbukti lebih superior dibandingkan lawannya dan setelah 5 menit latih tanding dalam suhu 30 derajat celsius, dia diminta mencopot helmnya, sementara si laki-laki tidak perlu.

Dari total 350 anggota klab Dronacharya, anggota perempuan hanya ada tujuh.
Sebagaimana protagonis petinju di film Dangal, Kasish Mehta memiliki cita-cita tinggi.

"Saya ingin jadi petinju pro, apapun caranya," ujarnya. Tak lama sesudah wawancara, dia memanjat tambang setinggi 4 meter, bagian dari pelatihannya setiap hari.