gendam

Pemerintah Malaysia Melansir Iklan Layanan Agar Masyarakat Terhindar Dari Gendam

Praktik hipnotis ternyata tak hanya mengancam penduduk Indonesia. Sudah betul kata orang tua kita dulu supaya berhati-hati pada orang asing.
22.3.17

Penipuan memakai modus gendam ternyata sedang menjangkiti Asia Tenggara. Warga Malaysia termasuk yang sedang rutin menderita penipuan separuh magis tersebut.  Penduduk Indonesia tentu cukup familiar dengan kejahatan gendam. Hampir selalu ada berita di media massa soal gendam melalui bermacam modusnya. Mulai dari hipnotis via telepon atau yang paling banyak terjadi dengan modus menepuk pundak sasaran lalu memaksa korban memindahkan isi rekening bank ke pelaku. Baru-baru ini komplotan gendam beranggotakan tiga ibu-ibu berhasil ditangkap di Semarang setelah sempat melanglang buana di seantero Jawa. Bagaimanapun, gendam sampai sekarang belum bisa dijelaskan secara ilmiah (ya iyalah). Adapun pakar memperkirakan gendam merupakan bentuk lain transhipnosis, yakni memanipulasi pikiran korban agar tak bisa mengendalikan kesadarannya sendiri. Di Indonesia, angka korban gendam sulit ditaksir oleh kepolisian. Yang jelas, hanya sedikit pelaku bisa dicokok aparat. Nah, belum jelas apakah praktik di luar Indonesia beberapa waktu belakangan dilakukan komplotan gendam dari Tanah Air atau belajar secara otodidak. Intinya banyak warga Malaysia menjadi korban gendam. Pemerintah Negeri Jiran sampai jengkel melihat maraknya penipuan berbasis hipnotis semacam itu.

Iklan

Supaya kejahatan serupa tak terjadi, pemerintah Malaysia kemudian merilis iklan layanan masyarakat. Dalam video imbauan produksi Kementerian Dalam Negeri Malaysia dan Polisi Dirajah Malaysia itu,  gendam maupun hipnotis ternyata bisa dihindari melalui cara yang cukup sederhana. Video tersebut dirilis demi mencegah maraknya penipuan. Tercatat video tersebut sudah dibagikan sebanyak 1.300 kali.

Dalam iklan layanan itu, tampak seorang perempuan sedang menunggu bus di halte. Sebuah mobil kemudian minggir, disusul penumpang di dalamnya bertanya arah kepada si gadis. Padahal sosok perempuan yang bertanya itu memegang ponsel yang sedang membuka aplikasi maps. Seharusnya bisa membaca peta sendiri dong. Tapi korban dengan lugunya malah tetap membantu. Ketika korban mendekat itulah, pelaku bergegas menepuk bahu sasaran (standar gendam di Indonesia juga begini nih). Dari pergantian musik latar yang digunakan pembuat video, penonton langsung bisa menyimpulkan, "anjir, kena nih cewek."

Bener deh. Si cewek ke ATM, mengosongkan semua uangnya, menyerahkan pada perempuan yang menepuk bahunya. Kasihan. Padahal niatnya cuma membantu orang kesasar di jalan. Jadi, apa pesan moralnya? Kembali ingat petuah bijak orang tua. Jangan mau diajak bicara orang asing. Apalagi disodori sesuatu yang mencurigakan. Hmm.

Baiklah. Terima kasih Kementerian Dalam Negeri dan Polis Diraja Malaysia. Makin bertambah saja alasan kita takut pada orang asing di zaman sekarang.