Foto Tara Basro untuk Kampanye Body Positivity Disebut Kominfo Bisa Kena UU ITE

Ok Boomer patriarkis. Hhhh.....
4.3.20
Untitled design - 2020-03-04T160712
Foto dari arsip akun Instagram tarabasro

Nama pesohor Tara Basro melonjak di trending topic Twitter gara-gara doi mengunggah foto telanjangnya Selasa (3/2) kemarin. Yang menarik, foto tersebut memperlihatkan perut bergelambir dan stretch mark di paha Tara, tujuannya buat nunjukin tubuh artis sama saja dengan tubuh manusia lain.

Lewat unggahan tersebut, Tara mencoba memberi pesan kepada pengikutnya untuk mencintai tubuh sendiri bagaimanapun bentuknya. Foto ini langsung panen pujian.

Setelah viral, foto tersebut tiba-tiba tak ada lagi di media sosial Tara dengan alasan yang belum jelas. Tara lalu mengunggah foto di Instagram, kali ini dibalut pakaian, tapi tetap berisi kampanye mencintai bentuk tubuh diri sendiri.

Keputusan Tara untuk angkat bicara terkait rasa insecure perempuan soal lekuk tubuh ideal akibat propaganda iklan, standar masyarakat, dan bombardir tubuh sempurna dari influencer membuat banyak pihak, khususnya perempuan, ikut bersuara di media sosial masing-masing untuk mendukung dan berterima kasih kepada Tara.

Tentu saja konteks positif yang muncul berkat Tara Basro tidak bisa diterima begitu saja oleh pemerintah kita. Humas Kominfo Ferdinandus Setu menyatakan foto Tara Basro bisa dijerat karena mengandung unsur pornografi.

"Melanggar UU ITE Pasal 27 ayat 1 terkait pornografi. Iya, kita akan take down dan akan hubungi orangnya nanti. Tapi, kita lihat dulu foto tersebut apakah memenuhi kriteria pornografi atau tidak," ujar Setu kepada Tagar. Sebagai informasi, pasal tersebut berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."

Meski udah telat untuk Twitter, Setu dan kawan-kawannya ini akan menimbang apakah foto di Instagram Tara Basro juga termasuk pornografi atau tidak. Ada aja alasan buat kita terus bete sama pemerintah, ya.

Padahal, foto memperlihatkan gelambir dan stretch mark begini pernah juga dilakukan oleh supermodel Ashley Graham di Instagram pribadinya, Agustus tahun lalu. Layaknya unggahan Tara di Twitter, Ashley memposting foto tanpa busana yang memperlihatkan selulit, stretch mark, dan gelambir karena kabarnya ia habis melahirkan.

Foto ini sampai disukai 1,4 juta kali dan punya lebih dari 2.300 komentar yang mayoritas suportif. Gerakan yang kerap disebut body positivity ini ternyata sudah muncul beberapa tahun terakhir di media sosial sampai akhirnya berhasil masuk ke budaya pop. Gerakan serupa pernah dilakukan selebritas seperti Alicia Keys, Paloma Elsesser, Tara Lynn, Ali Tate Cutler, Tess Holliday, dan Charli Howard.

Di tengah kampanye positif yang related ke banyak cewek, beberapa netizen mengingatkan bahwasanya kecintaan kita terhadap lekuk tubuh harus dibarengi dengan kepedulian terhadap kesehatan jasmani.

Tidak masalah sedikit bergelambir, namun pola makan harus tetap terjaga demi terhindar dari penyakit. Mencintai tubuh bukan berarti makan segala junk food atau justru bodo amat sama makanan.