The VICE Guide to Right Now

Napi Lain di Indonesia Kabur ala Film Shawshank, Kali Ini Dengan Cara Gali Lubang

Cara kabur terpidana mati di Lapas Tangerang menghebohkan. Masalahnya bukan cuma dia yang kabur gali lubang. Bolak-balik ada kasus mirip 'The Shawshank Redemption' tentu mengherankan.
21.9.20
Napi Lapas Tangerang Kabur Gali Lubang Mirip Film The Shawshank Redemption
Diorama napi membuat lubang di Penjara Phu Quoc, Vietnam. Foto oleh Frank Fox/via Wikimedia Commons/lisensi CC 4.0

Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang jadi institusi terbaru yang kecolongan oleh kelihaian narapidana merencanakan aksi kabur. Terpidana mati asal Tiongkok bernama Cai Chang Pan (37) berhasil lolos dari penjara tersebut, Senin (14/9) jam setengah tiga dini hari, setelah menggali “lubang kebebasan” dari dalam sel.

Lubang ini dilaporkan tembus ke gorong-gorong yang nyambung menuju jalan raya di luar sel. Dugaan sementara, ada yang menjemput Chang Pan di luar sel.

Iklan

Dari hasil nanya-nanya teman satu sel, polisi sadar Chang Pan udah menyiapkan rencana kabur sejak setengah tahun lalu. Alat gali diduga didapatkan pelaku dari dalam lapas sebab saat itu sedang ada pembangunan dapur. Wakil Kepala Polres Metro Tangerang Yudhistira Midhyawan mengonfirmasi kebenaran berita ini. 

“Dugaan kabur menggali lubang dari dalam [kamar]. Masih dalam penyelidikan, alat bukti di antaranya yang kami temukan obeng. Kami periksa petugas lapas terkait kaburnya terpidana, untuk penjagaan pasca-kejadian diserahkan internal [lapas], polisi hanya patroli,” kata Yudhistira kepada Tempo.

Saat ini udah ada tim khusus pengejar terpidana gabungan dari Resmob, Satreskrim, dan Satnarkoba. Kalau sampai tertangkap kembali, Yudhistira akan mengusulkan Chang Pan dipindah ke sel dengan penjagaan superketat seperti di Nusakambangan.

Chang Pan adalah terpidana mati yang divonis pada Juli 2017 setelah dirinya terbukti menyelundupkan 110 kilogram sabu-sabu ke Banten pada 2016. Sorotan rasa heran patut kita pancarkan kepada petugas lapas yang masih saja kecolongan padahal udah dibekali fakta bahwa pada Januari 2017 doi pernah berhasil kabur dari rutan Mabes Polri di Jakarta Timur dengan cara melubangi tembok kamar mandi, walau akhirnya tertangkap tiga hari kemudian di Sukabumi, Jawa Barat.

Seingin apa pun kita menempatkan kasus ini sejajar dengan film klasik The Shawshank Redemption, sebenarnya fenomena demikian makin ke sini makin mengkhawatirkan. Satu orang yang berhasil kabur dua kali dengan membobol sel kan bikin bertanya: ini si napi yang terlalu pinter atau sistem keamanannya yang kelewat lemah?

Pada Oktober 2019 misalnya, VICE pernah menulis seorang napi di Madura yang berhasil kabur dari Rutan Kelas IIB Sumenep setelah menjebol dinding pakai sendok. Matrawi, nama napi tersebut, bahkan udah tiga kali berhasil kabur dari penjara. Keajaiban ini dilengkapi dengan fakta bahwa napi berusia 37 tahun itu diborgol tangan dan kakinya. 

“Napi melubangi tembok menggunakan sendok makan,” kata Kepala Rutan Beni Hidayat, dilansir Detik. “Matrawi kabur setelah merusak satu borgol di tangannya. Sedangkan borgol lainnya masih lekat di tangannya. Kemudian, rantai di kakinya juga dilepas tanpa diruak,” tambah Beni, dikonfirmasi terpisah oleh Kumparan.

Dengan penelusuran singkat di internet, kekhawatiran ini makin menjadi: selama setahun terakhir, pemberitaan napi kabur terjadi pula di BaliJayapuraSumatera Selatan, sampai Aceh. Kalau pengalaman adalah guru terbaik, kayaknya layak deh kita sebut lapas tuh murid yang paling bodoh.