teknologi

Ada Perusahaan Sediakan Sistem Operasi ala Android buat iPhone

Pengguna iPhone mungkin pernah membayangkan betapa enaknya jika bebas mengoperasikan sistem ponselnya. Proyek Sandcastle mewujudkan impian itu, tapi bikin marah Apple.
10.3.20
Sistem android dalam iphone
Gambar: Corellium 

Sebagian orang memilih sistem operasi iOS karena kesederhanaannya. Sementara lainnya ogah menggunakan produk Apple karena hak konsumen serba terbatas. Beberapa dari kalian, pengguna iPhone, mungkin pernah membayangkan betapa enaknya jika bisa lebih bebas mengoperasikan sistem dalam perangkat elegan seperti Apple.

Angan-angan tersebut mungkin bisa terwujud lewat Proyek Sandcastle. Ini adalah proyek Corellium pertama yang sukses menjalankan sistem Android pada iPhone 7, 7 Plus dan iPod Touch. Sandcastle digagas oleh pendiri dan developer David Wang, yang 10 tahun lalu berusaha mem-port Android ke iPhone dalam proyek iDroid.

"iPhone membatasi pengguna untuk beroperasi dalam sandbox," demikian bunyi keterangan pada situs pengembang. "Perangkat keras iPhone resmi menjadi hak milik pengguna dari awal mereka membeli perangkatnya. Sistem Android memberikan pengguna iPhone kebebasan untuk menjalankan sistem operasi berbeda pada perangkat keras mereka."

Meski versi beta Sandcastle sudah bisa diunduh, programnya belum berfungsi dengan baik.

Iklan

Versi saat ini tidak mendukung fitur Bluetooth, kamera, audio, atau data mobile (cuma bisa WiFi). Penyimpanan sistemnya hanya dapat diakses secara read-only, dan pengguna tidak bisa mengunduh aplikasi dari Google Playstore. Meski masih memiliki kekurangan, proyek Sandcastle tetap mengesankan karena berhasil men-jailbreak iPhone. Kami pernah menulis soal Corellium, serta perannya dalam meniru iOS dan meretas iPhone.

Jika dirilis, Sandcastle hanya akan memperkeruh ketegangan antara Corellium dan Apple.

Startup keamanan siber ini menawarkan virtualisasi iOS, Android, dan Linux pada ARM. Sebagai akibat, Apple menuntut Corellium Agustus lalu dengan tuduhan mempermudah jailbreaking dan melanggar Digital Millennium Copyright Act (DMCA).

Dalam gugatan Apple, Corellium lebih lanjut dituding menjual tiruan iOS tanpa lisensi dan memasarkannya sebagai "alat penelitian bagi mereka-mereka yang tertarik menemukan kelemahan keamanan dan kekurangan lain pada perangkat lunak Apple."

Sebagai tanggapan, Corellium membuat postingan blog yang menyebut Apple telah merendahkan jailbreak. Padahal, pengecualian DMCA telah melegalkan jailbreaking melalui Kantor Hak Cipta Amerika Serikat.

"Apple memanfaatkan kasus ini sebagai trial balloon untuk membasmi jailbreaking," tulis juru bicara startup tersebut. "Apple tak cuma bermaksud menyerang Corellium. Mereka berusaha memusnahkan jailbreak publik."

1583437034490-Screen-Shot-2020-03-05-at-23642-PM

Developer mengatakan akan menambah dukungannya, tetapi proyek ini menggunakan jailbreak checkra1n. Itu berarti dibutuhkan jailbreak versi terbaru untuk menjalankan sistem Android pada iPhone 11.

Meskipun demikian, proyek Sandcastle seharusnya bermanfaat bagi para peneliti keamanan atau siapa saja yang membutuhkan keamanan lebih ketat. Sebagaimana dikatakan Corellium, rasanya menyenangkan ketika kita berhasil melakukan sesuatu yang mustahil terjadi.

Iklan

"Proyek Sandcastle bersenang-senang membangun sesuatu dari seonggok silikon perangkat keras," kata CEO Corellium Amanda Gorton kepada Forbes, yang mendapat kesempatan eksklusif menyaksikan proyek ini.

Bagi Corellium, Sandcastle tak hanya menyoroti kekejaman ekosistem Apple yang penuh keterbatasan, tetapi juga kebiasan Apple menutupi sikap tidak mau bersaing mereka dengan alasan keamanan siber. Apple sengaja membuat perangkatnya tidak dapat direparasi atas nama keamanan.

"Apple memang membatasi pengguna iPhone untuk beroperasi dalam sandbox, tapi pengguna telah memiliki perangkatnya sehingga mereka bebas menggunakannya sesuka hati," tutur Amanda. "Di saat sandbox membatasi penggunaan perangkat keras, sandcastle memberikan peluang untuk menciptakan hal-hal baru yang melewati batas imajinasi seseorang."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard