Hak Siar Liga Inggris

Menanti Dampak Deklarasi Perang Mola TV Pada Kebiasaan Fans Streaming Ilegal Liga Inggris

Mola TV sebagai pemegang hak siar eksklusif Premier League di Indonesia merasa dirugikan atas maraknya situs streaming ilegal. Penggemar IPL sebagian pasrah, sebagian menyayangkan.
21 Desember 2019, 8:09am
Mola TV Pidanakan Penggemar Sepakbola dan acara nobar yang Streaming Ilegal Liga Inggris Premier League
Kolase oleh VICE. Cuplikan foto pertandingan Liverpool di EPL oleh akun Flickr Patrick Strandberg/CC 2.0; ilustrasi streaming via Phxere/CC 0

Jujur, sebagai penggemar Liga Inggris, menonton bola di situs streaming ilegal masih sering saya lakukan. Karena tidak ada stasiun tivi nasional yang sanggup menyiarkan semua pertandingan, saya tahan-tahanin diri mendengar celotehan komentator pertandingan yang kalau bukan pakai Bahasa Arab, ya Thailand.

Sebelum kehadiran Mola TV, situs-situs tersebut tumbuh subur karena cenderung dibiarkan. Namun, Mola TV yang telah membeli hak siar Liga Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste sampai 2022 kini bertekat melindungi hak mereka dengan sebenar-benarnya, seutuh-utuhnya.

Deklarasi perang diumumkan Rabu kemarin (18/12). Dalam daftar perburuan Mola TV telah tercatat beberapa nama penyedia streaming ilegal, tivi kabel daerah yang mencuri konten sepak bola, serta penghelat kegiatan nonton bareng (nobar) dari situs streaming ilegal.

Benar, kegiatan nobar komunitasmu itu emang termasuk pelanggaran hukum kalau enggak dapat izin tertulis dari Mola TV. Malah sejak Juli lalu Mola TV sudah memperingatkan restoran dan para pengusaha komersial karena mereka harus menjalin kerja sama dengan Mola TV kalau mau ngadain nobar.

Langkah pidana ini diambil lantaran manajemen Mola mengaku sudah terkuras emosinya saat mencoba pakai cara baik-baik, tapi tak kunjung digubris.

"Kami sudah bersikap kooperatif dan melakukan upaya persuasif, namun mereka [pencuri konten tayangan pertandingan sepak bola] tetap melanggar. Terpaksa kami harus tegas. Langkah ini sebagai bukti bahwa kami tidak mau neko-neko terkait penegakan hukum. Bukan hanya dari sisi pidana dan ekonomi, nama Indonesia juga bisa tercoreng karena kami sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal," ujar Kuasa Hukum Mola TV Uba Rialin dilansir Kompas.

Sebagai awalan, situs streaming macam Koragoll, TVXoe, Shootgol, TVBall7, BosBall, dan Indiostv akan diperkarakan Mola TV. Dari penyelidikan, aparat sudah mengamankan barang bukti seperti perangkat komputer yang digunakan untuk menciptakan kanal streaming ilegal serta bukti transaksi keuangan yang didapat pelaku dari hasil usaha gelapnya. Selain situs, Rialin mengaku sudah melaporkan beberapa operator tivi kabel daerah yang menayangkan siaran Liga Inggris tanpa izin.

Secara hukum, Rialin mengatakan menonton bola secara ilegal termasuk pelanggaran hak kekayaan intelektual yang melanggar UU 28/2014 dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

"Industri ini butuh dukungan publik. Masyarakat jangan lagi terbiasa untuk mencari tontonan ilegal. Sudah saatnya menghargai hak cipta," ujar Chief of Distribution & Broadcast (CDB) Mola TV Ayi Farid Wajdi kepada Kompas.

Ngomong-ngomong soal dukungan publik, VICE bertanya kepada Havid untuk jadi sampel kondisi publik menanggapi keputusan Mola TV ini. Havid, 25 tahun, adalah seorang penggemar sepak bola yang sering menggunakan jalur streaming ilegal untuk menonton tim kesayangannya.

"Sedih. Sebagai sobat miskin dan penikmat bola tentunya sangat menyayangkan. Sebab, banyak dari beberapa komunitas suporter yang pernah aku datangi nobarnya ya hanya melalui web streaming saja," ujar Havid. "Soal diusut dan dipidanakan untuk nobar itu berlebihan, lapas pasti bakal penuh sama suporter bola."

Ia sendiri mengaku kalau jalur streaming musnah, ia akan menggantungkan nasib hobinya di tivi nasional saja. Paling minimal, Havid akan memantau pertandingan secara real-time dari internet sembari menunggu cuplikan pertandingan di YouTube. Sedangkan Dicki, penggemar Manchester United asal Jogja yang juga kami tanyai, mengaku bisa memahami keputusan Mola TV.

"Gimana ya, agak bingung juga sih. Secara bisnis sah-sah aja karena itu strategi bisnis mereka, tapi ya sedih," tutur Dicki.

Jadi kalian masuk kubu mana? Sobat Mola atau sobat streaming? Saatnya menentukan sikap.