Tangkapan layar dari buku pelajaran Biologi kelas 9 keluaran Kemendikbud kurikulum 2017. Pertanyaan yang ada di pengantar bab ini tampak menjanjikan ya.
Pembahasan mengenai penyakit sistem reproduksi manusia pada buku Biologi kelas IX SMP/MTs Semester I keluaran Kemendikbud kurikulum 2017
Kemudian, dijabarkan tujuh upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada organ reproduksi yang terkait dengan kesehatan. Namun ingat, sebelumnya tercatat bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi, bukan cuma hanya satu. Tapi, paragraf-paragraf selanjutnya membuang semua optimisme bahwa topik ini akan diulas mendalam."Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi."
"Faktor selanjutnya adalah perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba. Walaupun ada juga yang disebabkan oleh transfusi darah yang sudah terinfeksi penyakit atau melalui proses kehamilan dan kelahiran. Agar kamu dapat mencegah terjadinya penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh faktor tersebut, kamu harus dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat agar tidak terjebak pada seks bebas."
Intinya sih, kalian disuruh belajar sendiri. Ya gapapa. Tapi kalau kami belajar dari berbagai sumber, jangan pada sensi ya bapak-ibu guru.
Kurikulum kita masih membayangkan remaja sebagai individu yang lemah dan gampang dipengaruhi. Alur logikanya mengandaikan akses gambar atau film porno otomatis membuat bocah yang menonton melakukan seks pra nikah. Dengan logika semacam ini, berarti hampir semua anak muda Indonesia telah melakukan seks pra nikah dong? Solusi yang disediakan pun intinya minta pelajar yang lebih aktif mencari tahu info soal seks. Yang begitu udah dilakukan tanpa belajar di sekolah atuh…."Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau film porno, yang secara pelan tapi pasti akan mendorong kamu pada kehidupan seks bebas yang sangat rentan dengan penularan penyakit seksual."