Coronavirus

Cegah Penyebaran Virus Corona, Produksi Film Porno di AS Sementara Dihentikan

Free Speech Coalition meminta asosiasi pelaku industri seks berhenti memproduksi konten hingga 31 Maret mendatang.
18 Maret 2020, 4:32am
Cegah Penyebaran Virus Corona, Produksi Film Porno di AS Sementara Dihentikan
Ilustrasi produksi film porno di Amerika Serikat. Foto via Getty Images

Pada Minggu malam waktu setempat, asosiasi pengusaha nasional Amerika Serikat menyerukan dihentikannya pembuatan film dewasa untuk sementara. Free Speech Coalition (FSC) mengumumkan anjuran untuk membatalkan syuting sampai 31 Maret, dan melarang bintang film dewasa bikin konten baru dengan orang yang tidak satu studio.

"Ini keputusan berat," demikian bunyi pengumumannya. "Kami mohon semua anggota industri seks beraktivitas dari dalam rumah dan keluar seperlunya saja."

Pengumuman tersebut dibuat untuk menanggapi imbauan penutupan jenis usaha “tidak penting” seperti bar dan pabrik anggur, yang disampaikan oleh Gubernur California Gavin Newsom pada Minggu.

Pekerja seks telah mengantisipasinya dari beberapa minggu lalu. Pada 6 Maret, FSC menyarankan agar artis bokep mempersiapkan konten yang bisa dirilis selama penghentian produksi, jika ada perintah resmi. Studio dan platform konten sudah mulai menyetok film baru. Stripchat menggandakan upah para model Italia mereka untuk alasan ini.

Penutupan besar-besaran memaksa bintang porno mencari alternatif baru, seperti cam modeling, jasa seks lewat telepon dan jenis pekerjaan jarak jauh lainnya.

Industri pornografi sangat bersih, terlepas ada pandemik atau tidak. “Risiko penularan pada pemain film dewasa akibat interaksi lebih rendah daripada interaksi orang biasa, seperti pergi ke bandara misalnya,” direktur komunikasi FSC Mike Stabile memberi tahu VICE pekan lalu.

Dalam beberapa minggu terakhir, pekerja seks dan penari striptis melihat penurunan dalam penjualan yang disebabkan oleh larangan bepergian dan perintah bekerja dari rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus di AS.

“Karier saya sebagai penari striptis terancam karena adanya larangan keluar rumah,” kata Andrea Werhun, 30 tahun, kepada VICE. “Saya biasanya cari uang setiap malam Sabtu dan Minggu.”

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.