skateboard

Mari Belajar Trik-Trik Unik dari Pemain Skateboard Buta

"Aku memanfaatkan semua yang bisa digunakan untuk bertahan di atas papan seluncur, baik itu dengan tongkat, indra maupun perasaan."
4.2.20
Belajar Trik-Trik Unik dari Pemain Skateboard Buta Dan Mancina
Dan Mancina. Semua foto dari Instagram / Dan Mancina

Video skate Dan Mancina tak pernah gagal membuat penontonnya takjub. Gerakan mulus lelaki 32 tahun itu membuat grind dan triknya terlihat sangat mudah. Dia membalikkan papan, melompat dan melakukan stall rumit dengan mudah dan presisi tinggi. Trik-trik Mancina akan sangat mengesankan bagi siapapun yang melakukannya, tetapi makin keren lagi bagi Mancina karena dia buta.

Mancina didiagnosis menderita retinitis pigmentosa saat masih 13 tahun. Kelainan genetik langka ini merusak bagian belakang retina, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan. Kemampuan melihat Mancina berkurang secara bertahap di masa remajanya, dan memburuk pada pertengahan hingga akhir 20-an. Mancina terpaksa berhenti mengemudi setelah mata kirinya buta total. Dia mulai mendefinisikan diri sebagai orang buta sejak saat itu.

Mancina awalnya meratapi nasib. Dia kira hidupnya sudah berakhir, dan takkan lagi bisa main skateboard.

“Aku butuh waktu untuk memahami dan menerima semua ini,” kata Mancina saat diwawancarai. “Tapi aku sadar hidupku enggak lengkap tanpa skateboard…Aku enggak akan membiarkan jalan hidupku diatur keterbatasan.”

Dia kembali main skateboard melalui Instagram. Mancina merekam dan mengunggah semua kegiatannya—mau itu bermain darts atau beer pong—ke platform tersebut. Dia ingin menunjukkan dirinya masih sama seperti dulu meski kehilangan 90 persen penglihatannya.

Mancina akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia skating. Dia bertanya-tanya, bagaimana rasanya ngeskate bagi orang yang enggak bisa melihat? Apa saja yang harus diubah supaya dia bisa main skate lagi?

Dia mulai dengan membuat bangku kecil dan mencoba teknik front board. Dari situ, dia mengembangkan teknik dan pola sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi pemain skate sukses hari ini.

Iklan

“Aku memanfaatkan semua yang bisa digunakan untuk bertahan di atas papan seluncur,” tuturnya. “Baik itu dengan tongkat, indra, maupun perasaan.”

Prosesnya pun lambat. Pertama-tama dia berjalan mengelilingi daerah yang ingin dipakai main skate dan menilainya baik-baik. Dia menggunakan tongkat untuk merasakan perbedaan tekstur jalanan, serta mengecek faktor-faktor besar yang dapat diidentifikasi untuk membedakan area. Dia juga mendengarkan suara-suara khas yang bisa membantunya merasakan tempat itu.

Setelah memeriksa lokasi, dia mulai dengan teknik paling dasar yaitu lompatan ollie pada tepi jalanan. Mancina melakukannya sebagai pemanasan sebelum memikirkan trik terbaik dan apa saja yang kelihatan keren. Teknik-teknik tersebut menghasilkan sejumlah trik luar biasa yang sukses membuat Mancina viral di internet. Meski kebutaan menghambatnya melakukan trik tertentu, Mancina telah menemukan gayanya sendiri.

“Sangat menyenangkan rasanya tiap ada yang menyebarkan karyaku. Aku melakukan ini untuk mengubah cara orang memandangku,” ujar Mancina. “Senang saat orang-orang tahu [videoku]. Aku harap ini bisa mengubah persepsi mereka terhadap orang tunanetra dan buta total.”

Perhatian yang Mancina terima selama beberapa tahun terakhir sungguh luar biasa. Dia kini disponsori beberapa merek, seperti Adidas dan Real Skateboards. Dia juga menjadi motivator di Amerika Utara, dan berprofesi sebagai mentor skateboard di Ohio School for the Blind. Mancina juga mendirikan organisasi nirlaba Keep Pushing Ink yang mengajarkan difabel bermain skateboard.

Mancina ingin membuat skatepark yang bisa diakses semua orang di Michigan.

Dia punya ide agar difabel dapat mengakses skatepark dengan nyaman. Lapangan bertekstur akan memandu orang buta ke berbagai objek di taman, seperti ramp atau rel. Ramp-nya harus bisa diakses kursi roda. Kemudian, warna-warna terang digunakan untuk membedakan bagian taman. Pembedaan warna ini memudahkan mereka yang masih memiliki sedikit penglihatan. Selain itu, ada panduan suara yang menuntun pemain skateboard ke area berbeda.

“Semakin banyak pengalaman dan aktivitas yang diperkenalkan (kepada orang tunanetra), maka semakin besar pula peluang yang mereka miliki untuk mengembangkan kemampuan,” jelas Mancina. “Ini sesuai dengan tujuan utamaku untuk menghilangkan stigma dan persepsi negatif terhadap orang yang enggak bisa melihat. Banyak orang mengira kami enggak bisa melakukan apa-apa. Oleh karena itu, sangat penting membuktikan kepada mereka betapa gangguan penglihatan takkan mampu membatasi kehidupan kita.”

Follow Graham Isador di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Kanada